Sukses

Lifestyle

6 Alasan Psikologis Orang yang Betah Berlama-Lama di Kamar Meski Tidak Sedang Tidur

Fimela.com, Jakarta - Buat sebagian orang, kamar jadi tempat paling nyaman buat menghabiskan waktu. Mau nonton film, main HP, dengerin musik, baca buku atau sekadar rebahan sambil melamun. Bahkan, ada yang betah berjam-jam di sana meski sebenarnya nggak sedang tidur atau mengerjakan sesuatu.

Kebiasaan ini ternyata bisa berkaitan dengan kebutuhan psikologis seseorang. Ada yang butuh waktu sendiri setelah seharian beraktivitas, ada juga yang ingin menghindari keramaian atau sekedar mencari ruang buat menenangkan pikiran. Jadi, Sahabat Fimela, betah di kamar nggak otomatis berarti kamu malas atau nggak suka bergaul.

Nah, dalam studi dari Journal of Environmental Psychology berjudul “Predicting Home Attachment Through Its Psychological Costs and Benefits: Restoration, Space, and Social Relationships” ada keterkaitan antara rumah, kebutuhan untuk memulihkan diri, privasi, dan hubungan sosial. Lantas, apa sebenarnya alasan psikologis yang bikin kamu betah berlama-lama di kamar meski nggak sedang tidur? Yuk simak selengkapnya, kalau kamu merasa related, Rabu (21/10).

1. Kamu Butuh Waktu untuk Diri Sendiri

Setelah seharian bekerja, kuliah, atau berinteraksi dengan banyak orang, kamu mungkin ingin menikmati waktu tanpa harus ngobrol dengan siapa pun. Kamar menjadi tempat buat melakukan apa yang kamu suka tanpa perlu mengikuti kegiatan orang lain.

Kamu bisa membaca, mendengarkan musik, menonton video, atau sekadar duduk sambil memikirkan banyak hal. Nggak harus selalu ada kegiatan yang dilakukan. Terkadang, kamu cuma ingin menikmati waktu tanpa tuntutan untuk merespons orang lain.

Penelitian Jerry M. Burger berjudul Individual Differences in Preference for Solitude yang terbit dalam Journal of Research in Personality pada 1995 membahas perbedaan kesukaan seseorang terhadap waktu sendiri. Artinya, Sahabat Fimela, kebutuhan untuk menyendiri bisa berbeda pada setiap orang.

2. Kamu Ingin Punya Ruang Pribadi

Kamar bisa menjadi tempat buat menentukan batas antara kehidupan pribadi dan aktivitas bersama keluarga atau teman serumah. Kamu bisa menutup pintu, mengatur kegiatan sendiri, dan memilih kapan ingin berinteraksi dengan orang lain.

Misalnya, saat rumah sedang ramai atau banyak orang mengajak ngobrol, kamu mungkin memilih masuk kamar untuk menikmati waktu sendiri. Kamu nggak harus selalu ikut dalam setiap percakapan atau kegiatan yang berlangsung di rumah.

Penelitian Darhl M. Pedersen berjudul Psychological Functions of Privacy yang terbit dalam Journal of Environmental Psychology pada 1997 membahas fungsi privasi dalam kehidupan seseorang. Salah satunya berkaitan dengan kesempatan untuk menyendiri dan mengatur hubungan dengan orang lain. Jadi, keinginan punya ruang pribadi merupakan salah satu alasan kamu mungkin betah di kamar.

3. Kamu Ingin Menenangkan Pikiran

Pekerjaan, tugas kuliah, masalah keluarga, sampai urusan pertemanan bisa memenuhi pikiran sepanjang hari. Saat merasa perlu mengambil jeda, kamu mungkin memilih kembali ke kamar supaya bisa beristirahat sejenak dari berbagai tuntutan tersebut.

Kamu bisa berbaring, mendengarkan lagu, atau melakukan kegiatan yang nggak membutuhkan banyak perhatian. Buat sebagian orang, menghabiskan waktu di kamar membantu memberi jarak dari situasi yang sedang membuat pikiran penuh.

Meski begitu, Sahabat Fimela, coba perhatikan apa yang kamu rasakan setelah menghabiskan waktu sendiri. Kalau kamu merasa lebih siap menjalani aktivitas, waktu tersebut mungkin memang kamu butuhkan. Namun, kalau kamu terus menghindari masalah dan kesulitan menjalani rutinitas, ada baiknya mencari cara lain untuk menghadapinya.

4. Semua Kegiatan Favoritmu Ada di Kamar

Sekarang, banyak kegiatan bisa dilakukan tanpa harus keluar kamar. Kamu bisa bekerja menggunakan laptop, menonton serial, bermain gim, membaca buku, sampai mengobrol dengan teman lewat ponsel.

Kalau hampir semua kebutuhan hiburan dan pekerjaan bisa dipenuhi dari kamar, kamu mungkin merasa nggak punya alasan untuk keluar. Apalagi kalau kegiatan tersebut sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, seperti bermain gim setelah bekerja atau menonton video sebelum tidur.

Namun, jangan sampai kebiasaan ini membuat kamu lupa bergerak atau melewatkan kegiatan lain. Sesekali, coba keluar kamar untuk berjalan kaki, makan bersama keluarga, atau sekadar mencari udara segar. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati waktu sendiri tanpa mengabaikan kebutuhan sehari-hari.

5. Kamu Merasa Lelah Berinteraksi dengan Orang Lain

Pernah merasa ingin diam setelah seharian harus ngobrol dengan banyak orang? Kamu mungkin perlu waktu untuk diri sendiri sebelum kembali berinteraksi. Dalam kondisi seperti ini, kamar bisa menjadi tempat buat beristirahat dari percakapan dan aktivitas sosial.

Hal tersebut nggak selalu berarti kamu nggak suka berteman. Kamu tetap bisa menikmati waktu bersama orang lain, tetapi juga membutuhkan jeda setelahnya. Kebutuhan ini bisa berbeda-beda, tergantung situasi dan pengalaman yang kamu alami.

Namun, ada perbedaan antara menikmati waktu sendiri dan terus-menerus menghindari orang lain. Penelitian berjudul “Preference for Solitude Paradox: The Psychological Influence of Social Isolation Despite Preference” yang terbit pada 2024 membahas hubungan antara kesukaan menyendiri dan isolasi sosial. Jadi, kalau kamu mulai menarik diri dari semua orang dan merasa kesulitan menjalani aktivitas, jangan ragu mencari dukungan.

6. Kamu Sedang Memikirkan Masalah Pribadi

Ada kalanya kamu memilih berlama-lama di kamar karena sedang menghadapi masalah yang sulit diceritakan kepada orang lain. Kamu mungkin ingin memahami perasaan sendiri, memikirkan keputusan, atau mencari cara untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi.

Menghabiskan waktu sendiri bisa memberi kesempatan buat mengenali apa yang sebenarnya kamu rasakan. Kamu bisa menulis isi pikiran di buku catatan, mendengarkan musik, atau menyusun langkah yang ingin dilakukan setelahnya.

Meski begitu, Sahabat Fimela, jangan merasa harus menghadapi semuanya sendirian. Kalau kamu terus memikirkan masalah yang sama tanpa menemukan jalan keluar, cobalah bercerita kepada orang yang kamu percaya. Jika kebiasaan mengurung diri disertai hilangnya minat pada kegiatan sehari-hari atau membuat kamu kesulitan menjalani rutinitas, mencari bantuan profesional juga bisa menjadi pilihan.

Pada akhirnya, betah berlama-lama di kamar punya alasan yang berbeda bagi setiap orang. Kamu nggak perlu merasa bersalah hanya karena membutuhkan waktu sendiri. Yang penting, tetap kenali kebutuhan diri dan pastikan kebiasaan tersebut nggak membuat kamu kehilangan hubungan dengan orang lain atau mengabaikan aktivitas sehari-hari.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Alasan Psikologis Orang yang Betah Berlama-Lama di Kamar

1. Apakah orang yang betah di kamar termasuk introvert?

Belum tentu, Sahabat Fimela. Orang introvert mungkin membutuhkan waktu sendiri setelah berinteraksi, tetapi siapa pun bisa betah di kamar karena alasan privasi, pekerjaan, hiburan, atau kebutuhan beristirahat.

2. Kenapa seseorang lebih suka menyendiri di kamar?

Alasannya bisa beragam, mulai dari ingin punya waktu sendiri, menghindari keramaian, menikmati hobi, sampai menghadapi masalah pribadi.

3. Apakah terlalu lama di kamar bisa memengaruhi kesehatan mental?

Bisa saja, terutama kalau kebiasaan tersebut membuat kamu terisolasi, jarang beraktivitas, atau kesulitan menjalani rutinitas. Namun, berada di kamar dalam waktu lama saja nggak cukup untuk menentukan kondisi kesehatan mental seseorang.

4. Apakah suka mengurung diri berarti mengalami depresi?

Nggak selalu. Perlu ada penilaian terhadap gejala lain, berapa lama kondisi berlangsung, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari.

5. Bagaimana cara mengurangi kebiasaan berlama-lama di kamar?

Kamu bisa mulai dengan membuat jadwal aktivitas di luar kamar, berjalan kaki, melakukan hobi bersama teman, atau meluangkan waktu untuk mengobrol dengan keluarga. Pilih kegiatan yang terasa nyaman dan bisa kamu lakukan secara bertahap.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading