Fimela.com, Jakarta - Trik mengeringkan bagian dalam sedotan reusable agar tidak berbau penting diketahui oleh setiap pengguna sedotan pakai ulang. Sisa air di saluran sempit dapat memicu aroma kurang sedap, apabila sedotan langsung disimpan setelah dicuci. Perawatan sederhana membantu menjaga kebersihan perlengkapan minum untuk penggunaan sehari-hari.
Banyak orang hanya memperhatikan kebersihan permukaan luar sedotan saat mencuci perlengkapan minum. Padahal, trik mengeringkan bagian dalam sedotan reusable agar tidak berbau perlu diterapkan secara tepat, supaya air tidak terperangkap di saluran sempit. Penggunaan sikat khusus turut membantu mengangkat sisa minuman sebelum proses pengeringan dimulai.
Pemilihan metode pengeringan juga perlu menyesuaikan bahan sedotan, mulai dari silikon, stainless steel, hingga kaca. Trik mengeringkan bagian dalam sedotan reusable agar tidak berbau bisa dilakukan melalui penempatan pada rak terbuka, pengaturan posisi sedotan dan pemeriksaan kondisi bagian dalam sebelum penyimpanan. Kebiasaan tersebut membantu menjaga sedotan tetap bersih, awet dan nyaman digunakan.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Fimela.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (28/10/2026).
Advertisement
1. Bilas Sedotan Segera Setelah Digunakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4699474/original/099800300_1703672791-thoa-ngo-FWrvze4cqu4-unsplash.jpg)
Langkah pertama untuk mencegah bau adalah membilas sedotan segera setelah selesai digunakan. Alirkan air bersih melalui kedua ujung sedotan agar sisa minuman terdorong keluar. Jika digunakan untuk minuman manis, susu, atau minuman berlemak, pembilasan awal sangat membantu mengurangi residu sebelum mengering dan menempel.
Hindari hanya membilas bagian luar sedotan. Pastikan air mengalir melewati seluruh saluran bagian dalam. Untuk hasil yang lebih optimal, lanjutkan dengan pembersihan menggunakan sikat khusus sedotan.
2. Gunakan Sikat Khusus untuk Membersihkan Saluran Dalam
Sikat sedotan memiliki ukuran kecil sehingga dapat menjangkau bagian dalam yang sulit dibersihkan menggunakan spons biasa. Pilih sikat yang sesuai dengan diameter sedotan agar seluruh permukaan bagian dalam dapat terjangkau tanpa merusak materialnya.
Masukkan sikat secara perlahan, lalu gerakkan maju dan mundur sambil menggunakan air dan sabun pencuci peralatan makan. Setelah itu, bilas sampai tidak ada busa atau sisa sabun yang tertinggal. Langkah ini penting karena pengeringan saja tidak dapat menghilangkan residu minuman maupun kotoran yang sudah menempel.
3. Tiriskan Air dari Kedua Ujung Sedotan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2938586/original/003982700_1571037949-straws-8001_1920.jpg)
Setelah dicuci dan dibilas, pegang sedotan dengan posisi miring atau mengarah ke bawah. Goyangkan secara perlahan agar tetesan air di dalam saluran keluar melalui ujung sedotan.
Kamu juga bisa mengetukkan sedotan secara ringan pada kain bersih untuk membantu mengurangi air yang tersisa. Hindari membanting atau mengguncangnya terlalu keras, terutama jika sedotan terbuat dari kaca. Tujuan tahap ini adalah mengeluarkan sebanyak mungkin air sebelum proses pengeringan lanjutan.
4. Keringkan dengan Posisi Berdiri atau Miring
Salah satu trik mengeringkan bagian dalam sedotan reusable agar tidak berbau adalah menempatkannya dalam posisi yang memungkinkan air mengalir keluar dan udara masuk. Letakkan sedotan secara berdiri atau miring pada rak pengering yang bersih, dengan salah satu ujung terbuka dan tidak tertutup permukaan.
Pastikan kedua ujung sedotan tidak menempel pada meja atau alas yang basah. Jika sedotan memiliki bagian yang melengkung, atur posisinya agar air tidak terperangkap pada lekukan. Berikan jarak antarperalatan supaya udara dapat bergerak lebih leluasa.
Advertisement
5. Manfaatkan Sirkulasi Udara untuk Mempercepat Pengeringan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384376/original/053977300_1793168951-Gemini_Generated_Image_e4fuqe4fuqe4fuqe.jpg)
Sirkulasi udara membantu kelembapan di dalam sedotan menguap secara alami. Tempatkan sedotan di area bersih, kering, dan memiliki aliran udara yang baik. Kamu dapat menggunakan kipas pada pengaturan rendah jika ingin membantu mempercepat proses tersebut.
Hindari menaruh sedotan di tempat lembap, dekat tumpukan cucian basah, atau di dalam lemari tertutup saat masih basah. Jangan pula mengandalkan sinar matahari terik untuk semua jenis sedotan, sebab beberapa bahan dapat mengalami perubahan bentuk atau warna akibat paparan panas berlebihan.
6. Gunakan Rak Pengering yang Memungkinkan Udara Masuk
Rak pengering dengan celah terbuka lebih sesuai untuk mengeringkan sedotan reusable daripada wadah tertutup. Pilih rak yang stabil, mudah dibersihkan, dan tidak menahan genangan air.
Posisikan sedotan secara terpisah agar bagian luarnya tidak saling menempel. Jika rak memiliki penyangga khusus untuk sedotan, gunakan sesuai petunjuk produk. Pastikan rak juga rutin dicuci dan dikeringkan supaya tidak menjadi sumber kotoran baru.
7. Jangan Langsung Menyimpan Sedotan di Wadah Tertutup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384377/original/062535400_1793168951-Gemini_Generated_Image_irc0lsirc0lsirc0.jpg)
Sedotan yang tampak kering di bagian luar belum tentu bebas dari air di bagian dalam. Oleh sebab itu, jangan langsung memasukkannya ke kantong, kotak, atau wadah penyimpanan tertutup setelah dicuci.
Tunggu sampai bagian dalam dan luar benar-benar kering. Jika sulit memastikan kondisi saluran dalam, biarkan sedotan lebih lama di rak terbuka. Setelah kering, simpan di tempat bersih dan kering untuk mencegah kontaminasi ulang.
8. Sesuaikan Cara Pengeringan dengan Bahan Sedotan
Setiap bahan sedotan reusable memiliki karakteristik berbeda. Cara pengeringan perlu disesuaikan agar sedotan tidak cepat rusak.
- Sedotan stainless steel: Tiriskan air, lalu keringkan dalam posisi terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Periksa bagian sambungan atau lekukan jika modelnya tidak lurus.
- Sedotan silikon: Tekuk secara perlahan bila diperlukan untuk membantu mengeluarkan air dari bagian berlekuk. Hindari menarik atau meregangkan bahan secara berlebihan.
- Sedotan kaca: Letakkan dengan stabil di rak agar tidak mudah jatuh atau terbentur. Jangan menggunakan panas mendadak yang dapat menyebabkan kerusakan.
- Sedotan plastik: Hindari suhu tinggi jika bahan tidak dirancang untuk menahannya. Ikuti petunjuk perawatan dari produsen.
Apa pun bahannya, pastikan metode yang digunakan tidak merusak permukaan atau bentuk sedotan.
Advertisement
9. Hindari Mengandalkan Tisu untuk Mengeringkan Bagian Dalam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384378/original/069657000_1793168951-Gemini_Generated_Image_730cbp730cbp730c.jpg)
Tisu dapat membantu menyerap air pada permukaan luar, tetapi memasukkannya ke dalam saluran sedotan bukan pilihan yang tepat. Serat tisu bisa tertinggal, sulit dikeluarkan, atau justru menambah kotoran di bagian dalam.
Untuk mengurangi kelembapan, utamakan penirisan dan pengeringan menggunakan udara. Jika ingin mengelap bagian luar, gunakan kain bersih yang tidak mudah meninggalkan serat. Hindari pula memasukkan benda yang tidak dirancang untuk membersihkan sedotan.
10. Bersihkan Kembali Jika Bau Masih Tertinggal
Apabila sedotan tetap berbau setelah dikeringkan, kemungkinan masih ada residu minuman atau kotoran di dalamnya. Cuci kembali menggunakan sabun pencuci peralatan makan dan sikat khusus, kemudian bilas hingga bersih. Periksa juga apakah ada noda, lapisan licin, atau kotoran yang sulit dijangkau.
Jangan langsung menutupi bau menggunakan pewangi atau bahan beraroma kuat. Bahan tersebut tidak menggantikan proses pembersihan dan berisiko meninggalkan residu yang tidak sesuai untuk peralatan minum. Jika bau tidak hilang, terdapat perubahan warna yang mencurigakan, atau permukaan sedotan sudah rusak, pertimbangkan untuk menggantinya.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengeringkan Sedotan Reusable
Beberapa kebiasaan dapat membuat sedotan lebih lama kering atau memicu munculnya bau, antara lain:
- Menyimpan sedotan ketika bagian dalamnya masih basah.
- Hanya membersihkan bagian luar tanpa menyikat saluran dalam.
- Menggunakan wadah pengering yang kotor atau menampung air.
- Menumpuk sedotan terlalu rapat sehingga aliran udara terhambat.
- Menggunakan air yang terlalu panas tanpa memperhatikan ketahanan material.
- Memasukkan tisu atau benda berserat ke dalam saluran sedotan.
- Mengabaikan bau yang terus muncul meskipun sedotan sudah dicuci.
Dengan menghindari kebiasaan tersebut, proses perawatan sedotan dapat menjadi lebih efektif dan higienis.
Selain memperhatikan pengeringan, lakukan perawatan rutin agar sedotan tetap nyaman digunakan. Cuci sedotan setiap selesai digunakan, terutama setelah mengonsumsi minuman yang mengandung gula, susu, atau bahan lain yang mudah meninggalkan residu. Gunakan sikat khusus secara berkala dan periksa bagian dalamnya untuk memastikan tidak ada penumpukan kotoran.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pengeringan Sedotan Reusable
Bagaimana cara mengeringkan bagian dalam sedotan reusable dengan cepat?
Tiriskan air terlebih dahulu, kemudian letakkan sedotan pada rak terbuka di area dengan sirkulasi udara yang baik. Kipas berkecepatan rendah dapat membantu mempercepat penguapan.
Mengapa sedotan reusable tetap berbau setelah dicuci?
Bau bisa muncul akibat residu minuman, kotoran yang tertinggal di saluran dalam, atau penyimpanan saat sedotan masih lembap. Bersihkan menggunakan sikat khusus dan pastikan seluruh bagian benar-benar kering.
Apakah sedotan stainless steel perlu dikeringkan setelah dicuci?
Ya. Pengeringan membantu mengurangi kelembapan yang tertinggal dan mencegah bau akibat residu atau kontaminasi. Simpan setelah bagian dalam dan luarnya kering.
Bolehkah sedotan reusable dikeringkan menggunakan hair dryer?
Sebaiknya gunakan metode pengeringan alami atau kipas. Hair dryer dapat menghasilkan panas yang terlalu tinggi bagi beberapa bahan, terutama plastik dan silikon, sehingga perlu dihindari kecuali petunjuk produsen mengizinkannya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384375/original/044248000_1793168951-Gemini_Generated_Image_irc0lsirc0lsirc0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5214969/original/053314000_1746785689-friends-posing-photo_23-2148124515.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380128/original/035935300_1792658707-pexels-andy-lee-1453672476-28435726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4868718/original/058340900_1718851608-IMG-20240620-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384102/original/020803000_1793157559-1751.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338667/original/009269500_1788337293-pexels-silverkblack-36730116.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562886/original/096890400_1776842271-little-boy-playing-with-toys.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673798/original/057009200_1782714868-IMG_1232.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379363/original/097715300_1792594745-people-meeting-barter-event-exchange-goods.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4847216/original/065253100_1717033085-pexels-liza-summer-6347538.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383849/original/084953800_1793105056-IMG_20261027_173154_121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3615998/original/074288400_1635414615-20211028-Aksi-Mahasiswa-Dan-Buruh-Peringati-Hari-Sumpah-Pemuda-FANANI-12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382614/original/000993500_1793003285-IMG-20261026-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383487/original/062982100_1793088940-1000799696.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475814/original/005504500_1687349060-WhatsApp_Image_2023-06-21_at_16.58.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384345/original/018077400_1793167291-WhatsApp_Image_2026-10-22_at_13.31.53.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384264/original/002828100_1793164580-unhappy-young-family-calculating-expenses-going-bankrupt.jpg)
![Di tengah permasalahan keuangan yang tengah dihadapinya dengan mantan suami, Tasya Farasya membagikan potret powerful dalam balutan gaun lilac. Ia mengenakan busana korset berbahan satin dengan atasan renda tembus pandang berkerah tinggi, dilengkapi lengan panjang berjuntai bak kain selendang dan peplum renda bergelombang di pinggang. Crown silver tinggi berhias mutiara dan kristal menjadi pusat perhatian di atas rambut yang ditarik rapi ke belakang. [@tasyafarasya]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/5I_LC4Y03uGYATF8BWxll6k2CqA=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384207/original/020087000_1793161439-SnapInsta.to_864931954_18643216198004502_4821919164367971610_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379842/original/032466000_1792649130-gOyeVv_3f.jpg)