Sukses

Lifestyle

Peningkatan Eksibisionisme dan Pornografi

Ladies, eksibisionisme itu memang kelainan seks. Mempertontonkan organ seksual di muka umum adalah di luar batas kenormalan, kan? Tapi, bagaimana dengan pornografi? Adakah hubungan di antara keduanya?

Menurut usatoday.com, bertambahnya jumlah 'eksibisionis' disebabkan jumlah pornografi yang juga bertambah. Di era Internet ini, bintang dan artis porno memiliki media sosialnya sendiri, seperti myspace, twitter, blogger, facebook, dll. Pengikut mereka? Jutaan!

Di Amerika, film dan majalah porno tak lagi disembunyikan di laci rahasia ataupun di bawah tempat tidur. Pornografi sudah menjadi hal yang lumrah!

Karena lumrah alias normal, standar keseksian pun berubah.

Akhirnya, iklan-iklan di Televisi juga memakai keseksian untuk menjual produk mereka. Hal ini, Ladies, yang mempengaruhi peningkatan jumlah eksibisionis dan voyeuris. Bagaimana bisa?

Coba Ladies pikirkan, kalau iklan-iklan dengan model yang seksi (seperti bintang porno) lebih menjual, dan situs porno memiliki pengunjung yang sebagian besar adalah pria, logis dong kalau banyak wanita remaja melepas bajunya untuk menarik perhatian. Sama saja dengan menderita eksibisionisme, kan?

Begitu juga pria. Alih-alih pendekatan terlebih dahulu, dan berusaha mendapatkan wanita secara jantan, mengakses situs porno adalah lebih mudah. Situs porno yang gratis lho banyak, buat apa wanita 'nyata'? Pola pikir itulah yang meningkatkan jumlah penderita voyeurisme.

Kalau di Indonesia bagaimana, ya? Sudah adakah penelitian seperti itu? Ataukah memang orang Indonesia adalah orang-orang suci yang tak mungkin menderita kelainan seks?

 

Oleh: Sahirul Taufiqurrahman

(vem/riz)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading