Sukses

Lifestyle

Panduan Praktis Olah Kulit Bawang Merah Jadi Pupuk Cair untuk Rumah

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kulit bawang merah yang biasa berakhir di tempat sampah ternyata bermanfaat sebagai pupuk cair alami yang praktis dibuat di rumah. Cara membuat pupuk dari kulit bawang merah hanya membutuhkan dua bahan: kulit bawang dan air. Kandungan kalium dan sulfur pada kulit bawang dipercaya membantu pertumbuhan tanaman, mulai dari akar hingga daun.

Selain itu, kulit bawang merah disebut membantu pertumbuhan akar serta merangsang munculnya bunga, dan kandungan tersebut juga dipercaya membantu tanaman lebih tahan terhadap gangguan hama tertentu.

Proses pembuatannya tanpa bahan kimia tambahan. Kulit bawang cukup direndam beberapa hari hingga air berwarna kecokelatan, umumnya dua sampai tiga hari sampai air berubah cokelat muda sebagai tanda nutrisi mulai larut. Air rendaman inilah yang digunakan sebagai pupuk cair.

Langkah Awal: Kumpulkan dan Keringkan Kulit Bawang

Mulailah dengan mengumpulkan kulit bawang merah dari sisa memasak harian. Simpan sedikit demi sedikit di dalam toples atau kantong kertas hingga jumlahnya cukup. Semakin banyak kulit yang terkumpul, semakin pekat hasil pupuk cair yang akan diperoleh.

Setelah terkumpul, jemur kulit bawang di bawah sinar matahari selama satu hingga dua hari. Penjemuran membantu mengeringkan kulit dan mencegah pertumbuhan jamur saat disimpan.

Simpan kulit bawang yang sudah kering di wadah tertutup rapat agar terhindar dari kelembapan. Langkah ini menjaga bahan tetap baik hingga masuk ke tahap perendaman.

Cara Membuat Pupuk dari Kulit Bawang Merah: Rendam, Saring, Simpan

Siapkan wadah bersih seperti toples kaca atau ember kecil. Masukkan segenggam kulit bawang kering, lalu tuangkan air bersih hingga seluruh kulit terendam. Perbandingan yang umum digunakan adalah satu genggam kulit bawang untuk satu liter air.

Tutup wadah menggunakan kain atau tutup berlubang agar udara tetap dapat masuk selama proses fermentasi. Letakkan di tempat teduh, jauh dari sinar matahari langsung.

Diamkan rendaman selama dua sampai tiga hari. Air akan berubah warna menjadi cokelat muda sebagai tanda bahwa nutrisi dari kulit bawang telah larut ke dalam air.

Setelah perendaman selesai, saring air menggunakan kain tipis atau saringan teh untuk memisahkan cairan dari ampas. Pastikan tidak ada sisa kulit tertinggal agar proses penyiraman berjalan lancar. Pindahkan cairan pupuk ke botol atau wadah bersih yang mudah dituang.

Karena tidak mengandung pengawet, gunakan pupuk cair ini dalam waktu dekat. Simpan di tempat sejuk dan hindari paparan matahari langsung supaya kualitasnya tetap terjaga.

Pemakaian Aman pada Tanaman dan Pengolahan Ampas

Sebelum digunakan, encerkan pupuk cair kulit bawang dengan air biasa dengan perbandingan satu banding dua. Pengenceran membantu mencegah kelebihan nutrisi yang dapat merusak akar. Siramkan campuran langsung ke media tanam, bukan pada daun atau batang.

Lakukan penyiraman setiap satu hingga dua minggu sekali. Waktu terbaik untuk menyiram adalah pagi atau sore saat cuaca tidak terlalu terik. Cara ini cocok diterapkan pada tanaman hias, sayuran, maupun tanaman dalam pot di rumah.

Air rendaman kulit bawang umumnya aman untuk tanaman hias, sayuran, dan tanaman pot. Meski begitu, penggunaan tetap perlu diencerkan agar tanaman tidak mengalami kelebihan nutrisi.

Dalam sebulan, pupuk cair kulit bawang cukup digunakan dua sampai empat kali. Penggunaan yang terlalu sering berisiko membuat tanah menjadi terlalu asam bagi tanaman.

Kulit bawang merah juga bisa langsung dicampurkan ke media tanam atau kompos tanpa direndam lebih dulu. Namun, proses penguraiannya akan berlangsung lebih lama dibanding kulit bawang yang sudah direndam.

Ampas kulit bawang sisa penyaringan jangan dibuang. Campurkan dengan sisa sampah dapur lain seperti sayuran busuk ke dalam wadah kompos untuk mengurangi sampah rumah tangga sekaligus menambah kesuburan tanah. Aduk setiap beberapa hari sekali agar penguraian merata dan tidak menimbulkan bau. Kompos yang sudah matang biasanya berwarna gelap dan berbau seperti tanah, dan dapat dicampurkan langsung ke media tanam.

Bahan Dapur Lain yang Bisa Jadi Pupuk Alami

Selain kulit bawang merah, ada beberapa sisa bahan masakan yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk rumahan. Bahan-bahan ini menyimpan unsur hara penting dan mudah diolah di rumah sehingga membantu merawat tanaman sekaligus mengurangi sampah.

  • Cangkang Telur: Mengandung kalsium untuk memperkuat batang dan akar. Haluskan lebih dulu agar cepat terurai dan mudah menyatu dengan tanah.
  • Kulit Pisang: Kaya kalium dan cocok direndam menjadi pupuk cair. Siramkan ke tanaman berbunga untuk membantu proses pembungaan berlangsung lebih optimal setiap musim.
  • Ampas Kopi: Membantu menyuburkan tanah dan menambah kandungan nitrogen alami. Bisa ditaburkan langsung di sekitar media tanam atau dicampurkan ke kompos rumahan.
  • Kulit Kentang: Keringkan lebih dulu sebelum dicampurkan ke media tanam sebagai pupuk. Pengeringan membantu kulit kentang lebih cepat terurai dan tidak menimbulkan bau saat mulai membusuk.
  • Sisa Sayuran: Dapat dijadikan kompos bersama bahan dapur lain yang sudah terkumpul untuk menambah unsur hara sekaligus mengurangi sampah rumah tangga.
  • Cangkang Kacang: Cocok dihaluskan sebagai campuran pupuk kering. Tekstur kasarnya membantu memperbaiki aerasi tanah sehingga akar dapat bernapas lebih baik.
  • Air Cucian Beras: Mengandung vitamin dan mineral bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Dapat langsung disiramkan ke media tanam tanpa diolah lebih lanjut, cukup gunakan air cucian pertama.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading