Sukses

Lifestyle

Cara Mengendalikan Emosi dan Kemarahan Ketika Situasi Sedang Kacau

Fimela.com, Jakarta Emosi adalah suatu reaksi tubuh menghadapi situasi tertentu. Salah satu bentuk emosi adalah kemarahan. Biasanya kemarahan muncul kalau kamu merasa kesal atau dihadapkan pada situasi yang memicu kemarahanmu. Misalnya kamu harus menunggu lama padahal kamu tidak punya waktu lama, atau temanmu menghinamu.

Melepaskan amarah memang terasa lega, namun tidak jarang juga berujung pada rasa penyesalan. Selain itu, melepaskan emosi amarah hanya akan membuat batinmu tersakiti. Bahkan ada juga penelitian yang mengungkapkan kalau marah bisa menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Ada pula ungkapan yang menjelaskan kalau marah-marah hanya akan membuat cepat tua.

Tidak mau kan cepat tua atau menderita beberapa penyakit hanya karena kamu sering melepaskan amarah? Kalau begitu, cobalah untuk mengendalikan amarahmu. Bagaimana caranya? Yuk simak dan ikuti caranya berikut ini.

1. Mengatur Nafas

Menarik napas dalam-dalam adalah salah satu cara ampuh untuk meredakan emosi. Robert Nicholson, Ph.D., asisten dosen di Saint Louis University, Amerika Serikat, menyatakan saat marah tubuh menjadi tegang. Untuk merilekskannya kembali dan menurunkan ketegangan ini, kamu perlu menarik napas dalam-dalam. Pasalnya, memasok oksigen lebih banyak ke dalam tubuh membantunya untuk melepaskan ketegangan.

Pejamkan mata secara perlahan lalu tarik napas dalam-dalam. Caranya dengan menghirupnya dari hidung dan mengeluarkannya secara perlahan dari mulut. Ulangi teknik meditasi sederhana ini sebanyak tiga hingga lima kali atau sampai kamu merasa jauh lebih baik.

 

 

 

2. Berjalan-jalan

Saat emosi sedang memuncak, cobalah untuk bangkit dari duduk dan berjalan-jalan sejenak menjauhi sumber kemarahan kamu. Olahraga bisa menjadi penghilang stres dan emosi yang cukup ampuh. Berjalan kaki termasuk olahraga ringan yang bisa menjadi pilihan untuk memancing tubuh melepaskan hormon endorfin atau yang disebut dengan hormon bahagia. Dengan berjalan-jalan sejenak dan menjauh dari sumber kekesalan, kamu bisa berpikir lebih jernih. Selain itu, cara ini juga membantu kamu untuk menemukan pandangan-pandangan baru yang mungkin bisa menjadi solusi masalah yang sedang dihadapi. Tidak perlu berlama-lama, berjalan selama lima menit di ruangan terbuka sudah cukup bisa memberikan kamu ketenangan.

3. Tekan titik tertentu di tubuh

Daniel Hsu, seorang ahli akupunktur dan pengobatan tradisional di New York menyatakan, menekan titik tertentu di tubuh bisa merilekskan sistem saraf. Saat marah dan juga stres, saraf akan menegang. Untuk dapat mengembalikannya pada kondisi normal, kamu perlu menekan titik-titik utama di kepala, wajah, dan tangan yang dekat dengan kumpulan saraf.

Cobalah tekan bagian dalam telapak tangan yang terletak di antara ibu jari dan telunjuk. Tekan secara perlahan dengan ibu jari dan rasakan sentuhannya. Diamkan selama kurang lebih 10 detik dan ulangi cara ini pada bagian tangan lainnya. Kamu juga bisa menekan berbagai titik telapak tangan cukup dengan ibu jari.

4. Rilekskan otot-otot yang tegang

Untuk meredam emosi yang menguasai diri, kamu bisa merilekskan semua kelompok otot yang tegang. Cara yang satu ini sangat mudah dan bisa dilakukan kapan saja. Bahkan, latihan ini bisa melepaskan hampir semua ketegangan yang kamu rasakan di tubuh dalam hitungan detik. Dengan begitu, kamu jauh lebih tenang dan mampu menghadapi situasi dengan kepala dingin.

Caranya mudah, regangkan semua otot di tubuh dari mulai kepala hingga kaki. Misalnya, gerakkan bahu ke belakang perlahan, putar leher searah atau berlawanan jarum jam, lemaskan tungkai kaki dengan cara memutarnya. Selain itu, putar tubuh ke kanan dan ke kiri untuk merilekskan otot pinggul dan punggung kamu.

5. Dengarkan musik yang menenangkan

Tahukah kamu kalau ritme internal tubuh ternyata mengikuti irama musik yang sedang kamu dengar. Saat sedang marah, cobalah untuk mendengarkan musik dengan irama yang menenangkan agar tubuh juga secara tidak langsung mengikuti ritmenya. Dengan begitu, napas dan detak jantung kamu akan melambat kembali ke kondisi normal, bahkan lebih rileks dari sebelumnya.

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengendalikan emosimu. Yuk cobain agar tidak menjadi pribadi yang pemarah.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading