Fimela.com, Jakarta - Kebiasaan orang yang terlalu lama memendam masalah sendirian sering kali tidak terlihat dari luar. Mereka tetap menjalani aktivitas seperti biasa, meski sebenarnya sedang menghadapi tekanan yang cukup berat.
Pada beberapa kondisi, kebiasaan orang yang terlalu lama memendam masalah sendirian dapat membuat seseorang terbiasa mengandalkan diri sendiri. Mereka mungkin enggan bercerita, sulit meminta bantuan, atau memilih mencari jalan keluar tanpa melibatkan orang lain.
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan orang yang terlalu lama memendam masalah sendirian dapat memengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan menghadapi persoalan. Memahami pola tersebut membantu melihat bahwa sikap diam atau terlalu mandiri tidak selalu berarti tidak membutuhkan dukungan.
Advertisement
Berikut Fimela.com merangkum dari Bolde tentang kebiasaan orang yang terlalu lama memendam masalah sendirian, Jumat (25/9/2026)
Advertisement
1. Jarang Meminta Bantuan meski Sedang Kesulitan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247776/original/076736400_1749544997-side-view-worried-woman-sitting-couch.jpg)
Orang yang terlalu lama terbiasa menghadapi masalah seorang diri cenderung memiliki batas yang tinggi untuk meminta bantuan. Mereka berusaha menyelesaikan persoalan sendiri terlebih dahulu dan baru mencari pertolongan ketika situasinya sudah terasa sangat berat.
Kebiasaan tersebut tidak selalu muncul karena ingin terlihat kuat. Bagi sebagian orang, mengandalkan diri sendiri sudah menjadi pola yang terbentuk selama bertahun-tahun. Ketika menghadapi tekanan, mereka secara otomatis berpikir bahwa masalah tersebut harus diselesaikan sendiri, meskipun sebenarnya ada orang yang bersedia membantu.
2. Memilih Diam ketika Sedang Menghadapi Masalah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4554510/original/049086300_1693216597-anthony-tran-3B6RfJQKBEM-unsplash.jpg)
Ketika sedang mengalami persoalan, mereka dapat menjadi lebih pendiam dan menarik diri dari orang-orang di sekitarnya. Bukan karena ingin menghukum atau menjauhi orang lain, melainkan karena terbiasa memproses masalah secara internal.
Orang terdekat bahkan mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang menghadapi sesuatu. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa, sementara berbagai pikiran dan perasaan disimpan sendiri. Akibatnya, masalah yang sebenarnya sedang dirasakan tidak selalu terlihat dari luar.
Advertisement
3. Sulit Mengungkapkan Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4554509/original/047837500_1693216592-chalis007-8mZdmmAUCHw-unsplash.jpg)
Terlalu lama memendam masalah juga dapat membuat seseorang kesulitan menjelaskan kebutuhan emosionalnya. Ketika ditanya apa yang sedang terjadi atau bantuan seperti apa yang diperlukan, mereka mungkin hanya menjawab, "Aku baik-baik saja" atau "Aku bisa sendiri."
Bukan berarti mereka tidak memiliki masalah. Mereka mungkin memang kesulitan mengenali dan menyampaikan apa yang sedang dirasakan. Kebiasaan mengurus semuanya sendiri membuat meminta bantuan atau mengutarakan kebutuhan terasa asing.
4. Menyimpan Pikiran dan Perasaan, Bahkan kepada Orang Terdekat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4567115/original/061333500_1694079447-young-asian-business-woman-records-income-expenses-home-lady-worried-serious-stress-while-using-laptop-record-budget-tax-financial-document-working-modern-kitchen-house.jpg)
Seseorang dapat terlihat ramah, perhatian, dan terbuka dalam percakapan sehari-hari, tetapi tetap menyimpan bagian terdalam dari dirinya. Mereka mungkin bersedia menceritakan aktivitas atau pendapat, tetapi enggan membicarakan ketakutan, kesedihan, tekanan, maupun persoalan yang sedang mengganggu pikiran.
Kondisi ini membuat orang lain terkadang mengira dirinya baik-baik saja. Padahal, ada banyak hal yang sengaja disimpan karena mereka belum terbiasa membiarkan orang lain masuk terlalu jauh ke dalam persoalan pribadi.
Advertisement
5. Tetap Berusaha Menyelesaikan Semuanya Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3151897/original/037261100_1592059314-close-up-sad-young-woman-holding-her-head_23-2147953216.jpg)
Ketika menghadapi persoalan, mereka cenderung langsung mencari solusi tanpa mempertimbangkan apakah orang lain dapat membantu. Bahkan ketika beban yang dihadapi sudah cukup banyak, mereka masih berusaha mempertahankan kendali dan menyelesaikannya sendiri.
Pola tersebut dapat membuat seseorang terlihat sangat mandiri. Namun, di sisi lain, kebiasaan terus-menerus mengambil alih semua persoalan dapat membuat beban semakin berat karena tidak ada ruang untuk berbagi dengan orang lain.
6. Merasa Tidak Nyaman ketika Ada yang Ingin Memban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5255462/original/086682000_1750161189-gloomy-asian-female-student-sitting-bored-with-laptop-home-tired-bored-studying-having-onli.jpg)
Orang yang sudah lama terbiasa mengandalkan diri sendiri terkadang justru merasa canggung ketika menerima bantuan. Mereka mungkin spontan mengatakan tidak perlu, meskipun sebenarnya pertolongan tersebut dapat meringankan beban.
Menerima perhatian juga dapat membuat mereka merasa kehilangan kendali atas keadaan. Setelah bertahun-tahun terbiasa menjadi orang yang mengurus semuanya sendiri, membiarkan orang lain mengambil sebagian beban membutuhkan proses untuk dibiasakan.
Advertisement
7. Memproses Masalah Sendirian tanpa Banyak Bercerita
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226660/original/050701400_1747753465-steptodown.com913068.jpg)
Ketika mengalami kegagalan, kehilangan, konflik, atau tekanan lainnya, mereka cenderung memilih waktu sendiri untuk memahami apa yang terjadi. Mereka mungkin menangis, berpikir, atau mencari jalan keluar tanpa menceritakan proses tersebut kepada orang lain.
Karena prosesnya berlangsung secara pribadi, orang sekitar terkadang mengira mereka sudah baik-baik saja atau mampu melewati masalah dengan mudah. Padahal, bukan berarti tidak merasakan kesedihan atau tekanan. Mereka hanya terbiasa menghadapinya tanpa banyak melibatkan orang lain.
8. Sulit Sepenuhnya Mengandalkan Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5295172/original/085117600_1753430053-pexels-ekaterina-bolovtsova-4049737.jpg)
Pengalaman terlalu lama menyelesaikan masalah sendiri dapat membuat seseorang terbiasa menjaga jarak tertentu dalam hubungan. Mereka tetap dapat menyayangi dan memperhatikan orang lain, tetapi merasa lebih aman ketika masih memiliki kendali atas dirinya sendiri.
Akibatnya, mereka mungkin sulit benar-benar bersandar kepada orang lain ketika sedang menghadapi masalah. Bukan berarti tidak mempercayai orang di sekitarnya, tetapi kebiasaan mandiri yang sudah berlangsung lama membuat mereka merasa lebih terbiasa mengandalkan kemampuan sendiri.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Orang yang Terlalu Lama Memendam Masalah Sendirian
Apa saja kebiasaan orang yang terlalu lama memendam masalah sendirian?
Beberapa di antaranya adalah jarang meminta bantuan, memilih diam ketika menghadapi tekanan, sulit mengungkapkan kebutuhan, menyimpan pikiran pribadi, serta terbiasa menyelesaikan persoalan tanpa melibatkan orang lain.
Mengapa seseorang yang terbiasa memendam masalah sulit meminta bantuan?
Karena mereka sudah terbiasa mengandalkan diri sendiri. Meminta pertolongan dapat terasa asing, bahkan ketika persoalan yang dihadapi sebenarnya sudah cukup berat.
Bagaimana kebiasaan memendam masalah terlihat dalam hubungan?
Seseorang mungkin lebih sering menarik diri ketika menghadapi masalah, enggan bercerita, atau merasa tidak nyaman ketika pasangan maupun orang terdekat menawarkan bantuan.
Apakah orang yang memendam masalah selalu tidak percaya kepada orang lain?
Tidak selalu. Mereka bisa saja mempercayai orang di sekitarnya, tetapi tetap terbiasa menyimpan persoalan pribadi dan memprosesnya sendiri sebelum menceritakannya.
Apakah memendam masalah terlalu lama dapat memengaruhi diri sendiri?
Kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang terbiasa menanggung beban seorang diri dan semakin sulit mengungkapkan kebutuhan emosional. Karena itu, membangun ruang untuk bercerita dan menerima dukungan dapat menjadi bagian dari pola yang lebih sehat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3151896/original/013983800_1592058764-15514.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357803/original/035364700_1790307157-Gemini_Generated_Image_vxbrwivxbrwivxbr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2067896/original/002175800_1523268336-HL.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357811/original/034459600_1790307568-Screenshot_2026-09-18_122723.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356730/original/019483500_1790219453-pexels-lngdik23-18499499.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5214969/original/053314000_1746785689-friends-posing-photo_23-2148124515.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572111/original/028475500_1777774433-pexels-cottonbro-7118214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111664/original/072805600_1783064065-IMG_1262.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111187/original/023809800_1783063078-IMG_1258.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7241807/original/019116900_1780027083-front-view-woman-kid-relaxing-home_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357418/original/044789300_1790245904-IMG_4182.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357356/original/091697100_1790243231-IMG_4164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357350/original/008494800_1790242946-IMG_3400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357296/original/041026000_1790240873-IMG_4183.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444713/original/015888500_1765786658-Ferdy_Sambo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292921/original/034620300_1783664297-IMG_1937.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357811/original/034459600_1790307568-Screenshot_2026-09-18_122723.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356730/original/019483500_1790219453-pexels-lngdik23-18499499.jpg)
![Para figur publik Indonesia seperti Tantri Namirah, Alika Islamadina, dan influencer Singapura Dya Liedya menemukan sisi lain Singapura yang lebih personal dan sarat makna. [Dok/RiaMiranda].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/YokO8lzlMnozZpzDgkDU6hXNXTc=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5319530/original/070504300_1755537456-WhatsApp_Image_2025-08-18_at_23.31.42_260e3720.jpg)