Sukses

Lifestyle

Hitung Jejak Karbon dengan Teknologi untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan

Fimela.com, Jakarta Kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan semakin tinggi seiring dengan tingginya masalah perubahan iklim dunia. Namun, kesadaran saja belum cukup untuk menyelamatkan bumi dari krisis. Dibutuhkan aksi nyata yang melibatkan masyarakat untuk turut serta dalam kelestarian lingkungan.

Microsoft mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan aksi kelestarian lingkungan dengan menggunakan teknologi digital. Teknologi berbasis Artificial Intelligent (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk membantu pengimbangan karbon bersama Jejak.in.

“Pada era di mana kita semua dapat berkolaborasi secara positif melalui teknologi, Jejak.in memanfaatkan peluang ini untuk mengajak siapa saja – baik perorangan maupun organisasi dan perusahaan, untuk terlibat dalam pengimbangan karbon. Partisipasi ini dapat dilakukan sesederhana dengan menghitung jumlah jejak karbon yang kita hasilkan dari aktivitas sehari-hari, dan mengimbanginya dengan mengadopsi pohon serta kredit karbon," ujar ujar Arfan Arlanda, CEO dan pendiri Jejak.in.

Jejak.in menghadirkan fitur kalkulator yang dapat menghitung karbon dan pengimbangan karbon. Yang dibutuhkan masyarakat hanyalah perangkat untuk mengakses aplikasi tersebut. Jejak.in telah digunakan oleh sejumlah penyedia jasa transportasi umum. Seperti MRT Jakarta, Gojek, dan One Tree Planted. Bagaimana cara masing-masing perusahaan menggunakan aplikasi ini?

 

1. MRT Jakarta

MRT Jakarta (MRT-J) menambahkan kalkulator karbon ke dalam aplikasi MRT-J mobile. Fitur ini memungkinkan pengguna MRT-J untuk menghitung jejak karbon yang mereka hasilkan dari setiap perjalanan antar stasiun bersama MRT-J. Tidak hanya itu, fitur ini juga mampu memberikan perkiraan terkait berapa banyak kredit karbon yang pengguna butuhkan untuk mengimbangi emisi karbon yang telah dihasilkan.

Dalam melakukan pengimbangan, pengguna MRT-J dapat melakukan donasi ke berbagai kampanye penanaman pohon yang dilakukan oleh mitra Jejak.in. Dengan kisaran 80.000 penumpang setiap harinya, MRT-J akan berhasil mengurangi 8.296 metrik ton karbon per hari.

2. Gojek

Gojek meluncurkan fitur GoGreener Carbon Offset pada September 2020 lalu. Fitur ini membantu pengguna Gojek untuk menghitung jejak karbon dari penggunaan layanan Gojek mereka. Setelahnya, pengguna Gojek dapat mengimbangi jejak karbon tersebut dengan menanam atau mengadopsi pohon di berbagai daerah di Indonesia, seperti di Kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk (Jakarta), Konservasi Mangrove Pesisir Bedono (Demak, Jawa Tengah), dan Konservasi Laskar Taman Nasional Mangrove Park Bontang (Kalimantan Timur).

Setiap pohon yang ditanam atau diadopsi akan dipantau dan dilaporkan pertumbuhannya oleh LindungiHutan sebagai mitra konservasi fitur ini. Pada tahap awal, kerja sama ini sukses menghasilkan 723 kg pengimbangan karbon yang setara dengan menyelamatkan 23,35m2 wilayah di Kutub Utara. Jumlah ini terus bertambah pada tahap berikutnya.

 

3. One Tree Planted

Organisasi nonprofit One Tree Planted bekerja sama dengan Jejak.in untuk membantu memantau program reforestasi 10 juta pohon di sejumlah area Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dengan luas area pemantauan hingga 18.400 hektar. Menggunakan satelit resolusi tinggi, pemantauan dilakukan secara konsisten selama lima tahun, sehingga pada akhir tahun kelima nanti, kita dapat melihat dampak nyata pengimbangan karbon yang dihasilkan.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Tingkatkan Kemampuan Kerja Perempuan di Bidang Teknis, 13 Perusahaan Bergabung dengan Microsoft