Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernah merasa seseorang tiba-tiba berubah saat sedang dekat denganmu? Awalnya komunikasi terasa lancar, tetapi lama-kelamaan dia lebih sering melihat ponsel, menjaga jarak, atau seperti mencari alasan untuk mengakhiri percakapan. Situasi seperti ini memang bisa bikin bertanya-tanya, apalagi kalau kamu sudah mulai berharap hubungan tersebut berjalan ke arah yang lebih serius.
Bahasa tubuh bisa menjadi salah satu hal yang membantu kamu memahami situasi, terutama ketika seseorang tidak menyampaikan perasaannya secara langsung. Meski begitu, jangan buru-buru menganggap satu gerakan sebagai tanda pasti bahwa dia tidak tertarik. Setiap orang punya kebiasaan, cara berkomunikasi, dan tingkat kenyamanan yang berbeda.
Jadi, Sahabat Fimela, daripada sibuk menebak-nebak setiap gerakannya, coba lihat pola yang muncul dari waktu ke waktu. Kalau sikap menjaga jarak terus muncul bersamaan dengan komunikasi yang makin minim, mungkin sudah waktunya kamu untuk mundur. Berikut 10 bahasa tubuh yang bisa kamu perhatikan saat PDKT, versi Fimela.com, Kamis (20/8).
Advertisement
Advertisement
1. Jarang Melakukan Kontak Mata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5029791/original/019445400_1732949303-ciri-pria-serius-pdkt.jpg)
Kontak mata memang sering menjadi bagian dari percakapan ketika seseorang merasa nyaman berinteraksi. Kalau dia terus mengalihkan pandangan, lebih sibuk melihat sekitar, atau berkali-kali mengecek ponsel ketika kamu sedang berbicara, wajar kalau kamu mulai merasa ada yang berbeda.
Namun, Sahabat Fimela, jangan langsung menyimpulkan bahwa dia tidak tertarik hanya karena jarang menatap mata. Ada orang yang memang kurang nyaman melakukan kontak mata, merasa gugup saat berbicara dengan orang yang disukainya, atau punya kebiasaan komunikasi yang berbeda.
Yang perlu kamu lihat adalah polanya. Kalau jarang melakukan kontak mata juga diikuti respons singkat, tidak ada usaha melanjutkan obrolan, dan dia terlihat ingin segera mengakhiri interaksi, beberapa tanda tersebut bisa menjadi pertimbangan. Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk mendapatkan perhatian yang memang tidak diberikan.
2. Tubuh Sering Menjauh Saat Diajak Bicara
Arah tubuh juga bisa memberikan gambaran tentang kenyamanan seseorang saat berinteraksi. Misalnya, ketika kamu mengajak bicara, bahu atau kakinya justru mengarah ke tempat lain, posisi duduknya terus menjauh, atau dia terlihat menjaga jarak sepanjang percakapan.
Tetapi, posisi tubuh tidak selalu berkaitan dengan perasaan. Bisa saja dia sedang mencari posisi duduk yang nyaman, merasa lelah, atau perlu memperhatikan sesuatu di sekitarnya. Jadi, satu kali melihatnya menjauh tentu belum cukup untuk mengambil kesimpulan.
Coba perhatikan apakah hal tersebut terus terjadi setiap kali kalian bertemu. Kalau tubuhnya selalu menjauh dan sikap itu disertai jawaban pendek serta minimnya usaha untuk meneruskan percakapan, mungkin dia memang belum ingin membangun kedekatan. Dalam kondisi seperti ini, memberi ruang bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman untuk kalian berdua.
Advertisement
3. Sering Memeriksa Ponsel Saat Bersama
Sahabat Fimela, siapa yang tidak pernah mengecek ponsel ketika sedang bertemu seseorang? Sesekali melihat notifikasi tentu bukan masalah. Namun, kalau hampir setiap beberapa menit dia kembali melihat layar saat kamu sedang berbicara, kamu mungkin merasa seperti tidak benar-benar didengarkan.
Tetap lihat situasinya sebelum mengambil kesimpulan. Bisa saja dia sedang menunggu kabar penting, menyelesaikan urusan pekerjaan, atau memang sedang menghadapi sesuatu yang membuatnya perlu terus memegang ponsel.
Kalau kebiasaan itu muncul hampir setiap kali kalian bertemu dan dia tidak berusaha kembali mengikuti percakapan, kamu tidak perlu terus mencari cara untuk menarik perhatiannya. Biarkan komunikasi berjalan secara alami. Dari situ, kamu bisa melihat apakah dia akan kembali mencari kesempatan untuk berbicara denganmu atau tidak.
4. Ekspresinya Tidak Mengikuti Jalannya Percakapan
Ketika sedang bercerita, tentu rasanya menyenangkan kalau lawan bicara ikut memberikan respons. Entah itu tersenyum, tertawa, bertanya balik, atau sekadar menunjukkan bahwa dia mengikuti ceritamu. Kalau respons seperti itu hampir tidak pernah muncul, wajar jika kamu mulai merasa percakapan hanya berjalan satu arah.
Meski begitu, setiap orang punya cara berbeda dalam menunjukkan respons. Ada yang ekspresif, tetapi ada juga yang cenderung tenang dan tidak banyak menunjukkan perubahan wajah ketika berbicara. Jadi, ekspresi datar saja belum bisa menjadi tanda bahwa dia tidak tertarik.
Perhatikan apakah minimnya ekspresi juga disertai tidak adanya pertanyaan balik atau usaha membuka topik baru. Kalau kamu terus menjadi satu-satunya orang yang berusaha menjaga percakapan tetap hidup, mungkin sudah waktunya berhenti memaksakan alur komunikasi. Hubungan yang sehat seharusnya memberi ruang bagi dua orang untuk sama-sama terlibat.
Advertisement
5. Tidak Ada Usaha Mendekat dalam Percakapan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3944566/original/085039000_1645688177-pexels-rodnae-productions-6669872.jpg)
Bahasa tubuh bisa jadi sinyal dia tidak tertarik ketika seseorang terus menjaga jarak dan tidak menunjukkan keinginan untuk berada lebih dekat dalam interaksi. Misalnya, dia selalu memilih posisi yang jauh, tidak mendekat ketika kalian berbicara, atau langsung mengambil jarak setelah percakapan selesai.
Tetapi, jarak fisik juga bisa dipengaruhi banyak hal. Kondisi tempat, jumlah orang di sekitar, kebiasaan pribadi, sampai rasa nyaman saat berkomunikasi bisa membuat seseorang memilih posisi tertentu. Karena itu, jangan menjadikan jarak sebagai satu-satunya ukuran.
Kalau pola tersebut terus muncul bersama sikap lain yang menunjukkan minimnya minat berinteraksi, kamu bisa mulai mempertimbangkannya sebagai sebuah sinyal. Sahabat Fimela, kamu tidak harus terus mendekat hanya karena ingin memastikan perasaannya. Terkadang, memberi ruang justru membantu kamu melihat apakah dia akan datang dengan kemauannya sendiri.
6. Gerakan Tubuh Terlihat Tertutup
Tangan yang terus disilangkan, tubuh yang kaku, atau posisi badan yang terlihat tertutup sering dianggap sebagai tanda seseorang sedang menjaga jarak. Saat PDKT, hal seperti ini memang bisa membuatmu bertanya-tanya apakah dia sebenarnya nyaman berada di dekatmu.
Namun, gerakan tersebut tidak selalu berarti penolakan. Bisa saja dia merasa gugup, kedinginan, lelah, atau memang terbiasa menyilangkan tangan ketika duduk. Ada banyak alasan sederhana yang tidak berkaitan dengan ketertarikan.
Karena itu, jangan menjadikan satu gerakan tubuh sebagai dasar untuk menentukan perasaannya. Kalau posisi tertutup tersebut muncul bersamaan dengan jarangnya kontak mata, jawaban singkat, dan kecenderungan mengakhiri percakapan, barulah kamu bisa melihatnya sebagai bagian dari pola. Yang terpenting, jangan sampai kamu menyalahkan diri sendiri hanya karena seseorang tidak menunjukkan respons yang kamu harapkan.
Advertisement
7. Sering Segera Mengakhiri Interaksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5129391/original/061483700_1739286751-arti-mimpi-pacar-selingkuh-didepan-mata.jpg)
Pernah merasa setiap kali bertemu, dia seperti sudah punya alasan untuk pergi? Dia mungkin berkali-kali melihat jam, mengambil barang sebelum percakapan selesai, berdiri lebih dulu, atau mengarahkan pembicaraan ke akhir meskipun obrolan baru berjalan sebentar.
Sahabat Fimela, hal seperti ini memang bisa terasa kurang nyaman, terutama kalau kamu sebenarnya masih ingin mengobrol lebih lama. Namun, jangan langsung menganggapnya sebagai penolakan. Bisa saja dia memang punya agenda lain, sedang terburu-buru, atau membutuhkan waktu untuk mengurus sesuatu.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah pola tersebut terjadi berulang kali. Jika setiap kesempatan selalu berakhir dengan cara yang sama dan tidak pernah ada usaha darinya untuk melanjutkan komunikasi di waktu lain, kamu bisa menganggapnya sebagai pertimbangan. Tidak perlu mengejar seseorang yang terus menunjukkan keinginan untuk menjaga jarak.
8. Jarang Memberi Respons Saat Berbicara
Percakapan yang nyaman biasanya tidak hanya berisi satu orang yang terus berbicara. Ada respons, pertanyaan balik, atau usaha untuk membuat pembicaraan tetap berjalan. Kalau dia hanya menjawab seperlunya lalu membiarkan percakapan berhenti, kamu mungkin mulai merasa seperti sedang berbicara sendirian.
Namun, respons singkat tidak selalu berarti dia tidak tertarik. Mungkin dia sedang lelah, banyak pikiran, sedang tidak ingin berbicara, atau memang sedang mengalami hari yang kurang baik. Karena itu, jangan langsung membawa satu percakapan ke kesimpulan besar tentang hubungan kalian.
Coba lihat bagaimana sikapnya dalam beberapa kesempatan. Kalau respons singkat terus berulang dan dia tidak pernah berusaha membuka pembicaraan, kamu bisa mengurangi intensitas komunikasi. Beri kesempatan agar dia menunjukkan sendiri apakah masih ingin melanjutkan kedekatan atau tidak.
Advertisement
9. Tidak Menyesuaikan Posisi Saat Berinteraksi
Saat dua orang merasa nyaman berbicara, posisi tubuh biasanya bisa berubah mengikuti arah percakapan. Misalnya, tubuh ikut menghadap ketika lawan bicara bercerita atau posisi duduk menjadi lebih dekat ketika obrolan mulai terasa nyaman.
Sebaliknya, kalau dia terus mempertahankan posisi menjauh, tidak menghadap ke arahmu, atau terlihat seperti ingin tetap memiliki jarak, hal tersebut bisa menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. Namun, sekali lagi, posisi tubuh juga dipengaruhi tempat, suasana, dan kebiasaan seseorang.
Bahasa tubuh ini bisa jadi sinyal dia tidak tertarik jika muncul bersama pola lain dalam beberapa kesempatan. Kalau dia juga jarang memulai percakapan, tidak berusaha mencari waktu untuk bertemu, dan sering mengakhiri interaksi, mungkin kamu tidak perlu terus mengejar kepastian. Beri ruang dan lihat apakah dia akan mengambil langkah berikutnya.
10. Tidak Ada Upaya Mengikuti Arah Interaksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5298004/original/008440900_1753706100-pexels-dtanpt-1336409.jpg)
Sahabat Fimela, ketika seseorang ingin melanjutkan komunikasi, biasanya ada usaha untuk menjaga interaksi tetap berjalan. Sebaliknya, kalau setiap kali kamu mencoba membuka percakapan dia justru mengalihkan perhatian, mengubah posisi, atau mencari cara untuk mengakhiri pembicaraan, perilaku tersebut layak kamu perhatikan.
Meski begitu, tetap jangan buru-buru membaca pikirannya. Bisa saja dia sedang berada dalam situasi yang membuatnya tidak ingin berbicara, sedang menghadapi urusan pribadi, atau memang sedang membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri.
Karena itu, lihat perilakunya secara keseluruhan dan beri kesempatan kepadanya untuk menentukan sikap. Kalau dia memang tidak menunjukkan keinginan untuk melanjutkan kedekatan, menerima keadaan bukan berarti kamu kalah. Justru, kamu sedang menghargai batasannya sekaligus menjaga perasaanmu sendiri agar tidak terus berharap pada seseorang yang belum tentu memiliki arah yang sama.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanda Dia Tidak Tertarik
Apa saja bahasa tubuh orang yang tidak tertarik?
Jarang kontak mata, sering menjauh, sibuk dengan ponsel, dan tidak berusaha melanjutkan percakapan.
Bagaimana mengetahui seseorang tertarik atau tidak?
Lihat konsistensi sikap dan usahanya dalam menjaga komunikasi denganmu.
Apakah kontak mata menunjukkan ketertarikan?
Bisa, tetapi kontak mata bukan satu-satunya tanda seseorang tertarik.
Apa yang harus dilakukan jika dia terlihat tidak tertarik?
Beri ruang dan hindari memaksakan komunikasi atau kedekatan.
Apakah bahasa tubuh selalu menunjukkan perasaan seseorang?
Tidak. Bahasa tubuh perlu dilihat bersama situasi dan pola perilakunya.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127770/original/082608800_1739182169-Komunikasi_pasangan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463044/original/020768000_1767598195-woman-doing-self-care-routine-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195245/original/067561000_1745332860-young-adult-dealing-with-imposter-syndrome_23-2149719302.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328575/original/040954800_1787201287-HL_kebun_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328550/original/036472000_1787199586-96e843a1-b751-4858-89eb-3158b10bdf44.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5213158/original/008355000_1746679492-Perempuan_cerdas_dan_percaya_diri.jpg)
![Bikin anak makin sehat, ini rahasia trik stimulasi grounding. [Dok/Pexels.com/Ron Lach].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/cgstAcTvTYUIV7GNtQsuPEOVcXU=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7955671/original/027065700_1780791938-pexels-ron-lach-10033218.jpg)
![Jadwal screen time anak perlu dijadwalkan oleh orangtua. [Dok/Pexels.com/Jessica Lewis 🦋 thepaintedsquare].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/LK86RnhAWzlG7K1ijIgo3wL9INw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8051043/original/064727300_1780894473-pexels-thepaintedsquare-4200824.jpg)
![Sahabat Fimela, foto keluarga yang terlihat spontan justru sering terasa lebih natural dan penuh cerita dibanding pose yang terlalu formal. f[Dok/freepik.com/pchvector]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/dvcaFlLD52L-XiJszSMZSwrQzQY=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5631062/original/040957100_1778229336-12873.jpg)
![Perjalanan panjang di dalam mobil juga kerap membuat anak cepat merasa bosan atau suasana menjadi terlalu sunyi. Karena itu, memilih permainan yang tepat bisa menjadi kunci agar road trip tetap seru dan menyenangkan untuk seluruh anggota keluarga. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/I06S8psEhvKoujosPxpjt2fx_2Q=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672603/original/047792900_1778485957-2151030899.jpg)
![Aktivitas seni mengasah kreativitas anak Anda. [Dok/Pexels.com/RDNE Stock project].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/sYRo04pdq3jyVEYK1TRLHwhCotw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6211232/original/000151300_1779089269-pexels-rdne-7605918.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260534/original/047578000_1781600279-pexels-silverkblack-23224898.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5934075/original/055087900_1778831527-pexels-maksgelatin-4775196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493743/original/048559900_1770265779-full-shot-kids-playing-together-floor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546748/original/085344500_1775364892-happy-mother-with-kid-nature.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5577315/original/015170800_1778050348-jcomp_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497029/original/010044200_1770614000-girl-drawing-hearts-paper.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5440208/original/015712600_1765425683-IMG-20251211-WA0006.jpg)
![Slow parenting adalah cara mengasuh anak dengan lebih sadar, tidak terburu-buru, dan tidak terobsesi pada pencapaian atau kesempurnaan. [Dok/freepik.com/tirachardz]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/wkg4QJD6r_Y8ORUak3tmjKCWapM=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537552/original/023367100_1774426600-2827.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8162918/original/038664800_1781017566-35916.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328945/original/013211900_1787214671-IMG_20260820_101015_373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7690732/original/073927900_1780488072-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328900/original/006053000_1787213140-IMG_4022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496072/original/005125900_1770462951-1000984659.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327814/original/055979000_1787125469-Kecelakaan_melibatkan_empat_kendaraan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545643/original/010999500_1775202534-diverse-young-people-being-digital-nomads-working-remotely-from-dreamy-locations.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327485/original/004728000_1787112314-IMG-20260819-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328722/original/022447600_1787206883-000_A8WA9WE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493897/original/053425500_1770271557-pexels-mikhail-nilov-6707378.jpg)