Sukses

Lifestyle

Cerita Pemuda 20 Tahunan Berjualan Bubur Ayam untuk Bahagiakan Orangtua

Fimela.com, Jakarta Bisnis kuliner menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Asalkan kita tekun dalam menjalaninya.

Hal tersebut pun dibuktikan oleh Anip, yang sukses berjualan bubur ayam gerobal tanpa rasa gengsi. Pria yang masih berusia 20 tahun ini sehari-hari berjualan di kawasan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Kisahnya pun diceritakan dalam kanal YouTube Kawan Dapur. Dari video tersebut diketahui jika sebelum membuka bubur ayamnya sendiri, Anip sempat membantu sang kaka berjualan bubur ayam selama satu tahun.

Lama kelamaan, Anip pun ingin memiliki gerobak bubur ayam sendiri. Dari situlah, ia mulai memahami resep dan cara membuat bubur. Setelah memberanikan diri, akhirnya impiannya tercapai membuka bubur ayam sendiri.

"Sebelumnya jualan ikut abang selama 1 tahun, alhamdulillah setelah setahun saya udah jualan sendiri," kata Anip dikutip dari Youtube Kawan dapur, melansir Merdeka.com.

Sejak lulus SMK, Anip telah membantu sang kakak untuk berjualan. Sebelumnya, ia pun pernah bekerja di pabrik. Namun, Anip merasa lebih nyaman untuk berjualan hingga akhirnya memiliki usaha sendiri.

"Setelah lulus (pernah) kerja di pabrik 3 bulan tapi enggak sreg, akhirnya ikut kakak ke Jakarta dagang bubur," ungkapnya.

Tidak ada rasa malu hingga memiliki omzet jutaan

Anip mengatakan jika dirinya tidak malu hingga gengsi berkeliling untuk berjualan bubur. Terpenting, ia bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah dengan cara yang halal.

"Intinya kita jangan pernah malu, jangan pernah gengsi lah. Pekerjaan apapun kita jalanin lah lakuin. Karena kodratnya lelaki itu bekerja bukan bergaya," kata Anip.

Setelah berjualan lebih dari dua tahun, Anip bisa menghabiskan lima liter bubur setiap harinya. Berjualan dari jam 6 pagi sampai jam 11 siang.

Dari kegigihannya tersebut, Anip pun mampu menghasilkankan uang jutaan rupiah setiap harinya. Meski setiap harinya penghasilannya tidak menentu.

"Alhamdulillah omset sekarang udah sampai Rp1 jutaan, tapi enggak pasti sih namanya juga jualan," kata Anip.

Semangat Anip bukan tanpa alasan, ia mengatakan hasil jerih payahnya ini untuk membahagiakan kedua orangtuanya di kampung halaman.

"Yang buat semangat terutama saya harus ngebahagiin orangtua, dari kecil kan orang tua udah nyekolahin kita, sekarang kita udah enggak sekolah gantian kita bahagiain orangtua," ungkapnya.

#elevate women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Cerita Mantan Pramugari yang Kini Jadi Pembisnis Produk Kecantikan Lokal 
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Cerita Fresh Graduate Membangun Bisnis Lokal Sepatu Bersama Sang Ayah di Masa Pandemi