Sukses

Lifestyle

Kenali Kelainan Hypersex!

Ladies, pernah mendengar kelainan hypersex? Hypersex merupakan suatu kelainan di mana penderitanya tidak dapat dipuaskan secara seksual. Penderita kelainan ini biasanya memerlukan beberapa kali orgasme dalam satu kali permainan cinta atau ML sebelum dia terpuaskan.

Kelainan hypersex sering disasarankan pada kaum pria. Stigma tersebut mungkin akibat cara pandang yang mengatakan bahwa pria adalah pihak yang seharusnya agresif di ranjang. Kenyataannya, wanita juga bisa mengalami masalah kelainan hypersex. Agresitivitas dan pihak yang mengawali aktivitas seks juga bisa diselesaikan oleh wanita.

Dijelaskan pada situs livescience.com, hypersex disebabkan oleh aktivitas hormon androgen yang terus membanjir menambah libido pria. Bertambahnya libido, bukan berarti pria selalu perkasa. Puber kedua pun cuma istilah belaka, manakala seorang pria mulai menyangsikan potensi seksualnya sendiri. Ketika istri di rasakan kurang responsif dan seks menjadi dingin, suami mulai berpikir macam-macam. Ingin membuktikan bahwa seksnya masih poten, lalu suami mulai macam-macam dengan seks. Suami yang mulai macam macam-macam dalam seks inilah yang di sebut dengan puber kedua.

Perlu Anda ketahui juga bahwa frekuensi hubungan seks memang bisa dilihat apakah seseorang hiperseks atau tidak, yakni bila frekuensinya melebihi ukuran normal. Dari ukuran normal ini, bila terjadi peningkatan drastis, semisal jadi 3-4 kali sehari atau rata-rata 20 kali per minggu, barulah bisa dicurigai salah seorang di antara mereka menderita kelainan/gangguan seksual yang dinamakan hiperseks. Penderitanya bisa pria, bisa juga wanita.

Oleh :  Ismaya Indri Astuti

 

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading