Sukses

Lifestyle

Reality Game Show Edukatif dengan Tantangan Aktivitas Sehari-hari di Head & Shoulders Scalpvengers

Fimela.com, Jakarta - Head & Shoulders Indonesia kembali menghadirkan terobosan baru dalam cara berkomunikasi dengan konsumennya. Melalui reality game show bertajuk Head & Shoulders Scalpvengers, brand sampo anti-ketombe ini mengajak masyarakat melihat langsung bagaimana aktivitas sehari-hari di kota besar dapat memengaruhi kondisi kulit kepala, sekaligus membuktikan ketahanan perlindungan dari produk Head & Shoulders, bahkan di hari tidak keramas.

Program yang ditayangkan dalam beberapa episode di media sosial Head & Shoulders sejak Desember 2025 ini menggabungkan unsur hiburan, tantangan fisik, dan edukasi kesehatan kulit kepala dalam satu kemasan yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia, khususnya generasi usia produktif dengan mobilitas tinggi. Mulai dari paparan panas, debu, polusi, hingga aktivitas padat, semuanya menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi para peserta.

Lewat pendekatan yang lebih relevan dengan gaya hidup digital, Head & Shoulders tidak hanya ingin menyampaikan pesan produk, tetapi juga membangun kesadaran bahwa masalah ketombe dan gatal bukan semata soal kebersihan pribadi, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan rutinitas harian yang sulit dihindari.

Reality Game Show Pertama Head & Shoulders yang Libatkan Publik dan Public Figure

Scalpvengers menjadi reality game show self-produced pertama dari Head & Shoulders Indonesia. Program ini diawali dengan audisi terbuka di media sosial yang mengajak masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi secara langsung. Dari proses tersebut, terpilih enam peserta yang kemudian dipasangkan dengan enam public figure, yaitu El Rumi, Zara Adhisty, Mario Caesar, Gilang Samiadji, Boah Sartika, dan Aul, lalu dibagi ke dalam enam tim.

Setiap tim harus menyelesaikan tantangan yang terinspirasi dari aktivitas masyarakat urban, seperti:

Babak Draktor (Drama ke Kantor): simulasi meeting di atas motor pada siang hari

Babak Pedas Cermat: menyantap makanan pedas di kantin terbuka

Tantangan-tantangan ini dirancang untuk memicu kondisi yang kerap memperparah masalah kulit kepala, seperti panas, keringat, serta produksi minyak berlebih. Selain menguji ketahanan fisik dan kerja sama tim, tantangan juga merepresentasikan tekanan aktivitas harian yang sering kali tidak bisa dihindari oleh masyarakat kota besar.

Alasan Memilih Format Reality Game Show

Dalam acara exclusive media screening episode final, Ayu Aradhita, Brand Director Haircare P&G Indonesia, menjelaskan bahwa konsep Scalpvengers lahir dari realitas konsumen Indonesia yang mayoritas berada di usia produktif dengan aktivitas tinggi.

“Sekitar 70% populasi Indonesia berada di usia produktif dengan aktivitas tinggi, commuting, serta paparan panas dan polusi. Kondisi ini meningkatkan risiko ketombe. Kami ingin menyampaikan bahwa solusi bisa dimulai dari perawatan kulit kepala yang tepat, khususnya dengan Head & Shoulders varian Supercool.”

Ia juga menambahkan bahwa format hiburan dipilih agar pesan lebih mudah diterima, terutama oleh generasi muda yang kini lebih banyak mengakses konten melalui media sosial.

Attention span Gen Z sangat singkat. Karena itu kami memilih reality game show yang dekat dengan keseharian mereka dan ditayangkan di platform yang mereka konsumsi setiap hari seperti TikTok dan Instagram. Kami ingin menyampaikan pesan lewat hiburan yang relevan.”

Pendekatan ini diharapkan dapat membuat edukasi mengenai kesehatan kulit kepala terasa lebih natural dan tidak menggurui, karena disampaikan melalui cerita dan tantangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

Aktivitas Harian Memicu Ketombe Menurut Medis

Dari sisi medis, dr. Kevin Mak menjelaskan bahwa kulit kepala memiliki perlindungan alami berupa minyak dan lemak baik untuk menjaga kelembapan sekaligus menghambat pertumbuhan jamur.

“Saat rambut terpapar debu, panas, keringat, dan minyak sepanjang hari, kotoran bisa turun sampai ke kulit kepala. Jika dibiarkan, jamur Malassezia bisa berkembang dan memicu ketombe, baik kering maupun basah. Aktivitas harian di kota besar memang sangat relevan sebagai pemicu ketombe.”

Ia menambahkan bahwa teknologi terbaru dalam sampo menjadi penting untuk mengatasi masalah ini secara optimal, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi dan jarang bisa menghindari paparan polusi.

“Masalah sampo anti-ketombe biasanya ada pada efektivitas kandungan atau cara penggunaan. Teknologi terbaru dari Head & Shoulders hadir untuk menjawab dua tantangan tersebut.”

Perlindungan 48 Jam, Menyesuaikan Kebiasaan Konsumen Indonesia

Menanggapi kebiasaan masyarakat yang tidak selalu keramas setiap hari, Ayu Aradhita menegaskan bahwa Head & Shoulders menyesuaikan inovasinya dengan realita konsumen Indonesia.

“Banyak orang Indonesia keramas dua hari sekali. Karena itu, perlindungan hingga 48 jam penting agar di hari kedua, perlindungan dari Head & Shoulders tetap bekerja mencegah ketombe dan gatal tanpa harus mengubah kebiasaan.”

Inilah alasan peserta juga dibekali Scalpvengers Kit berisi Head & Shoulders Cool Menthol Formula Baru sebelum kompetisi untuk menjaga kondisi kulit kepala selama tantangan berlangsung, sekaligus membuktikan ketahanan produk dalam situasi nyata.

Testimoni Peserta: Bebas Ketombe di Tengah Aktivitas Padat

Salah satu KOL sekaligus peserta, Mario Caesar, membagikan pengalamannya selama mengikuti Scalpvengers dan menjalani berbagai tantangan di luar ruangan.

“Di salah satu episode ada pemeriksaan kulit kepala, dan hasilnya kulit kepala saya benar-benar bebas ketombe. Jadi memang terbukti, Head & Shoulders bisa bikin kepala bebas ketombe dan gatal bahkan di hari tidak keramas.”

Testimoni ini memperkuat pesan utama kampanye bahwa perlindungan kulit kepala tetap dapat optimal meski aktivitas padat dan jadwal keramas tidak selalu setiap hari.

Varian dan Harga Head & Shoulders di Indonesia

Head & Shoulders hadir dalam tujuh varian, yaitu: Menthol Dingin, Lemon Segar, Selembut Sutra, Anti Apek, Itch Care, Anti-Bacterial, dan Anti Hair Fall.

Produk tersedia di e-commerce, supermarket, dan minimarket dengan harga ritel yang disarankan:

  • Rp34.500 (160 ml)
  • Rp59.500 (300 ml)
  • Rp69.900 (400 ml)

Penulis: Siti Nur Arisha

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading