Sukses

Lifestyle

Apa itu Pemikiran Konservatif? Berikut Penjelasan dan Prinsipnya

Fimela.com, Jakarta Konservatif adalah sebuah filosofi budaya, sosial, dan politik yang berupaya mempromosikan dan melestarikan institusi dan praktik tradisional. Orang yang memiliki sikap atau pemikiran konservatif seringkali dianggap kolot dan ketinggalan zaman.

Melansir dari plato.stanford.edu, konservatif mengkritik saingan mereka untuk membuat alasan melebih-lebihkan kekuatan nalar teoretis dan kesempurnaan manusia. Pemikiran konservatif biasanya didasarkan pada apa yang mereka anggap sebagai pengalaman daripada alasan.

Orang yang memiliki pemikiran konservatif beranggapan bahwa sesuatu yang ideal dan praktis tidak dapat dipisahkan. Mengutip dari kirkcenter.org, sikap konservatif ditopang oleh kumpulan sentimen, bukan sistem dogma ideologis. 

Hampir benar bahwa seorang konservatif dapat didefinisikan sebagai orang yang menganggap dirinya seperti itu. Berikut merupakan beberapa prinsip konservatif:

1. Tatanan Moral yang Tahan Lama

Kaum konservatif percaya bahwa ada tatanan moral yang bertahan lama. Mereka percaya bahwa tatanan tersebut dibuat untuk manusia, dan manusia dibuat untuk tatanan itu. Kodrat manusia adalah konstan dan kebenaran moral bersifat permanen. Urutan tatanan yang dipercayai oleh kaum konservatif menandakan keharmonisan. Kaum konservatif percaya semua masalah sosial yang pada dasarnya merupakan moralitas pribadi.

Konservatif merupakan sebuah masyarakat dimana pria dan perempuan diatur oleh kepercayaan pada tatanan moral yang bertahan lama, oleh rasa benar dan salah yang kuat, oleh keyakinan pribadi tentang keadilan dan kehormatan yang menentukan apakah akan menjadi masyarakat yang baik atau tidak.

 

2. Konservatif Menganut Kebiasaan, Konvensi, dan Kontinuitas

Orang yang memiliki pemikiran konservatif percaya bahwa kebiasaan lamalah yang memungkinan mereka untuk hidup bersama dnegan damai. Sementara itu, melalui konvensi mereka dapat merancang untuk menghindari perselisihan terus-menerus tentang hak dan kewajiban. Terakhir adalah kontinuitas yakni sarana untuk menghubungkan generasi ke generasi; itu sama pentingnya bagi masyarakat seperti halnya bagi individu; tanpanya, hidup tidak berarti.

3. Konservatif Percaya soal Prinsip Persepsi

Konservatif merasakan bahwa orang modern adalah orang kerdil di pundak raksasa. Oleh karena itu, kaum konservatif sangat sering menekankan pentingnya persepsi yaitu hal-hal yang dibentuk oleh penggunaan yang tidak dapat diingat, sehingga pikiran manusia tidak melakukan sebaliknya. Konservatif berpendapat bahwa tidak mungkin orang modern dapat membuat penemuan baru yang berani dalam moral, politik, ataupun selera. 

4. Konservatif Dipandu oleh Prinsip Kehati-Hatian Mereka.

Menurut Burke, kehati-hatian merupakan hal yang utama bagi para pemikir konservatif. Tindakan publik apa pun harus dinilai berdasarkan kemungkinan konsekuensi jangka panjangnya, bukan hanya berdasarkan keuntungan atau popularitas sementara. Konservatif menyatakan bahwa dia bertindak hanya setelah melakukan refleksi yang cukup dan setelah mempertimbangkan konsekuensinya. Reformasi mendadak menurut mereka sama berbahayanya dengan operasi mendadak dan asal tebas.

Dampak Konservatif

Melansir dari Liputan6.com, berikut merupakan beberapa dampak baik dan buruk bagi orang yang memiliki pemikiran konservatif:

1. Dampak Baik

  • Tradisi dapat terus dilestarikan.
  • Tidak mudah mendapat pengaruh buruk dari pemikiran baru.

2. Dampak Buruk

  • Sulit mendapat kemajuan karena sulit menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru.
  • Menjalani hidup yang monoton.
  • Dipandang kolot oleh orang-orang di sekitarnya.
  • Sulit diajak kompromi.
  • Sulit mendapat kepercyaan dari orang lain.
  • Hanya bisa hidup dengan mengandalkan apa saja yang dipercaya di masa lalu seperti hal-hal tradisional. Meskipun perkembangan zaman di masa sekarang sudah lebih mempermudah hidup dengan keberadaan teknologi yang terbarukan.
  • Tidak mudah menerima ideologi baru meskipun zaman sudah berganti.
  • Pemikiran yang dianut akan dianggap tidak mampu memberikan solusi yang tepat bagi orang lain.

 

 

Penulis: Frida Anggi Pratasya

#Women for Women

What's On Fimela
Loading