Sukses

Lifestyle

Diary Fimela: Pasang Surut Jalani Bisnis Balon Keluarga yang Berikan Sentuhan Meriah di Tengah Sederhananya Pesta

Fimela.com, Jakarta Dekorasi balon sejak lama menjadi bagian dari penyelengaraan pesta. Seperti pesta ulang tahun, maupun bridal atau baby shower. Namun akibat pandemi, pesta digelar dengan sederhana dan balon memberikan suasana meriah di tengah kesederhaan sebuah pesta.

Emasurya Sarpono atau akrab disapa Ema adalah owner dari Balon Bunga, sebuah bisnis penyedia jasa dekorasi berbasis balon yang sedang naik daun. Balon Bunga adalah usaha yang dirintis oleh ibunya di tahun 1993 yang berbasis di Semarang, dan Ema merupakan business owner generasi kedua.

Berangkat dari kegemarannya akan kesenian dan berbekal ilmu desain yang dia miliki, Ema memutuskan untuk serius berkecimpung di bisnis ini. Ema mengaku bahwa saat menjalankan bisnis Balon Bunga dia dapat menyalurkan passion dan ilmu yang dimilikinya.

Sebagai bisnis keluarga, Ibunda dari Ema awalnya menjalankan bisnis ini dengan cara yang cukup tradisional, yakni dengan cara melakukan penjualan secara offline dan memasarkan produk melalui brosur yang dicetak dan dibagikan ke masyarakat sekitar. Namun setelah Ema mulai terlibat dalam menjalankan bisnis, sejumlah inovasi digital mulai dilakukan oleh Balon Bunga.

 

Rambah dunia digital

Dimulai dengan membuat akun sosial media, Whatsapp resmi untuk bisnis dan bekerjasama dengan influencer. Seiring dengan bertambahnya pelanggan dari Balon Bunga, Ema merasa perlu untuk terus berinovasi dari waktu ke waktu. Ema juga menjelaskan kalau adanya penjualan offline tetap menjadi hal penting demi menunjang kredibilitas bisnis. Karenanya saat ini Balon Bunga dapat melayani pembelian retail maupun grosir.

“Senang melihatnya apabila pelanggan kita puas dengan dekorasi yang kita buat”, ungkap Ema.

Tapi tidak jarang juga Ema menemui hal-hal yang menguji kesabaran dalam berbisnis. Mulai dari permintaan pelanggan yang tidak masuk akal sampai dengan ‘di-ghosting’ pelanggan sudah pernah dilalui. Sebagai wirausaha, Ema juga mengaku bukanlah hal yang mudah mengatur karyawan untuk melakukan proses bisnis jualan sehari-harinya secara efisien.

“Beda orang beda juga cara kita mengaturnya, apalagi banyak karyawan yang beda umurnya jauh. Jadi harus pinter-pinter menghadapinya”, jelas Ema.

 

Berdiskusi dengan pelanggan

Ema mengerti betul bahwa eksistensi digital merupakan hal yang sangat penting untuk Balon Bunga. Selain senantiasa mengikuti tren terbaru melalui media sosial dan berjualan di sejumlah marketplace, Balon Bunga juga menggunakan aplikasi Whatsapp untuk mengelola pelanggan-pelanggan yang melakukan pemesanan secara online dan juga menyediakan jasa konsultasi untuk memfasilitasi berbagai selera dekorasi yang diinginkan oleh pelanggan.

“Diskusi dengan pelanggan melalui Whatsapp sangat membantu bisnis, karena hampir kebanyakan setiap pelanggan mempunyai keinginan yang unik di tiap pesanannya. Melalui Whatsapp kita bisa tahu persis spesifikasi dekorasi seperti apa yang pelanggan inginkan” ujar Ema.

Akan tetapi, Ema mulai merasa kerepotan dengan permintaan serta chat pelanggan yang makin banyak dan beragam, seiring berkembangnya bisnis. Pada tahun 2017, Ema melihat aplikasi Selly di salah satu iklan di Instagram dan mencoba untuk mengunduh dan mulai menggunakan Selly.

 

Menggunakan bantuan aplikasi tambahan

Bagian dari GoTo Financial, Keyboard Selly merupakan keyboard berbasis aplikasi yang didesain khusus untuk memudahkan para penjual online mengelola pesanan dengan fitur auto text untuk mudah menyimpan berbagai template jawaban.

Ema juga beberapa kali telah merekomendasikan Selly kepada teman-teman di komunitas dekorator balon yang dia ikuti, bahkan sampai membuat video tutorial yang dibagikan kepada teman-teman komunitasnya. Hal ini mengingat dengan dukungan Selly, Balon Bunga mengalami kenaikan transaksi penjualan selama pandemi hingga 50% dari tahun 2020 ke 2021.

Ke depan, Ema bertekad untuk terus berinovasi agar Balon Bunga dapat menjadi lebih besar lagi dan dapat memberikan kebahagiaan ke lebih banyak pelanggan. Dia juga berpesan kepada para teman-teman pengusaha yang baru merintis untuk tidak takut memulai berbisnis.

What's On Fimela
Loading