Sukses

Lifestyle

7 Sikap agar Batin Tenang meski Trauma Masa Lalu Belum Hilang

Fimela.com, Jakarta Ingatan buruk masa lalu atau trauma masa lalu sering kali menjadi bayangan yang terus menghantui kehidupan seseorang. Kenangan tersebut bisa membawa dampak negatif yang mempengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan. Untuk dapat mencapai ketenangan batin, diperlukan usaha dan sikap yang tepat. Dengan mengadopsi sikap yang tepat, kita bisa mencapai ketenangan batin meski ingatan buruk masih menghantui.

Berikut adalah tujuh sikap yang bisa membantumu mencapai ketenangan batin meskipun belum bisa melupakan ingatan buruk masa lalu. Selengkapnya, simak uraiannya di bawah ini, ya Sahabat Fimela.

 

 

1. Sikap Berlapang Dada Menerima Realitas yang Tak Bisa Diubah

Mengutip buku The Book of Everyday Things, "Memang, pada umumnya kita masih mengingat masa kecil dengan jelas, dan dalam banyak hal, kita tumbuh dewasa disertai ingatan tentang apa yang terjadi pada kita Ketika masih kecil. Bahkan sebagai orang dewasa, kita terus-menerus merujuk ke masa lalu untuk menjelaskan atau membenarkan mengapa kita bertindak atau berperilaku tertentu, seolah-olah hidup kita adalah kelanjutan dari cerita yang kita ceritakan pada diri kita sendiri, dan jika kita tidak memilikinya berarti jati diri kita seakan hilang."

Sikap pertama yang perlu dikembangkan adalah berlapang dada menerima realitas yang tidak bisa diubah. Menerima kenyataan bahwa masa lalu tidak bisa diubah adalah langkah awal yang penting. Ketika kita terus-menerus melawan realitas, kita hanya akan menambah beban mental. Dengan menerima kenyataan, kita bisa mengalihkan energi kita untuk hal-hal yang lebih positif.

Berlapang dada bukan berarti pasrah tanpa usaha. Ini berarti menerima apa yang sudah terjadi dan mencari cara untuk hidup dengan damai meski dengan adanya kenangan buruk. Sikap ini juga melibatkan penerimaan terhadap diri sendiri, bahwa kita pernah mengalami hal buruk, dan itu adalah bagian dari perjalanan hidup kita.

 

 

2. Sikap Memaafkan Semuanya dan Segalanya dengan Perlahan

Memaafkan adalah proses yang membutuhkan waktu dan kesabaran. Memaafkan bukan berarti melupakan atau membiarkan kesalahan terus terjadi, melainkan melepaskan beban emosi negatif yang mengikat kita pada masa lalu.

Memaafkan diri sendiri adalah langkah awal yang penting. Sering kali, kita menyalahkan diri sendiri atas kejadian buruk yang menimpa kita. Dengan memaafkan diri sendiri, kita memberi kesempatan kepada diri untuk belajar dan tumbuh dari kesalahan.

Selain itu, memaafkan orang lain yang terlibat dalam ingatan buruk juga penting. Ini bukan untuk membenarkan tindakan mereka, tetapi untuk membebaskan diri kita dari dendam dan rasa sakit yang berlarut-larut.

 

 

3. Sikap Lebih Menyayangi Diri Sendiri

Menyayangi diri sendiri adalah fondasi penting untuk mencapai ketenangan batin. Sikap ini melibatkan menghargai diri sendiri, merawat diri dengan baik, dan tidak membiarkan diri terjebak dalam perasaan negatif yang berkepanjangan.

Bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri bisa berupa memberikan waktu untuk diri sendiri, melakukan aktivitas yang disukai, atau sekadar berbicara positif kepada diri sendiri. Ketika kita lebih menyayangi diri sendiri, kita akan lebih mampu menghadapi kenangan buruk dengan sikap yang lebih positif dan konstruktif.

 

 

4. Sikap Bertanggung Jawab atas Pilihan Hidup

Sikap bertanggung jawab atas pilihan hidup adalah langkah penting dalam meraih ketenangan batin. Ini berarti kita menyadari bahwa kita memiliki kendali atas bagaimana kita merespons setiap kejadian dalam hidup kita.

Dengan mengambil tanggung jawab, kita berhenti menyalahkan keadaan atau orang lain atas apa yang terjadi. Kita fokus pada apa yang bisa kita lakukan sekarang untuk memperbaiki keadaan dan menjalani hidup dengan lebih baik.

Sikap ini juga mengajarkan kita untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana di masa depan, sehingga kita bisa meminimalkan risiko menghadapi pengalaman buruk serupa.

 

 

5. Sikap Peduli terhadap Kesejahteraan Fisik dan Mental

Kesejahteraan fisik dan mental adalah dua hal yang saling berkaitan. Untuk mencapai ketenangan batin, kita perlu menjaga keduanya dengan baik. Melakukan olahraga secara rutin, makan makanan yang sehat, dan mendapatkan istirahat yang cukup adalah cara-cara sederhana untuk menjaga kesejahteraan fisik.

Selain itu, menjaga kesehatan mental juga penting. Ini bisa dilakukan dengan bermeditasi, mengikuti konseling, atau sekadar berbicara dengan orang yang dipercaya. Ketika kesejahteraan fisik dan mental terjaga, kita akan lebih mampu menghadapi kenangan buruk dengan kepala dingin dan hati yang tenang.

 

 

6. Sikap Mau Memetik Hikmah dari Pengalaman yang Ada

Setiap pengalaman, baik buruk maupun baik, selalu membawa hikmah yang bisa dipetik. Sikap mau memetik hikmah dari pengalaman yang ada berarti kita melihat setiap kejadian sebagai pelajaran hidup yang berharga.

Dengan mencari dan memahami hikmah dari pengalaman buruk, kita bisa menemukan makna dan pembelajaran yang bisa digunakan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Sikap ini membantu kita untuk tidak terjebak dalam kesedihan atau penyesalan yang berkepanjangan, melainkan bangkit dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana.

 

 

7. Sikap Berfokus Jalani Masa Kini Sebaik Mungkin

Sikap terakhir yang tidak kalah penting adalah berfokus menjalani masa kini sebaik mungkin. Masa lalu adalah sesuatu yang sudah berlalu dan tidak bisa diubah, sementara masa depan adalah sesuatu yang belum pasti. Oleh karena itu, yang paling penting adalah apa yang kita lakukan saat ini.

Dengan berfokus pada masa kini, kita bisa menikmati setiap momen yang ada dan mengisinya dengan hal-hal yang positif. Sikap ini juga membantu kita untuk tidak terlalu khawatir tentang masa depan atau terjebak dalam bayangan masa lalu. Ketika kita berfokus pada saat ini, kita memberi kesempatan pada diri sendiri untuk hidup dengan lebih tenang dan bahagia.

Menghadapi ingatan buruk masa lalu memang bukan perkara mudah, namun dengan mengembangkan tujuh sikap di atas, kita bisa mencapai ketenangan batin yang lebih baik.

Menerima realitas, memaafkan, menyayangi diri sendiri, bertanggung jawab atas pilihan hidup, peduli terhadap kesejahteraan fisik dan mental, memetik hikmah dari pengalaman, dan berfokus menjalani masa kini adalah langkah-langkah penting untuk meraih kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup.

Mari mulai menerapkan sikap-sikap ini dalam kehidupan sehari-hari, ya Sahabat Fimela dan lihat perubahan positif yang terjadi pada diri kita.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading