Sukses

Lifestyle

10 Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Bikin Hidup Lebih Tertata, Terapkan Ini Kalau Hidupmu Sedang Hancur Lebur dan Buntu

Fimela.com, Jakarta - Ketika hidup terasa berantakan, semuanya menghilang dan seolah kebahagiaan telah pergi, kebiasaan kecil justru bisa membantu kamu kembali menjadi utuh. Dalam kondisi seperti ini, memulai perubahan sering terasa sulit karena sudah terlalu putus asa.

Sahabat Fimela, menata hidup sebenarnya bisa dimulai dari kegiatan yang sederhana dan dekat dengan keseharian, loh. Kamu tidak perlu effort besar dulu untuk memulai ini, hanya cukup membangun keinginan yang kuat dan mulai bergerak.

Nah, di kesempatan ini, Fimela.com akan mengenalkan beberapa kebiasaan kecil yang bisa diterapkan setidaknya untuk meringankan bebanmu. Sudah siap bangkit dari keterpurukan? Jika iya, yuk simak 10 langkah kecil berikut, dihadirkan, Kamis (17/9).

1. Merapikan Tempat Tidur Setelah Bangun

Merapikan tempat tidur bisa menjadi kegiatan pertama setelah bangun. Kamu cukup melipat selimut, menata bantal, dan mengembalikan barang yang tertinggal. Kegiatan ini bisa membuat moodmu kembali terisi perlahan, dalam waktu kurang dari 5 menit.

Ini terbukti sebagaimana disampaikan mantan anggota Navy Seal dan komandan Komando Operasi Khusus Militer AS, Admiral William H. McRaven. Dalam bukunya berjudul Make Your Bed: Little Things That Can Change Your Life… And Maybe the World merujuk Psychology Today menyebut jika merapikan tempat tidur akan membangun semangat dan dorongan untuk melakukan aktivitas berikutnya di hari itu.

"If you make your bed every morning you will have accomplished the first task of the day. It will give you a small sense of pride, and it will encourage you to do another task and another and another," sebutnya.

2. Menulis Tiga Kegiatan Utama

Banyaknya pekerjaan bisa membuat kamu bingung menentukan langkah pertama. Karena itu, tulis tiga kegiatan yang perlu diselesaikan hari ini. Pilih berdasarkan kebutuhan dan waktu yang tersedia.

Daftar tersebut bisa berisi mencuci pakaian, menyelesaikan tugas, membayar tagihan, atau menghubungi seseorang. Jika ada pekerjaan yang belum selesai, kamu bisa memindahkannya ke hari berikutnya.

Cara ini membantu kamu melihat pekerjaan yang perlu dilakukan tanpa harus memikirkan semuanya secara bersamaan. Kamu juga bisa mengetahui kegiatan mana yang sudah selesai dan mana yang masih menunggu.

3. Mengembalikan Barang Setelah Digunakan

Barang yang dibiarkan setelah digunakan bisa membuat ruangan dipenuhi barang yang tidak berada pada tempatnya. Biasakan mengembalikan buku ke rak, menaruh kunci di tempat yang sama, dan memasukkan pakaian kotor ke keranjang.

Kamu tidak perlu menunggu waktu khusus untuk membereskan semuanya. Setelah memakai suatu barang, luangkan waktu untuk mengembalikannya sebelum melanjutkan kegiatan lain.

Jika ada barang yang belum memiliki tempat, tentukan satu lokasi untuk menyimpannya. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui tempat penyimpanannya dan tidak perlu mencarinya berulang kali.

4. Menyelesaikan Satu Pekerjaan Sebelum Berpindah

Mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan bisa membuat perhatian terbagi. Cobalah menyelesaikan satu pekerjaan sebelum beralih ke kegiatan lain, misalnya mencuci piring sebelum mulai mencuci pakaian.

Cara ini membantu kamu mengetahui pekerjaan mana yang sudah selesai. Jika ada urusan lain yang muncul, kamu bisa mencatatnya terlebih dahulu agar tidak lupa.

Kebiasaan ini juga bisa diterapkan saat bekerja atau belajar. Kamu tidak harus menyelesaikan semua tugas dalam satu waktu. Mulailah dari satu pekerjaan yang memang perlu dikerjakan.

5. Memberi Waktu untuk Membalas Pesan

Pesan yang tertunda bisa menjadi salah satu urusan yang terus teringat. Kamu bisa menentukan waktu untuk memeriksa pesan, misalnya setelah sarapan atau sebelum makan malam.

Tidak semua pesan perlu dibalas saat itu juga. Jika membutuhkan waktu untuk menjawab, kamu bisa memberi tahu pengirim bahwa kamu akan membalas setelah menyelesaikan kegiatan lain.

Kebiasaan ini membantu kamu mengatur komunikasi tanpa harus terus membuka ponsel. Kamu tetap bisa merespons orang lain sambil menyelesaikan pekerjaan yang sedang dilakukan.

6. Menyiapkan Keperluan untuk Esok Hari

Menyiapkan pakaian, tas, atau kebutuhan kerja pada malam hari bisa mengurangi urusan ketika bangun. Kamu bisa memilih pakaian, memasukkan barang yang diperlukan, dan memastikan kunci berada di tempatnya.

Jika kamu harus berangkat pagi, kebiasaan ini bisa membantu mengurangi kegiatan yang perlu dilakukan setelah bangun. Buat daftar kebutuhan yang perlu dibawa agar tidak ada barang yang tertinggal.

Persiapan tersebut tidak harus dilakukan dalam waktu lama. Beberapa menit sebelum tidur sudah bisa digunakan untuk melihat kegiatan yang akan dijalani pada hari berikutnya.

7. Membersihkan Satu Sudut Rumah

Membersihkan sudut ruangan merupakan salah satu aktivitas fisik yang bisa mengurasi kondisi mental yang sedang down. Menurut laman resmi American Psychological Association (APA), kegiatan fisik bisa mengalihkan fokusmu dari ke masalah, menuju kesibukan lain.

Saat fisik bergerak jaringan dan sistem saraf akan mengirim sinyal dan terbukti menghasilkan tingkat setres yang lebih rendah. Meski begitu, kamu tidak perlu melakukannya terlalu keras. Cukup dengan langkah sederhana, mulai dari meja makan, wastafel, meja kerja, atau area yang paling sering digunakan.

Singkirkan barang yang tidak diperlukan, lap permukaan, lalu kembalikan barang ke tempatnya. Setelah selesai, kamu bisa berhenti atau melanjutkan ke bagian lain jika masih memiliki waktu.

8. Mencatat Pengeluaran Harian

Pengeluaran kecil bisa terlewat ketika kamu tidak mencatatnya. Cobalah menulis uang yang digunakan untuk makan, transportasi, belanja, dan kebutuhan lain pada hari yang sama.

Catatan tersebut membantu kamu mengetahui ke mana uang digunakan. Jika ada pengeluaran yang ingin dikurangi, kamu bisa melihatnya dari daftar yang sudah dibuat.

Kamu tidak perlu menggunakan cara yang rumit. Buku catatan atau aplikasi catatan di ponsel sudah cukup untuk memulai. Yang penting, jumlah yang ditulis sesuai dengan uang yang dikeluarkan.

9. Menyisihkan Waktu untuk Istirahat

Mengatur hidup bukan berarti mengisi seluruh waktu dengan pekerjaan. Kamu juga perlu menyediakan waktu untuk makan, tidur, dan melakukan kegiatan yang membantu tubuh beristirahat.

Jika hari terasa penuh, sisihkan waktu untuk duduk tanpa mengerjakan urusan lain. Kamu bisa membaca, mendengarkan musik, berjalan sebentar, atau berbincang dengan orang di rumah.

Istirahat memberi kesempatan untuk mengurangi kegiatan sebelum kembali mengerjakan urusan lain. Jika sedang menghadapi masalah, kamu juga bisa menggunakan waktu tersebut untuk memikirkan langkah yang bisa dilakukan berikutnya.

10. Menutup Hari dengan Melihat Kembali Kegiatan

Sebelum tidur, luangkan waktu untuk melihat kegiatan yang sudah dilakukan. Kamu bisa mencatat pekerjaan yang selesai, urusan yang masih tertunda, dan kebutuhan yang perlu disiapkan untuk esok hari.

Tidak semua kegiatan harus selesai dalam satu hari. Jika ada yang belum dikerjakan, pindahkan ke waktu yang sesuai agar pekerjaan tersebut tidak hilang dari catatan.

Menutup hari dengan melihat kembali kegiatan memberi kamu gambaran mengenai apa yang sudah dilakukan. Esok hari pun bisa dimulai dengan mengetahui urusan yang perlu dilanjutkan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Bikin Hidup Lebih Tertata

1. Bagaimana cara mulai menata hidup yang berantakan?

Mulai dari satu kebiasaan yang bisa dilakukan hari ini, seperti merapikan tempat tidur atau menulis tiga kegiatan utama. Setelah terbiasa, kamu bisa menambahkan kebiasaan lain.

2. Apa kebiasaan kecil yang bisa membuat hidup lebih teratur?

Mengembalikan barang setelah digunakan, menyiapkan keperluan esok hari, dan mencatat pengeluaran bisa membantu mengurangi urusan yang tertunda.

3. Bagaimana cara mengatur waktu ketika banyak masalah?

Pilih satu kegiatan yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. Tulis pekerjaan lain untuk dikerjakan setelahnya agar kamu tidak perlu memikirkan semuanya secara bersamaan.

4. Apakah kebiasaan kecil bisa mengubah hidup?

Kebiasaan kecil bisa membantu kamu mengatur kegiatan sehari-hari. Hasilnya bisa berbeda sesuai keadaan, kebutuhan, dan seberapa rutin kebiasaan tersebut dilakukan.

5. Apa yang harus dilakukan ketika hidup terasa hancur lebur?

Berikan waktu untuk beristirahat, pilih satu urusan yang bisa kamu tangani, dan cari dukungan dari orang yang dipercaya jika masalah terasa terlalu berat untuk dihadapi sendiri.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading