Sukses

Lifestyle

Lestarikan Budaya Indonesia, Pameran Jagantara Hadirkan Mainan Tradisional hingga Jajanan Masa Kecil

Fimela.com, Jakarta Sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa, tetapi juga keanekaragaman budayanya. Banyak warisan budaya Indonesia memberikan kebanggaan bagi Indonesia di mata dunia.

Di tengah gempuran budaya asing, budaya Indonesia tentu perlu dijaga agar tidak lupa akan nilai-nilai luhur warisan budaya nenek moyang. Salah satu yang memiliki peranan penting dalam melestarikan budaya adalah generasi muda.

Untuk itu, Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation, menggelar pameran Jagantara atau Jaga Warisan Nusantara. Digelar di Ashta District 8 SCBD mulai 29 Juli-21 Agustus 2022, pameran ini bertujuan untuk mengajak anak muda mengenal lebih budaya Indonesia.

“Kami mengajak generasi muda untuk sama-sama ikut melestarikan budaya Indonesia, mulai dari seni, wastra Nusantara, hingga kuliner. Sebisa mungkin, kemanapun kita pergi, budaya bangsat tetap harus melekat dalam diri kita,” ujar Yanti dalam acara konferensi pers Jagantara di Ashta District 8 SCBD, Rabu (3/8/2022).

Senada dengan Yanti, Raffi Ahmad selaku salah satu Founder WBI Foundation mengatakan bahwa dengan banyaknya budaya yang Indonesia miliki, sudah sepatutnya kita bersama-sama menjaganya.

“Bukan dari nenek moyang kita aja yang mensosialisasikan warisan budaya, kita juga yang muda juga harus sama-sama melestarikannya. Karena kalau bukan kita siapa lagi,” kata Raffi Ahmad.

Hadir dengan Konsep Kekinian

Dalam pelaksanaanya, pameran Jagantara berupaya mendekatkan budaya Indonesia dengan kehidupan anak muda. Oleh karena itu, pihak yang terlibat dalam pameran ini didominasi oleh generasi muda.

“Kami ingin generasi muda jangan sungkan untuk membuat karya-karya. Jadi kami membuat acara yang dekat dengan anak-anak muda. Tim kurasi kami juga memilih karya anak muda yang belum sempat diperlihatkan ke publik,” tutur Yanti.

Selain itu, pameran Jagantara ini juga dikemas dengan taste anak muda, sehingga generasi penerus bangsa bisa mengenal budaya Indonesia karena dekat dengan kehidupan mereka. Mulai dari pemilihan venue di Ashta District 8 SCBD Jakarta, menghadirkan guest star dan live DJ, hingga menghadirkan koleksi fashion yang memadukan etnik dan modernisasi.

“Kami kemas Jagantara sedemikian rupa agar anak muda tertarik dengan budaya Indonesia. Ini merupakan langkah yang baik untuk melestarikan budaya dengan gaya kekinian tapi tetap tidak menghilangkan nilai dari budaya itu sendiri,” kata Gista Wishnutama, Founder WBI Foundation.

Hadirkan Ragam Warisan Budaya Nusantara

Selain konsepnya yang kekinian, tenant-tenant yang dihadirkan dalam pameran ini juga didominasi oleh karya anak muda. Setidaknya lebih dari 60 persen tenant yang dihadirkan di pameran ini merupakan produk karya anak muda.

Di bidang wastra, hadir aneka produk fashion dari brand lokal kenamaan seperti di antaranya Sejauh Mata Memandang, Wilsen Willim, dan Bin House.

Hadir pula aneka produk kerajinan dan keperluan interior yang dibuat sesuai dengan kebutuhan gaya hidup pada saat ini, yang mengutamakan kepraktisan tetapi tetap memiliki sentuhan indonesia

Di bidang kuliner, pameran Jagantara juga mengenalkan keberagaman kuliner Indonesia melalui pasar rakyat yang berlokasi di Spac8 atau tepatnya lantai UG Ashta District 8. 

Di sana, pengunjung dapat menjumpai aneka kuliner khas Indonesia, mainan tradisional seperti congklak, hingga jajanan jadul yang membawamu nostalgia masa kecil.

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa melihat benda bersejarah berupa buku resep kuno yang berusia 1 abad lebih di pasar rakyat. Buku resep yang dicetak pada 1857 hingga era kemerdekaan RI itu kondisinya masih sangat baik hingga sekarang.

Di bidang seni dan budaya, pameran ini juga memutar beberapa sinema karya anak bangsa yang memiliki sentuhan budaya dalam kemasannya. Setiap akhir pekan pengunjung bisa menyaksikan sinema Indonesia yang pernah populer pada masanya di bioskop, seperti film Tiga Dara dan Arisan.

Instalasi Raksasa

Kemeriahan pameran Jagantara tidak berhenti sampai di situ saja. Para pengunjung yang hadir dapat melihat pohon Jagantara, sebuah instalasi pohon raksasa yang berhiaskan kain-kain indah dari berbagai daerah di Indonesia.

Ada juga instalasi Heritage Diplomacy, yang menghadirkan 8 karya desainer Indonesia menggunakan bahan wastra dari berbagai daerah di Indonesia, seperti songket Sumatera Barat, Tenun Sumba, dan Batik Cirebon. Kain-kain tradisional ini dipadukan dengan cantik dalam rancangan yang mengambil inspirasi dari mancanegara. Seperti Jepang, India, Polandia dan Meksiko.

Melalui pameran ini, WBI berharap nilai-nilai budaya di Indonesia dapat terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi yang akan datang. Sehingga kekayaan budaya Indonesia tidak hanya dikagumi sebagai mahakarya semata, tetapi juga bisa menjadi devisa negara dan membawa kesejahteraan bagi pelaku budaya.

What's On Fimela
Loading