Sukses

Lifestyle

Tinggalkan Pekerjaan Anda dengan “Halus”

Berhenti dari pekerjaan lama dan move ke tempat baru tidak semudah membalikkan telapak tangan. Anda tidak bisa secara tiba-tiba berhenti dari pekerjaan lama anda. Ada prosedur yang harus dijalankan agar perpindahan anda bisa dilakukan dengan lebih “halus”.

Sebagai orang yang bekerja secara profesional, berikut ini adalah sederet cara-cara “halus” sekaligus professional yang harus ladies lakukan ketika memutuskan untuk resign dari pekerjaan anda.

Pertama, sampaikan niat untuk resign kepada boss anda. Ada baiknya jika ladies menyampaikan hal ini secara langsung kepada atasan anda, bukan melalui email atau telepon. Pastikan pula bahwa atasan andalah yang menjadi pihak pertama yang mengetahui rencana resign anda. Pasalnya, atasan bisa merasa kecewa jika mereka tahu rencana resign anda dari pihak ketiga, misalnya rekan kerja anda.

Setelah menyampaikan rencana resign, ikuti dengan mengajukan surat pengunduran diri sebagai bentuk formal untuk proses resign anda.

Saat menyampaikan rencana untuk resign, ada peluang bahwa boss anda akan ‘mempertahankan’ anda dengan cara menambah gaji atau bahkan promosi. Jika ladies akan menerima tawaran tersebut, pertimbangkan apakah staying will make your career better, or otherwise. . Keputusan untuk tetap meninggalkan pekerjaan dan menerima tawaran atasan sepenuhnya di tangan anda.

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam proses pengunduran diri dari pekerjaan lama anda adalah beri pemberitahuan seminggu atau dua minggu sebelum benar-benar pergi. Jika ladies diminta untuk stay lebih lama lagi, pastikan bahwa itu tidak lebih dari satu minggu saja.

Dalam proses pengunduran diri tersebut, pastikan bahwa anda mengembalikan semua company file dan inventaris milik kantor. Apabila ladies diminta untuk menandatangani perjanjian untuk tidak membocorkan rahasia perusahaan, maka lakukanlah. Baca dengan benar semua isi perjanjian lalu tandatangani.

Setelah anda resmi resign dari pekerjaan lama anda, pastikan bahwa anda tidak membicarakan kejelekan perusahaan anda. Terlepas dari apapun alasan anda resign, anda tidak boleh trash-talk tentang atasan, rekan kerja, atau apapun yang berhubungan dengan pekerjaan lama anda.

Terakhir, waspada dengan “exit interview”. Tidak banyak perusahaan yang melakukan interview sebelum “melepas” karyawan mereka, tetapi anda harus tetap waspada dengan adanya kemungkinan tersebut. Saat melakukan exit interview, pastikan bahwa anda tidak mengumbar kejelekan atasan anda. Katakan bahwa alasan anda meninggalkan pekerjaan adalah karena anda menginginkan kesempatan karir yang lebih baik.

Oleh : Pravianti

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading