Fimela.com, Jakarta - Menerima pujian mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi sebagian orang, mendapatkan apresiasi justru bisa membuat mereka merasa canggung atau tidak nyaman. Alih-alih menjawab dengan ucapan terima kasih, mereka mungkin merendahkan pencapaian, menolak pujian, atau segera mengalihkan perhatian kepada hal lain.
Kesulitan menerima pujian dapat berkaitan dengan cara seseorang memandang dirinya sendiri, pola berpikir, serta pengalaman emosional tertentu. Namun, hal ini tidak selalu berarti seseorang memiliki kepribadian tertentu karena respons terhadap pujian juga dapat dipengaruhi oleh norma sosial dan kebiasaan.
Berikut beberapa ciri yang paling sesuai dengan pembahasan tersebut, dikutip Fimela.com dari laman The Economic Times, Kamis (10/9).
Advertisement
Advertisement
1. Cenderung Meremehkan Pencapaian Diri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5255461/original/020359100_1750161094-lady-with-laptop-table.jpg)
Salah satu ciri yang dapat terlihat adalah kebiasaan mengecilkan keberhasilan ketika mendapatkan pujian. Misalnya, ketika seseorang mengatakan bahwa pekerjaannya bagus, ia justru menjawab, “Ah, biasa saja,” atau menganggap hasil tersebut bukan sesuatu yang istimewa.
Pola seperti ini dapat muncul ketika pujian yang diterima tidak sesuai dengan cara seseorang memandang dirinya sendiri. Jika dalam dirinya sudah terbentuk pandangan bahwa dirinya kurang mampu, apresiasi dari orang lain dapat terasa asing atau sulit dipercaya.
2. Sulit Mempercayai Pujian yang Diberikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199166/original/091717300_1666337158-pexels-rodnae-productions-5542905_1_.jpg)
Orang yang sulit menerima pujian juga dapat mempertanyakan ketulusan di balik perkataan tersebut. Alih-alih melihat pujian sebagai apresiasi, mereka mungkin berpikir bahwa orang lain hanya sedang bersikap baik atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak mereka maksudkan.
Hal ini berkaitan dengan gagasan Self-Verification Theory, yaitu kecenderungan seseorang untuk mencari umpan balik yang sesuai dengan pandangan yang sudah dimiliki tentang dirinya. Karena itu, pujian positif bisa terasa tidak sesuai dengan gambaran diri yang selama ini diyakini.
Advertisement
3. Sering Menganggap Keberhasilan sebagai Kebetulan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4963087/original/021202000_1728373680-IMG-20241008-WA0028.jpg)
Ada pula orang yang kesulitan mengakui bahwa pencapaian tertentu memang berasal dari kemampuan atau usaha mereka sendiri. Ketika mendapat pujian, mereka justru menganggap keberhasilan tersebut terjadi karena keberuntungan, bantuan orang lain, atau faktor eksternal.
Pola ini dapat berkaitan dengan impostor syndrome, ketika seseorang meragukan kemampuan dirinya sendiri meskipun memiliki bukti atas pencapaian yang sudah diraih. Akibatnya, pujian yang sebenarnya ditujukan untuk mengapresiasi kemampuan mereka terasa tidak sepenuhnya pantas diterima.
4. Lebih Fokus pada Kekurangan daripada Hal Positif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4963085/original/090182600_1728373673-IMG-20241008-WA0026.jpg)
Kesulitan menerima pujian juga bisa terlihat dari kecenderungan seseorang untuk langsung mengingat kekurangan ketika mendapatkan apresiasi. Ketika orang lain mengatakan hasil pekerjaannya bagus, misalnya, ia justru teringat bagian yang menurutnya masih belum sempurna.
Laman The Economic Times mengaitkan pola tersebut dengan negativity bias dan cognitive filtering, ketika seseorang cenderung lebih fokus pada kekurangan atau kritik daripada hal-hal positif. Akibatnya, pujian yang diterima bisa terasa kurang meyakinkan atau tidak sesuai dengan cara ia memandang dirinya sendiri.
Advertisement
5. Cenderung Mengalihkan Pujian kepada Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4963084/original/069998000_1728373671-IMG-20241008-WA0025.jpg)
Alih-alih menerima apresiasi secara langsung, seseorang mungkin segera memberikan kredit kepada orang lain. Misalnya, ketika dipuji karena berhasil menyelesaikan pekerjaan, ia mengatakan keberhasilannya tidak lepas dari bantuan rekan kerja.
Menghargai kontribusi orang lain tentu bukan sesuatu yang buruk. Namun, jika seseorang selalu menolak mengakui perannya sendiri setiap kali mendapatkan apresiasi, perilaku tersebut dapat menunjukkan adanya ketidaknyamanan terhadap pujian atau konflik antara pencapaian yang terlihat dari luar dan cara ia menilai dirinya sendiri.
6. Merasa Tidak Nyaman Menjadi Pusat Perhatian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4948863/original/013138500_1726820099-pexels-phamthe-24850939.jpg)
Pujian terkadang membuat seseorang merasa dirinya terlalu diperhatikan. Dalam kondisi tertentu, apresiasi dapat memunculkan perasaan rentan, seolah-olah dirinya sedang berada dalam sorotan atau memiliki ekspektasi yang harus dipenuhi setelahnya.
Menurut artikel tersebut, ketidaknyamanan terhadap perhatian positif juga dapat berkaitan dengan pola attachment tertentu. Namun, hubungan ini tidak tepat digunakan untuk menyimpulkan bahwa semua orang dengan gaya attachment tertentu pasti sulit menerima pujian. Karena itu, faktor ini lebih aman dipahami sebagai salah satu kemungkinan, bukan ciri pasti.
Advertisement
7. Terbiasa Merendah Saat Mendapat Apresiasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189871/original/029158500_1744805944-people-emotions-young-woman-holds-hands-heart-smiles-camera-stands-against-studio-background-isolated-white_176420-47979.jpg)
Respons terhadap pujian juga dapat terbentuk dari lingkungan sosial dan budaya. Dalam lingkungan yang sangat menekankan kerendahan hati, menerima pujian secara langsung mungkin dianggap kurang pantas atau terlalu menunjukkan diri.
Akibatnya, seseorang dapat terbiasa menolak atau mengurangi makna pujian sebagai bentuk kesopanan. Jadi, tidak semua orang yang sulit menerima pujian memiliki masalah dengan kepercayaan diri; kebiasaan sosial dan nilai yang mereka pelajari juga dapat memengaruhi cara merespons apresiasi.
Tidak Selalu Berarti Rendah Diri
Sulit menerima pujian tidak bisa langsung dianggap sebagai tanda seseorang memiliki kepercayaan diri rendah atau kepribadian tertentu. Respons tersebut dapat muncul dari berbagai hal, mulai dari cara seseorang melihat dirinya sendiri, kebiasaan merendah, kecenderungan berfokus pada kekurangan, hingga norma sosial yang sudah terbentuk sejak lama.
Karena itu, yang lebih tepat adalah melihat pola responsnya secara keseluruhan, bukan menilai kepribadian seseorang hanya dari satu kali ia menolak pujian. Bahkan, kemampuan menerima apresiasi juga dapat dilatih secara bertahap, misalnya dengan membiasakan diri mengucapkan “terima kasih” tanpa langsung menyangkal atau mengecilkan pujian tersebut.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Kepribadian Orang yang Sulit Menerima Pujian
Mengapa seseorang sulit menerima pujian?
Kesulitan menerima pujian dapat berkaitan dengan cara seseorang memandang dirinya sendiri, pola berpikir, pengalaman emosional, maupun kebiasaan yang terbentuk dari lingkungan sosial.
Apakah sulit menerima pujian berarti memiliki rasa percaya diri yang rendah?
Tidak selalu. Respons tersebut memang dapat berkaitan dengan pandangan negatif terhadap diri sendiri, tetapi juga bisa dipengaruhi kebiasaan merendah, norma sosial, atau ketidaknyamanan menjadi pusat perhatian.
Bagaimana cara belajar menerima pujian dengan lebih baik?
Salah satu cara sederhana adalah membiasakan diri menerima apresiasi tanpa langsung menyangkal atau mengecilkan pencapaian. Cukup ucapkan “terima kasih” dan berikan ruang bagi diri sendiri untuk menghargai usaha yang telah dilakukan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4236938/original/014038600_1669198220-girl-yellow-shirt-looks-confused-doubtful.jpg)
![Resep egg tofu saus tiram. [AI Generated]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/sjNLRs5dYwOhY7OJPCgL9xZ1_6s=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345282/original/001984600_1789028125-7edb1f5f-553f-4a1b-89b3-8200a659abe1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5203304/original/080500900_1745925021-gathering-home_1098-15699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182626/original/059251100_1744097998-Mengkritik.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345152/original/096266300_1789021979-4654de41-27fe-4c05-b94f-f96cd0ba994d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4886328/original/042744300_1720433092-19564.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572111/original/028475500_1777774433-pexels-cottonbro-7118214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7165470/original/073643600_1779955615-pexels-reneterp-13821255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488589/original/000791000_1769757751-mom-comforting-her-upset-daughter.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5932615/original/009181300_1778830171-little-boy-outdoor-crying.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570303/original/045253200_1777521902-mom-daughter-making-high-five_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457158/original/075801100_1766989393-senivpetro.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542574/original/034170700_1774946838-medium-shot-people-yoga-mat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345140/original/019988300_1789021509-1001648010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345296/original/029953500_1789028707-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_15.20.35.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345258/original/060446200_1789027292-IMG_20260910_134329_130.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288532/original/068319600_1783324732-1200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345116/original/033002700_1789018970-IMG_4419.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5354064/original/028103000_1758191356-7032a730-490b-440c-9036-c32b46c8ce27.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345170/original/065262200_1789022584-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_13.29.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345262/original/011973800_1789027342-Liputan6Connect_x_Prasmul_2.jpg)