Sukses

Lifestyle

Perayaan Hari Kemerdekaan di Kota Kembang dan Sejuta Kenangannya

Fimela.com, Jakarta Punya cerita atau pengalaman tentang rasa rindu kepada kampung halaman, berbagai macam makanan khas daerahmu yang menggugah selera, hingga objek wisata yang bagai surga dunia? Atau punya cara tersendiri dalam memaknai cinta Indonesia? Pada bulan Agustus kali ini, kamu bisa membagikan semuanya dalam Lomba Share Your Stories bulan Agustus dengan tema Cinta Indonesia seperti tulisan yang dikirim oleh Sahabat Fimela ini.

***

Oleh:  Silmi Sabila Ghasani

Lahir di kota Bandung yang memiliki julukan sebagai kota kembang merupakan hal terindah untuk selalu disyukuri, karena aku tumbuh dan menghabiskan waktu di tempat yang asri. Selain tempatnya yang asri, Bandung adalah separuh perjalanan hidupku. Dari lahir, tumbuh, jatuh cinta hingga patah hati.

Banyak sekali momen yang sudah aku lewati, baik itu suka maupun duka. Salah satu yang sangat berkesan yaitu saat Perayaan HUT RI di tempat tinggalku. Saat itu usiaku 7 tahun dan seperti biasa, ketika ada perayaan menyambut HUT RI masyarakat saling bergotong royong untuk menyiapkan perlombaan, acara syukuran, dan kegiatan bersama lainnya. 

Susunan panitia dan acara mulai disiapkan. Riuh keramaaian dan partisipasi  berbagai elemen masyarakat bersatu padu untuk menyiapkan acara HUT RI. Kebersamaan dan gotong royong menjadi pemandangan yang indah untukku saat itu. 

Sama seperti anak-anak lainnya, hal yang paling kami tunggu dari seluruh rangkain acara HUT RI adalah perlombaan. Berbagai perlombaan disiapkan untuk berbagai kalangan usia. Mulai dari makan kerupuk, balap karung, joget bola bahkan panjat pinang. 

Kenangan Masa Kecil

Pagi itu sekitar jam 08.00 WIB, aku sudah bersiap untuk daftar menjadi peserta lomba dengan memakai baju olahraga dan topi berwarna merah muda. Semangat yang menggebu gebu dan rasa bahagia menyelimutiku pagi itu. "Aku ingin menjadi juara lagi tahun ini," kataku waktu itu. 

Tali temali dikaitkan, garis mulai digambar dan persiapan persiapan lainnya dilakukan panitia, sembari kami para peserta mendaftar dan mempersiapkan diri. Jujur saja, selain kemeriahan lomba, bertemu teman teman untuk ikut lomba bersama membawa kenangan dan kesenangan tersendiri buatku. Ada lomba yang bisa ikuti sendiri namun ada juga yang bisa diikuti secara bersama sama. 

Di kala aku mengikuti lomba, ada kejadian yang tak terduga. Saat itu, dua orang temanku sedang mengikuti lomba pukul air dan mata mereka ditutup kain. Kemudian salah satu di antara mereka tidak sengaja memukul peserta lomba lainnya sehingga menimbulkan kericuhan. 

Karena situasi sangat menegangkan,akhirnya perlombaan ditunda selama 1 jam oleh panitia supaya keadaan kembali kondusif. Di sisi lain, saat itu aku sedang mengikuti lomba memasukkan pensil ke dalam botol. Di detik terakhir sebelum perlombaan ditunda, aku berhasil memasukkan pensil ke dalam botol. Betapa senangnya perasaanku saat itu, tapi itu semua berubah menjadi momen yang paling menegangkan sekaligus membuat peserta lomba lainnya ketakutan.

Setelah 1 jam penundaan lomba, semua panitia meminta maaf atas situasi yang terjadi dan berjanji kejadian tersebut tidak akan terulang lagi. Dan kedua temanku yang berkelahi sudah saling memaafkan.

Akhirnya perlombaan dilanjutkan dan semua peserta merasa senang. Terlebih lagi ketika perlombaan selesai dan panitia mengumumkan nama-nama peserta yang berhasil menjadi juara 1, 2, dan 3 di perlombaan memasukkan pensil kedalam botol. Betapa kagetnya saat itu karena akulah yang menjadi juara 1 dan mendapatkan hadiah serta ucapan dari semua orang. 

Semua itu merupakan momen yang sangat berkesan untukku. 

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Pengumuman Pemenang Share Your Stories Agustus 2021
Artikel Selanjutnya
Memiliki Ayah Berdarah Jawa dan Ibu dari Sunda, Hidupku Punya Warna Berbeda