Fimela.com, Jakarta - Alasan psikologis seseorang lebih nyaman punya sedikit teman dapat berkaitan dengan cara memaknai hubungan sosial. Bagi sebagian orang, kedekatan emosional lebih penting daripada banyaknya kenalan. Mereka merasa lebih nyaman membangun relasi yang dilandasi kepercayaan dan saling memahami.
Alasan psikologis seseorang lebih nyaman punya sedikit teman juga dapat muncul dari keinginan memiliki interaksi yang bermakna. Percakapan ringan atau basa-basi mungkin terasa kurang memuaskan, sehingga waktu bersama beberapa orang terdekat justru lebih menyenangkan.
Selain itu, alasan psikologis seseorang lebih nyaman punya sedikit teman bisa berkaitan dengan kebutuhan akan ruang pribadi. Tidak semua orang membutuhkan komunikasi intens atau aktivitas sosial yang sering untuk merasa terhubung. Selama memiliki orang yang dipercaya, lingkaran pertemanan kecil pun dapat terasa cukup.
Advertisement
Berikut Fimela.com merangkum dari Bolde tentang alasan psikologis seseorang lebih nyaman punya sedikit teman, Jumat (2/10/2026).
Advertisement
1. Lebih Mengutamakan Hubungan yang Mendalam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261754/original/087741000_1750686285-young-lesbian-lgbtq-women-couple-using-mobile-phone-home.jpg)
Sebagian orang lebih menghargai kedalaman hubungan daripada banyaknya koneksi. Mereka merasa lebih puas ketika dapat mengenal seseorang secara personal, memahami cara berpikirnya, serta berbagi pengalaman dan perasaan secara terbuka.
Hubungan yang mendalam membutuhkan waktu dan perhatian untuk berkembang. Karena itu, seseorang mungkin memilih memusatkan energi sosialnya kepada beberapa orang yang dianggap penting daripada berusaha mempertahankan banyak hubungan sekaligus. Kedekatan yang terbangun melalui kepercayaan dan pengalaman bersama pun dapat memberikan rasa terhubung yang lebih kuat.
2. Percakapan Dangkal Bisa Terasa Melelahkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210319/original/059567500_1746504790-friends-with-tea-mugs-smiling_23-2148147971.jpg)
Basa-basi mengenai cuaca, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari merupakan bagian wajar dari interaksi sosial. Namun, bagi sebagian orang, percakapan yang terus berada di permukaan dapat terasa kurang memuaskan, terutama ketika mereka lebih menyukai pembicaraan yang memiliki makna personal.
Mereka mungkin lebih menikmati pembicaraan tentang pengalaman hidup, pemikiran, perasaan, rencana, atau hal-hal yang dianggap penting. Jika interaksi yang dijalani terlalu sering hanya berupa percakapan ringan, seseorang bisa merasa kurang mendapatkan kedekatan emosional yang dicari.
Advertisement
3. Lebih Memilih Satu Percakapan Bermakna daripada Banyak Interaksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3479772/original/033687100_1623404900-young-woman-whispers-her-mate-bad-news-isolated-blue-wall_231208-11751.jpg)
Banyaknya aktivitas sosial tidak selalu berarti seseorang merasa lebih terhubung. Ada orang yang justru merasa lebih puas setelah melakukan satu percakapan mendalam dengan teman dekat daripada mengikuti berbagai kegiatan bersama banyak orang.
Kualitas interaksi menjadi hal yang lebih diperhatikan. Waktu dan energi sosial kemudian cenderung diarahkan kepada hubungan yang dianggap benar-benar berarti. Setelah mendapatkan percakapan yang membuatnya merasa didengar dan dipahami, seseorang mungkin tidak lagi merasa perlu mencari banyak interaksi lain.
4. Membutuhkan Waktu untuk Membuka Diri dan Mempercayai Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3590281/original/029206000_1633154880-melissa-askew-a1n1yPxHoIM-unsplash_1_.jpg)
Kedekatan emosional biasanya tidak terbentuk dalam waktu singkat. Sebagian orang membutuhkan waktu untuk mengenal karakter seseorang sebelum merasa aman untuk menceritakan hal-hal yang lebih pribadi. Mereka mungkin lebih nyaman mengamati bagaimana seseorang bersikap dan memperlakukan orang lain sebelum memberikan kepercayaan.
Proses tersebut membuat mereka cenderung selektif dalam membangun pertemanan. Dari luar, sikap ini mungkin terlihat sebagai sulit bergaul atau tertutup, padahal mereka hanya membutuhkan waktu untuk membangun rasa percaya. Ketika kepercayaan sudah terbentuk, hubungan yang terjalin justru dapat menjadi sangat dekat.
Advertisement
5. Lebih Nyaman dengan Interaksi Satu Lawan Satu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3410002/original/089469400_1616573890-pexels-cottonbro-4003320.jpg)
Situasi kelompok dapat membuat percakapan bergerak cepat dan melibatkan banyak orang sekaligus. Kondisi tersebut terkadang membuat pembicaraan sulit berkembang menjadi lebih personal karena setiap orang harus berbagi perhatian dan kesempatan berbicara.
Sebaliknya, interaksi satu lawan satu memberikan ruang yang lebih besar untuk saling mendengarkan dan membahas sesuatu secara mendalam. Karena itu, sebagian orang mungkin lebih menikmati bertemu dengan satu atau dua teman daripada berada dalam kelompok besar. Pola ini membuat lingkaran pertemanan kecil terasa lebih nyaman dan sesuai dengan cara mereka membangun koneksi.
6. Merasa Kurang Terhubung ketika Tidak Dipahami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4945990/original/064227500_1726565376-codifyformatter__40_.jpg)
Berada di tengah banyak orang tidak selalu membuat seseorang merasa dekat dengan mereka. Justru, ketika seseorang merasa tidak dapat menjadi dirinya sendiri atau perkataannya tidak benar-benar dipahami, interaksi sosial dapat terasa kurang memuaskan.
Pengalaman semacam itu dapat membuat seseorang lebih menghargai hubungan dengan orang-orang yang mampu menerima dirinya secara lebih utuh. Bagi mereka, merasa dipahami bukan hanya soal memiliki teman untuk berbicara, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan tanpa takut langsung dihakimi.
Advertisement
7. Lebih Memilih Kesendirian daripada Lingkungan yang Tidak Cocok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188400/original/048283600_1595496143-women-cafe_144627-35265.jpg)
Kesendirian tidak selalu identik dengan kesepian. Bagi sebagian orang, menghabiskan waktu sendirian justru dapat memberikan ketenangan setelah menjalani berbagai aktivitas sosial. Waktu sendiri juga dapat digunakan untuk beristirahat, melakukan hobi, atau sekadar menata kembali pikiran.
Oleh karena itu, mereka mungkin lebih memilih berada sendiri daripada memaksakan diri mengikuti lingkungan yang membuat tidak nyaman. Pilihan tersebut tidak selalu berarti menghindari orang lain, tetapi dapat mencerminkan kebutuhan untuk menjaga kenyamanan dan keseimbangan diri.
8. Memiliki Sedikit Teman, tetapi Hubungannya Sangat Dekat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149442/original/059622900_1591813963-two-women-sitting-on-white-bench-1549280.jpg)
Lingkaran pertemanan yang kecil sering kali memungkinkan seseorang memberikan lebih banyak perhatian kepada setiap hubungan. Waktu, energi, dan perhatian tidak terbagi terlalu banyak sehingga kedekatan dapat dipelihara secara lebih personal.
Teman yang dipertahankan biasanya merupakan orang-orang yang dianggap memiliki kecocokan nilai, rasa percaya, dan kenyamanan dalam berkomunikasi. Hubungan tersebut juga dapat terasa lebih stabil karena kedua pihak sudah memahami karakter dan kebiasaan masing-masing. Karena itu, sedikitnya jumlah teman tidak selalu menunjukkan kurangnya hubungan sosial.
Advertisement
9. Ingin Benar-Benar Dikenal dan Dipahami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261750/original/079716500_1750685577-chatting-joyful-best-friends-couch.jpg)
Pada akhirnya, sebagian orang tidak terlalu membutuhkan banyak orang yang mengenalnya. Mereka lebih menginginkan beberapa orang yang benar-benar memahami dirinya, termasuk sisi yang tidak selalu ditunjukkan kepada orang lain.
Hubungan seperti ini memberikan ruang untuk menjadi diri sendiri tanpa harus terus-menerus menjelaskan atau menyesuaikan diri. Perasaan diterima dan dipahami dapat membuat seseorang merasa lebih aman dalam sebuah hubungan. Inilah yang dapat membuat seseorang merasa bahwa memiliki sedikit teman sudah cukup, selama hubungan tersebut memberikan rasa percaya, kedekatan emosional, dan kenyamanan.
Pertanyaan Seputar Alasan Psikologis Seseorang Lebih Nyaman Punya Sedikit Teman
Apakah punya sedikit teman berarti seseorang sulit bersosialisasi?
Tidak selalu. Seseorang bisa saja mampu bersosialisasi dengan baik, tetapi lebih memilih memiliki lingkaran pertemanan yang kecil karena merasa lebih nyaman dengan hubungan yang dekat dan bermakna.
Mengapa sebagian orang lebih menyukai percakapan mendalam?
Percakapan yang membahas pengalaman, pemikiran, atau perasaan dapat memberikan rasa terhubung yang lebih kuat. Karena itu, sebagian orang mungkin lebih menikmati satu percakapan bermakna daripada banyak interaksi yang hanya berupa basa-basi.
Apakah orang yang punya sedikit teman berarti introver?
Belum tentu. Jumlah teman tidak dapat menjadi satu-satunya penentu kepribadian seseorang. Preferensi tersebut bisa dipengaruhi oleh kebutuhan akan privasi, pengalaman sosial, tingkat kenyamanan, atau cara seseorang membangun kepercayaan.
Mengapa seseorang membutuhkan waktu lama untuk dekat dengan orang lain?
Sebagian orang membutuhkan waktu untuk mengenal karakter dan membangun rasa percaya sebelum terbuka. Setelah merasa aman, mereka justru dapat membangun hubungan yang sangat dekat dengan beberapa orang tertentu.
Apakah nyaman sendirian berarti seseorang merasa kesepian?
Tidak selalu. Kesendirian dan kesepian merupakan pengalaman yang berbeda. Seseorang dapat menikmati waktu sendiri untuk beristirahat atau melakukan aktivitas pribadi, sekaligus tetap memiliki hubungan sosial yang dekat dengan beberapa orang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4483920/original/045245700_1687916240-relaxed-friends-talking-while-sitting-couch_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160493/original/039883900_1663309823-pexels-karolina-grabowska-4194866_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338787/original/040578200_1788341525-jon-ly-Xn7GvimQrk8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4886328/original/042744300_1720433092-19564.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4854771/original/025933800_1717645486-Ilustrasi_serangan_panik__cemas__gelisah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111664/original/072805600_1783064065-IMG_1262.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111187/original/023809800_1783063078-IMG_1258.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7241807/original/019116900_1780027083-front-view-woman-kid-relaxing-home_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363982/original/040549400_1790927473-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_2.22.32_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363626/original/051425000_1790907708-WhatsApp-Image-2026-10-02-at-6.38.53-AM-768x432.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363599/original/030267400_1790905796-518274.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363376/original/017062200_1790855124-IMG_5344.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363574/original/090178800_1790897642-1211207.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8069661/original/073738100_1780914672-4.jpg)
![Lihat di sini tampilan Kim Ji Won di event BVLGARI Hong Kong. [@geewonii].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/Sz4S7vUJxidphu5WDZEk6LjJTU8=/260x125/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5172810/original/078278400_1742793301-Snapinst.app_485648698_18402177973101904_3475621419707077215_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363873/original/026767200_1790923989-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_12.33.54__4_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8140038/original/018304000_1780992240-pexels-shouravsheikh-5695587.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363837/original/073827900_1790922110-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_12.33.54.jpeg)