Sukses

Lifestyle

Orang yang Selalu Membuat Daftar Belanja Sebelum ke Supermarket Punya Kebiasaan Ini

Fimela.com, Jakarta - Supermarket sering kali menawarkan lebih banyak pilihan daripada yang dibutuhkan seseorang. Mulai dari makanan ringan, minuman, produk rumah tangga, hingga berbagai promo menarik. Jika seseorang tidak berhati-hati, ia bisa terjebak dengan troli yang penuh barang. Itulah kenapa penting untuk memiliki persiapan matang sebelum masuk supermarket. Dengan catatan kecil, ia sudah tahu rak mana saja yang akan dituju dan rak mana yang harus dihindari.

Kebiasaan membuat daftar belanja sebelum pergi ke supermarket ternyata juga berkaitan dengan beberapa pola perilaku. Aktivitas sederhana ini dapat mencerminkan kecenderungan seseorang untuk merencanakan sesuatu, mempertimbangkan kebutuhan, mengelola pengeluaran, dan menjaga fokus ketika dihadapkan pada banyak pilihan. Meski demikian, kebiasaan tersebut tidak bisa dijadikan ukuran mutlak untuk menilai kepribadian seseorang.

1. Terbiasa Merencanakan Sesuatu Sebelum Bertindak

Orang yang selalu membuat daftar belanja umumnya memiliki kecenderungan untuk mempersiapkan sesuatu sebelum melakukannya. Mereka tidak ingin datang ke supermarket tanpa gambaran mengenai barang yang dibutuhkan karena hal tersebut berpotensi membuat kegiatan belanja menjadi tidak terarah.

Pola ini dapat terlihat dalam aktivitas sehari-hari lainnya. Misalnya, mereka mungkin terbiasa menyusun jadwal pekerjaan, mencatat kebutuhan rumah tangga, atau menentukan prioritas sebelum memulai kegiatan. Bukan berarti semua aspek kehidupannya harus terjadwal secara terperinci, tetapi mereka cenderung merasa lebih nyaman ketika memiliki gambaran mengenai hal yang akan dilakukan.

Dalam psikologi perilaku konsumen, perencanaan sebelum berbelanja juga berkaitan dengan proses menentukan tujuan. Seseorang yang sudah mengetahui barang yang ingin dibeli memiliki acuan ketika harus memilih di antara banyak produk yang tersedia.

2. Memiliki Kesadaran yang Baik terhadap Pengeluaran

Membuat daftar belanja juga dapat mencerminkan perhatian terhadap kondisi keuangan. Sebelum berangkat, seseorang biasanya mempertimbangkan barang apa yang benar-benar diperlukan, mana yang masih tersedia di rumah, dan berapa banyak uang yang perlu disiapkan.

Kebiasaan tersebut membantu memberikan batasan ketika berhadapan dengan berbagai penawaran di supermarket. Misalnya, ketika ada promo makanan ringan atau produk rumah tangga, mereka bisa mempertimbangkan apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau hanya menarik karena sedang mendapatkan potongan harga.

Penelitian Mariya Davydenko dan Johanna Peetz yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Behaviour pada 2020 berjudul Shopping Less with Shopping Lists menemukan bahwa membuat daftar belanja dapat membantu mengurangi jumlah barang yang dibeli dalam simulasi belanja daring. Pada salah satu studi, peserta yang membuat daftar membeli lebih sedikit barang dibandingkan kelompok yang tidak membuat daftar.

Temuan ini memberikan gambaran bahwa kegiatan belanja yang direncanakan secara terperinci akan membantu seseorang lebih memperhatikan pengeluarannya. Meski begitu, daftar belanja bukan jaminan seseorang selalu berbelanja hemat karena hasil akhirnya juga dipengaruhi oleh kebiasaan dan keputusan selama berada di toko.

3. Cenderung Memikirkan Kebutuhan daripada Keinginan Sesaat

Ada perbedaan antara membeli sesuatu karena memang dibutuhkan dan membelinya hanya karena terlihat menarik. Orang yang terbiasa membuat daftar belanja memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan perbedaan tersebut sebelum memasuki supermarket.

Contohnya, ketika seseorang berencana membeli beras, telur, minyak goreng, sayuran, dan sabun cuci. Saat melewati rak produk makanan ringan, ia dapat melihat daftar untuk memastikan apakah ada kebutuhan yang belum terpenuhi sebelum memutuskan membeli barang tambahan.

Kebiasaan ini bukan berarti mereka tidak pernah membeli sesuatu secara spontan. Sesekali membeli camilan atau produk yang tidak direncanakan merupakan hal yang wajar. Namun, daftar belanja di sini bisa berperan sebagai pengingat agar keputusan pembelian tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh suasana hati atau rangsangan promosi di dalam toko.

4. Menggunakan Catatan untuk Mengurangi Beban Ingatan

Pernahkah Anda pergi ke supermarket dengan tujuan membeli beberapa barang, tetapi justru melupakan salah satunya ketika sudah berada di rumah? Situasi seperti ini cukup umum terjadi, terutama ketika kebutuhan yang harus dibeli cukup banyak.

Orang yang terbiasa membuat daftar belanja biasanya memilih untuk tidak mengandalkan ingatan sepenuhnya. Mereka mencatat barang yang diperlukan sehingga dapat memeriksanya kembali selama berbelanja.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Psychology oleh Lauren G. Block dan Vicki G. Morwitz pada 1999 membahas daftar belanja sebagai alat bantu ingatan eksternal. Penelitian tersebut menemukan bahwa lebih dari 80 persen barang yang dicatat dalam daftar benar-benar dibeli oleh konsumen yang diamati.

Hal ini memperlihatkan bahwa daftar belanja tidak hanya berfungsi sebagai panduan pembelian, tetapi juga membantu seseorang menyimpan informasi yang perlu diingat. Dengan begitu, perhatian dapat digunakan untuk mempertimbangkan pilihan produk tanpa harus terus-menerus mengingat seluruh kebutuhan dari awal.

5. Lebih Nyaman Ketika Memiliki Tujuan yang Jelas

Banyaknya pilihan di supermarket terkadang membuat seseorang menghabiskan waktu lebih lama daripada yang direncanakan. Mereka mungkin berpindah dari satu rak ke rak lainnya karena belum menentukan barang yang ingin dibeli.

Sebaliknya, orang yang sudah memiliki daftar belanja biasanya mempunyai tujuan yang lebih jelas. Mereka dapat mencari produk berdasarkan kebutuhan, memeriksa barang yang sudah masuk keranjang, kemudian melanjutkan ke kebutuhan berikutnya.

Penelitian Jacob Suher, Szu-chi Huang, dan Leonard Lee yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Psychology pada 2019, berjudul Planning for Multiple Shopping Goals in the Marketplace, membahas bagaimana penggunaan daftar belanja berkaitan dengan pola motivasi konsumen selama menyelesaikan beberapa tujuan pembelian.

Penelitian tersebut menggabungkan sejumlah eksperimen belanja daring dan pengamatan langsung di toko. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan daftar belanja berkaitan dengan pola motivasi yang berbeda dibandingkan ketika seseorang berbelanja tanpa daftar.

Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan memiliki tujuan yang jelas dapat membuat aktivitas belanja terasa lebih terarah. Seseorang tidak harus memeriksa seluruh produk yang tersedia karena sudah memiliki gambaran mengenai hal yang ingin diselesaikan.

6. Mempertimbangkan Sesuatu Sebelum Mengambil Keputusan

Membuat daftar belanja membutuhkan proses berpikir sederhana. Seseorang perlu memeriksa persediaan barang di rumah, mengingat kebutuhan dalam beberapa hari ke depan, lalu menentukan produk yang harus dibeli.

Proses tersebut menunjukkan adanya kecenderungan untuk mempertimbangkan keputusan sebelum bertindak. Mereka tidak selalu langsung membeli sesuatu hanya karena melihat produk tersebut di rak supermarket.

Kebiasaan ini juga dapat diterapkan dalam situasi lain, seperti membandingkan harga sebelum membeli barang elektronik, memeriksa ulasan produk sebelum berbelanja daring, atau mempertimbangkan manfaat suatu barang sebelum mengeluarkan uang.

Namun, penting untuk dipahami bahwa orang yang tidak membuat daftar belanja belum tentu kurang teliti dalam mengambil keputusan. Ada pula orang yang sudah menghafal kebutuhan rumah tangga atau lebih nyaman menentukan pilihan secara langsung ketika berada di toko.

7. Menghargai Waktu dan Efisiensi dalam Aktivitas Sehari-hari

Di sisi lain, daftar belanja juga akan membantu seseorang mengurangi waktu untuk memikirkan barang apa yang harus dibeli. Mereka tidak perlu terus-menerus mengingat kebutuhan yang belum terpenuhi atau kembali ke rak sebelumnya karena lupa mengambil produk tertentu.

Kebiasaan ini cukup membantu, terutama bagi orang yang memiliki jadwal padat dan harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, serta urusan rumah tangga. Dengan persiapan sederhana, kegiatan belanja dapat dilakukan secara lebih terarah tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk menentukan pilihan.

Meski demikian, daftar belanja tidak selalu membuat seseorang selesai berbelanja lebih cepat. Kondisi supermarket, antrean kasir, ketersediaan produk, dan jumlah barang yang harus dibeli tetap berpengaruh terhadap durasi belanja.

Yang lebih penting, kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa seseorang berusaha membuat aktivitas rutin menjadi lebih praktis. Mereka menggunakan persiapan kecil untuk mengurangi keputusan yang tidak perlu ketika sedang menjalankan kegiatan sehari-hari.

8. Memiliki Kebiasaan Mengevaluasi Kebutuhan

Orang yang rutin membuat daftar belanja biasanya perlu memeriksa kebutuhan sebelum menuliskannya. Mereka mungkin melihat isi lemari es, mengecek persediaan bahan makanan, atau memastikan produk kebersihan yang hampir habis.

Kegiatan tersebut secara tidak langsung mendorong seseorang untuk mengevaluasi apa yang sudah dimiliki dan apa yang masih perlu dibeli. Mereka tidak harus membeli produk yang sama setiap kali pergi ke supermarket karena keputusan pembelian didasarkan pada kondisi persediaan.

Kebiasaan mengevaluasi kebutuhan ini juga dapat membantu mengurangi penumpukan barang di rumah. Misalnya, seseorang tidak perlu membeli terlalu banyak produk makanan yang sebenarnya masih tersedia atau menambah perlengkapan rumah tangga yang belum digunakan.

Pada praktiknya, membuat daftar belanja bukan hanya soal mencatat barang yang ingin dibeli. Aktivitas ini juga memberikan kesempatan untuk meninjau kebutuhan secara lebih teratur sebelum mengeluarkan uang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Orang yang Selalu Membuat Daftar Belanja

1. Apakah membuat daftar belanja termasuk kebiasaan yang baik?

Ya. Membuat daftar belanja dapat membantu seseorang mengenali kebutuhan, mengingat barang yang harus dibeli, dan menjaga aktivitas belanja tetap terarah. Kebiasaan ini juga dapat membantu mengurangi pembelian yang tidak direncanakan.

2. Mengapa seseorang perlu membuat daftar belanja sebelum ke supermarket?

Daftar belanja membantu seseorang menentukan prioritas sebelum memasuki toko. Dengan mengetahui barang yang dibutuhkan, seseorang dapat menghindari kebingungan saat memilih produk dan lebih mudah memperkirakan pengeluaran.

3. Apakah membuat daftar belanja bisa membantu menghemat uang?

Bisa. Daftar belanja membantu membatasi pembelian berdasarkan kebutuhan yang sudah direncanakan. Namun, penghematan tetap bergantung pada cara seseorang menentukan anggaran, membandingkan harga, dan menyikapi promo.

4. Apakah orang yang tidak membuat daftar belanja berarti kurang terorganisasi?

Tidak. Kebiasaan berbelanja setiap orang berbeda. Sebagian orang lebih nyaman mencatat kebutuhan, sedangkan yang lain sudah terbiasa mengingat barang yang diperlukan atau menentukan pilihan secara langsung di supermarket.

5. Apa saja yang sebaiknya dimasukkan ke dalam daftar belanja?

Prioritaskan bahan makanan, kebutuhan dapur, perlengkapan kebersihan, dan produk rumah tangga yang hampir habis. Anda juga bisa menambahkan jumlah barang, perkiraan harga, serta anggaran agar kegiatan belanja lebih mudah dikendalikan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading