Sukses

Lifestyle

Pengawetan Ikan dengan Metode Pengasapan Tanpa Asap

Saat membaca judul di atas mungkin Ladies merasa bingung. Bagaimana bisa melakukan pengawetan ikan dengan metode pengasapan tapi tidak menimbulkan asap? Tapi ternyata memang bisa, dan Ladies wajib mengetahui bagaimana prosesnya.

Metode pengawetan ikan dengan pengasapan secara tradisional memang sudah ketinggalan zaman dan tidak efisien. Sebagaimana dilansir dalam laman kabmmu.blogspot.com bahwa proses pengasapan ikan dilakukan dengan memanfaatkan asap pembakaran kayu untuk mengasapi ikan, dengan tujuan untuk mencegah pembusukan.

Metode pengasapan secara tradisonal memang memiliki banyak kekurangan. Selain tidak efisien, metode ini juga kurang baik bagi kesehatan. Sebab, metode ini dapat menimbulkan polusi udara, serta kandungan karsinogen yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Seiring berkembangnya teknologi, muncul metode pengasapan baru yang lebih efisien dan tentunya aman bagi kesehatan yang wajib Ladies ketahui. Metode tersebut dikenal dengan sebutan metode pengasapan cair.

Sesuai namanya, metode ini memang menggunakan asap cair sebagai pengawetnya. Sebagaimana dilasir dalam laman utama.seruu.com bahwa asap cair tersebut diperoleh bahan-bahan baku yang digunakan untuk pengasapan ikan biasanya. Namun, kemudian dilakukan proses lanjutan yang akhirnya menghasilkan cairan tersebut.

Berikut akan dijelaskan bagaimana prosesnya. Asap yang dihasilkan dari kayu atau serbuk kayu yang dipirolisis dengan suhu 200-450 C dikondensasikan menjadi asap cair. Asap cair yang mengadung tar tersebut didestilasi berulang kali untuk menghilangkan kadar tar tertentu. Sedangkan penggunaannya pada ikan, Ladies hanya perlu merendam ikan pada cairan tersebut selama beberapa waktu sesuai jenis ikannya.

Metode pengasapan dengan asap cair ini dianggap lebih bagus daripada pengasapan secara tradisional. Sebab, metode ini lebih praktis dan tidak menimbulkan polusi udara. Selain itu, metode ini juga lebih aman bagi kesehatan karena dapat menghilangkan kandungan karsinogen dan bakteri apapun tanpa mengurangi nilai gizinya.


Oleh: Azizah Fadhilah

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading