Sukses

Lifestyle

Kesehatan Mental Sado-Masochist Ternyata Lebih Baik Daripada Orang Normal

Ladies, akhir-akhir ini sekelompok pelaku sado-masochism sedang mengupayakan agar orientasi seksual mereka tidak diasosiasikan sebagai sebuah penyimpangan seksual yang mengindikasikan gangguan mental. Rupanya usaha mereka ini didukung oleh sebuah penelitian terbaru yang menurut huffingtonpost.com hasilnya telah dimuat sebuah jurnal medis mengenai pengobatan seksual.

Dalam penelitian ini dua kelompok dipilih berdasarkan aktivitas seksual mereka. Kelompok pertama terdiri dari orang-orang yang tidak melakukan sado-masochism, sedangkan kelompok kedua terdiri dari para pelaku sado-masochism.

Kemudian Ladies, orang-orang dalam kedua kelompok ini diberi sejumlah pertanyaan mengenai kepribadian mereka, sensitivitas terhadap penolakan, dan model ikatan dalam hubungan mereka. Nah, tidak ada seorang pun yang tahu apa sebenarnya tujuan penelitian ini ketika mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner.

Hasilnya cukup mengagetkan, Ladies. Ternyata orang-orang yang mempraktekkan sado-masochism memiliki kesehatan mental yang secara signifikan jauh lebih baik daripada orang-orang yang tidak melakukannya. Dari hasil survey tersebut diketahui bahwa orang-orang yang melakukan sado-masochism ternyata memiliki kepribadian yang lebih terbuka, lebih peka dan sensitif terhadap penolakan, memiliki hubungan percintaan yang lebih langgeng, dan secara umum lebih bahagia.

Menurut seorang psikolog, orang-orang yang melakukan sado-masochism menjadi lebih unggul dalam kesehatan mental karena mereka lebih sadar dan terbuka akan keinginan seksualnya. Atau bisa jadi hal ini mungkin karena orang-orang yang melakukan sado-masochism telah terbiasa berada dalam tekanan psikologis untuk menerima dan hidup dengan kebutuhan seksual yang secara sosial dianggap menyimpang.

Bagaimana pun juga, Ladies, hasil penelitian ini tidak dapat kita pakai sebagai patokan atas apa yang sebenarnya terjadi dalam masyarakat. Semua tergantung anda untuk bijak menyikapinya. Setuju kan, Ladies?

Oleh: Ayu Liskinasih

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading