Sukses

Lifestyle

Memahami Voyeur

Penyimpangan seksual adalah sesuatu yang sangat normal untuk terjadi. Bahkan, hal ini bukanlah sesuatu yang tidak umum untuk terjadi lho, Ladies. Penyimpangan seksual biasanya berasal dari trauma masa kecil, obsesi tidak sehat terhadap sesuatu, ataupun fantasi seksual yang salah jalan.

Akan tetapi, ada penyimpangan seksual yang tampak sangat wajar, namun sesungguhnya sangat tidak sehat, yaitu voyeurism. Seseorang yang menderita voyeurism memiliki kecenderungan untuk menikmati atau memperoleh kepuasan seksual dengan melihat obyek-obyek seksual yang digemarinya. Hal ini bisa lawan jenis ataupun sesama jenis, bergantung pada orientasi.

Sepertinya wajar ya, Ladies. Tentunya sebagai orang dengan seksualitas yang normal, tertarik melihat tubuh lawan jenis atau sesama jenis adalah sebuah hal yang wajar untuk dialami. Namun, bagaimana bila seseorang mengalami hal ini tanpa bisa mengendalikannya.

Orang yang menderita voyeurism biasanya mendapat kesenangan seksual ketika berhasil melihat, mengawasi, bahkan mengintip obyek seksual yang disukainya. Banyak orang yang menderita ini tanpa mampu mengendalikannya akan mengalami perubahan perilaku yang menjurus ke arah pengintip (peeping tom), membuntuti (stalking), mengawasi, memasang kamera tersembunyi dan banyak lainnya. Wah, kok serem begini ya, Ladies.

Menurut askmen.com, sangat sulit untuk mencari batas antara mereka yang normal dan yang menderita voyeurism karena pada dasarnya, setiap orang memiliki karakteristik ini. Namun, yang paling jelas adalah memenuhi keinginan seksual tidak boleh melanggar privasi orang lain, seperti yang banyak dilakukan oleh voyeur.

Oleh: Mamor Adi P.

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading