Sukses

Lifestyle

Arti Kebiasaan Memeriksa Kompor Berkali-kali Sebelum Keluar Rumah, Berkaitan dengan Rasa Ragu

ringkasan

  • Kebiasaan memeriksa kompor berulang bukan karena lupa, melainkan masalah kepastian.
  • Semakin sering memeriksa, justru semakin tidak yakin terhadap ingatan, dikenal sebagai 'efek ironis'.
  • Kecemasan yang mendasari adalah intoleransi ketidakpastian dan rasa tanggung jawab berlebihan.

Fimela.com, Jakarta - Kebiasaan memeriksa kompor berkali-kali sebelum keluar rumah bisa muncul saat seseorang belum benar-benar yakin api sudah padam. Meski sudah melihat posisi knop, dorongan untuk kembali memastikan terkadang tetap muncul.

Rasa ragu tersebut membuat pengecekan dilakukan lebih dari sekali, terutama ketika pikiran masih tertuju pada keamanan rumah. Kebiasaan memeriksa kompor berkali-kali sebelum keluar rumah ternyata tidak selalu berkaitan dengan sifat pelupa, tetapi bisa berhubungan dengan kebutuhan akan kepastian.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa pemeriksaan berulang justru dapat memengaruhi rasa percaya terhadap ingatan mengenai tindakan yang baru dilakukan. Karena itu, kebiasaan memeriksa kompor berkali-kali sebelum keluar rumah menarik dilihat dari sudut pandang psikologi.

Berikut Fimela.com merangkum dari The Times of India tentang kebiasaan memeriksa kompor berkali-kali sebelum keluar rumah, Rabu (23/9/2026).

Kebiasaan Memeriksa Kompor Berkali-kali Bukan Berarti Pelupa

Pernah mematikan kompor sebelum keluar rumah, tetapi beberapa langkah kemudian kembali ke dapur untuk memastikannya lagi? Setelah mengecek untuk kedua kalinya, masih ada dorongan untuk melihatnya sekali lagi sebelum benar-benar pergi. Kebiasaan tersebut tidak selalu berarti seseorang memiliki daya ingat yang buruk.

Dalam psikologi, perilaku mengecek sesuatu secara berulang dapat berkaitan dengan kebutuhan untuk mendapatkan kepastian. Seseorang mungkin sudah melihat bahwa kompor dalam keadaan mati, tetapi tetap merasa belum cukup yakin sehingga kembali memeriksanya.

Bukan Masalah Ingatan, Melainkan Rasa Yakin

Banyak orang menganggap kebiasaan memeriksa kompor berkali-kali terjadi karena tidak yakin dengan ingatannya. Namun, penelitian psikolog Marcel van den Hout dan Merel Kindt dari Utrecht University menunjukkan hasil yang cukup berbeda.

Dalam penelitian tersebut, peserta sehat diminta mematikan dan memeriksa sejumlah tungku kompor virtual secara berulang. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin sering peserta melakukan pengecekan, semakin rendah keyakinan mereka terhadap apa yang baru saja dilihat. Menariknya, kemampuan mereka dalam mengingat secara faktual tidak mengalami penurunan yang sama.

Artinya, pengecekan berulang tidak selalu memperbaiki ingatan. Sebaliknya, tindakan tersebut dapat membuat seseorang semakin meragukan ingatan yang sebenarnya masih akurat. Penelitian berikutnya oleh Radomsky dan rekan-rekannya dengan menggunakan kompor sungguhan juga menemukan pola serupa.

Mengapa Semakin Sering Mengecek Justru Membuat Ragu?

Secara logika, semakin sering memeriksa kompor seharusnya membuat seseorang semakin yakin bahwa kompor sudah mati. Namun, van den Hout dan Kindt menjelaskan bahwa pengecekan berulang dapat memengaruhi cara ingatan terhadap suatu tindakan terbentuk.

Jika seseorang hanya sekali memeriksa kompor, ia dapat memiliki ingatan yang cukup jelas mengenai tindakan tersebut. Sebaliknya, ketika pengecekan dilakukan berkali-kali dalam waktu berdekatan, berbagai ingatan tersebut dapat bercampur menjadi satu kesan umum.

Akibatnya, seseorang tidak lagi memiliki ingatan yang sangat spesifik mengenai pengecekan terakhir. Ingatan terasa kurang jelas sehingga rasa percaya terhadapnya ikut menurun. Kondisi inilah yang dapat mendorong seseorang untuk kembali memeriksa kompor.

Fenomena ini dikenal sebagai efek paradoks dari pengecekan dan telah diteliti pada orang dewasa yang sehat, bukan hanya pada mereka yang mengalami OCD.

Bukan Hanya Kepastian Kompor

Ketika seseorang terus memeriksa kompor, kekhawatiran yang dirasakan bisa lebih berkaitan dengan rasa ragu daripada kompor itu sendiri. Seseorang mungkin sudah mengetahui bahwa kompor telah dimatikan, tetapi tetap merasa tidak nyaman karena belum mendapatkan kepastian sepenuhnya.

Dalam psikologi terdapat konsep intolerance of uncertainty atau kesulitan menghadapi ketidakpastian. Konsep yang banyak dikembangkan oleh Michel Dugas dan rekan-rekannya ini menggambarkan kecenderungan merasa tidak nyaman ketika menghadapi sesuatu yang belum dapat dipastikan.

Ada pula konsep inflated responsibility yang dikaitkan dengan penelitian Paul Salkovskis mengenai OCD. Konsep ini berkaitan dengan perasaan memiliki tanggung jawab besar untuk mencegah sesuatu yang buruk terjadi.

Dalam konteks kompor, seseorang bisa merasa perlu memastikan semuanya benar-benar aman sebelum meninggalkan rumah. Pengecekan kemudian dilakukan bukan hanya untuk memperoleh informasi, tetapi juga untuk mendapatkan rasa yakin dan tenang.

Tidak Semua Kebiasaan Mengecek Berarti OCD

Memeriksa kompor sekali atau dua kali sebelum meninggalkan rumah merupakan hal yang wajar. Pengecekan sesekali juga dapat terjadi ketika seseorang sedang terburu-buru, kurang fokus, atau mengalami situasi yang membuatnya lebih waspada terhadap keamanan rumah.

Hal yang berbeda adalah ketika kebiasaan tersebut mulai menghabiskan banyak waktu, dilakukan berulang kali dalam sehari, atau terasa sulit dihentikan meskipun secara logis seseorang sudah mengetahui bahwa kompor aman.

Jika perilaku mengecek sudah mengganggu aktivitas sehari-hari atau menimbulkan tekanan berarti, kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional. OCD dan perilaku pengecekan berulang dapat ditangani melalui pendekatan psikologis tertentu, termasuk terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioural therapy.

Apa yang Bisa Membantu Mengurangi Kebiasaan Mengecek?

Dorongan untuk memeriksa kompor sekali lagi biasanya muncul karena ingin menghilangkan rasa ragu. Namun, terus mengulang tindakan tersebut belum tentu membuat seseorang semakin yakin.

Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah memberikan perhatian penuh pada pengecekan pertama. Ketika mematikan kompor, misalnya, berhenti sejenak dan perhatikan posisi knop sebelum meninggalkan dapur. Cara ini dapat membantu membentuk ingatan yang lebih jelas mengenai tindakan yang baru saja dilakukan.

Pada akhirnya, kebiasaan memeriksa kompor berkali-kali sebelum keluar rumah tidak selalu disebabkan oleh sifat pelupa. Dalam sejumlah penelitian, pengecekan berulang justru dapat membuat seseorang semakin meragukan ingatannya sendiri. Karena itu, persoalannya terkadang bukan kompor yang sudah dimatikan, melainkan rasa ragu yang muncul setelahnya.

Pertanyaan Seputar Kebiasaan Memeriksa Kompor Berkali-kali Sebelum Keluar Rumah

Mengapa seseorang terus memeriksa kompor sebelum keluar rumah?

Kebiasaan ini tidak selalu disebabkan oleh lupa, tetapi bisa berkaitan dengan kebutuhan mendapatkan kepastian. Pengecekan berulang justru dapat membuat seseorang semakin ragu.

Apa yang dimaksud efek ironis dari pengecekan berulang?

Efek ini terjadi ketika pemeriksaan berkali-kali justru mengurangi rasa yakin karena berbagai ingatan tentang pengecekan menjadi bercampur.

Apakah sering memeriksa kompor berarti mengalami OCD?

Tidak selalu. Kebiasaan tersebut perlu diperhatikan jika dilakukan berlebihan, sulit dihentikan, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa yang membuat seseorang ingin memastikan kompor berkali-kali?

Dorongan ini dapat muncul karena rasa tidak nyaman terhadap ketidakpastian, meski sebenarnya sudah mengetahui kompor dalam keadaan mati.

Bagaimana cara mengurangi kebiasaan memeriksa kompor berulang?

Fokus pada pengecekan pertama agar tindakan lebih mudah diingat, kemudian belajar menghadapi rasa ragu tanpa langsung mengecek kembali.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading