Sukses

Lifestyle

Mengenal Allulose, Pemanis Rendah Kalori yang Populer

Fimela.com, Jakarta Alternatif gula rendah kalori tampaknya terus tumbuh dan terus berkembang di seluruh dunia. Kini, sudah banyak daftar pemanis alami pengganti gula yang tentunya lebih baik untuk tubuhmu. Salah satunya adalah allulose yang baru-baru ini sedang populer dan sudah tersebar luas di pasaran.

Allulose secara teknis merupakan gula. Namun, tidak seperti gula putih pada umumnya. Allulose populer karena kandungan kalorinya yang lebih rendah secara alami dan memiliki lebih sedikit masalah kesehatan terkait daripada gula biasa.

Tetapi apakah allulose benar-benar semanis itu? Apakah allulose ini benar-benar sehat? Melansir dari shape.com, di sini ahli diet membagikan semua yang perlu kamu ketahui tentang allulose.

Apa itu allulose?

Allulose adalah gula alami yang ditemukan dalam kismis, ara kering, molase, dan gula merah. Menurut United States Food and Drug Administration (FDA), allulose ditemukan dalam jumlah kecil sehingga dianggap sebagai gula yang langka.

Juga dikenal sebagai D-psiscoe, allulose secara teknis merupakan monosakarida atau gula sederhana dan terdiri dari molekul gula tunggal, seperti glukosa dan fruktosa yang ditemukan dalam madu, buah, dan lain-lain.

Menurut FDA, allulose tidak seperti gula biasa karena allulose memiliki 90 persen lebih sedikit kalori dibandingkan dengan gula biasa yang mengandung empat kalori per gram. Lisa Moskovitz, R.D., C.D.N., CEO dari Nutrition Group New York City mengatakan bahwa allulose dapat menambah rasa manis tanpa meningkatkan gula darah.

Allulose diekstraksi dan diproduksi dari tanaman, biasanya jagung yang difermentasi dan kemudian sering ditambahkan sebagai pengganti gula. Pada tahun 2012, FDA menambahkan allulose ke daftar makanan aman yang bisa dijual di toko sebagai pemanis tambahan untuk produk makanan lainnya.

Menurut Rachel Fine, R.D, ahli diet dan pemilik perusahaan konseling nutrisi To The Pointe Nutrition, allulose mirip dengan manisnya erythritol, yakni alkohol gula nol kalori tetapi dengan rasa yang lebih mirip dengan gula biasa. Allulose menawarkan sekitar 70 persen dari rasa manis gula biasa tanpa rasa yang biasa dialami dari pemanis rendah kalori lainnya seperti stevia. Oleh karena itu, banyak yang mengklaim allulose sangat mirip dengan rasa gula asli.

Apa itu allulose

Seperti yang disebutkan sebelumnya, allulose jauh lebih rendah kalori daripada gula biasa dan hal ini menjadikannya pilihan terbaik untuk orang-orang yang sedang melakukan diet. Mereka juga perlu mengonsumsi buah-buahan rendah gula. Menurut Fine, orang dengan penyakit diabetes juga beralih ke allulose karena tidak meningkatkan glukosa darah atau memicu insulin.

Faktanya, sejumlah penelitian telah menemukan bahwa allulose bermanfaat untuk menurunkan gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi risiko diabetes tipe 2. Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa allulose dapat membantu pengaturan gula darah.

"Allulose rendah kalori karena tidak dimetabolisme. Selain itu, allulose tidak meningkatkan glukosa darah atau kadar insulin darah pada individu yang sehat atau ketika dikonsumsi oleh orang dengan diabetes tipe 2," jelas Lauren Harris-Pincus, M.S., R.D.N., pendiri Nutrition Starring You dan penulis The Protein-Packed Breakfast Club.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutritional Science and Vitaminology, allulose dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada 20 partisipan. "Kontrol gula darah sangat penting untuk energi yang berkelanjutan. Selain itu, kamu juga dapat terhindar dari gula darah rendah yang dapat menyebabkan kelelahan,” jelas Fine.

Dalam sebuah studi tahun 2018, peserta kelebihan berat badan yang diberi allulose mengalami penurunan persentase lemak tubuh dan massa lemak tubuh. Harris-Pincus mengatakan, dokter gigi juga menyukai fakta bahwa allulose tidak menghasilkan pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang.

Walaupun allulose telah terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan tetapi kamu tetap tidak boleh berlebihan dalam mengkonsumsinya karena pemanis yang berlebihan dapat berdampak buruk untuk tubuhmu. Jadi, tetap atur porsi gulamu, Sahabat Fimela.

#ChangeMaker

Penulis: Rafinda Eki Puspitasari

What's On Fimela
Loading