Fimela.com, Jakarta - Kepribadian orang yang jarang membagikan masalah kepada orang lain bisa terlihat dari cara mereka menjalani hari. Mereka tetap membalas pesan, pergi bekerja, atau berkumpul bersama teman meski sedang memikirkan persoalan yang belum selesai. Dari luar, mungkin tidak ada yang menyadari apa yang sedang mereka hadapi karena mereka memilih menyimpan cerita untuk diri sendiri.
Sahabat Fimela, kebiasaan ini bisa muncul karena berbagai alasan. Ada orang yang terbiasa mencari jalan keluar sendiri, khawatir ceritanya tersebar, atau merasa tidak ingin membebani orang lain. Mereka memilih diam sampai merasa siap membicarakan apa yang sedang terjadi.
Namun, jarang bercerita tidak selalu berarti seseorang sedang memendam perasaan. Ada yang memang ingin memahami masalahnya lebih dulu sebelum mencari bantuan. Lantas, apa saja pola perilaku yang bisa terlihat dari kebiasaan ini, dan kapan kamu perlu mulai membuka diri? Simak selengkapnya, dihadirkan Fimela, Kamis (29/10).
Advertisement
Advertisement
1. Terbiasa Menyelesaikan Masalah Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4947921/original/005969900_1726732094-pexels-olgalioncat-7291252.jpg)
Orang yang jarang bercerita sering memilih mencari jalan keluar sebelum meminta bantuan. Saat menghadapi persoalan pekerjaan, hubungan, atau keluarga, mereka mencoba memahami situasi dan menentukan apa yang bisa dilakukan. Kebiasaan ini bisa terbentuk karena pengalaman yang membuat mereka terbiasa mengandalkan diri sendiri.
Mereka mungkin merasa lebih nyaman ketika punya waktu untuk berpikir tanpa campur tangan orang lain. Karena itu, mereka tidak langsung menceritakan masalah yang sedang dihadapi kepada teman atau keluarga.
Meski begitu, menyelesaikan masalah sendiri bukan berarti kamu harus menanggung semuanya sendirian. Meminta bantuan ketika persoalan sulit diatasi juga menjadi bagian dari cara menghadapi masalah.
2. Menjaga Privasi dan Batasan Pribadi
Sebagian orang memilih tidak membagikan masalah karena ingin menjaga privasi. Mereka membedakan hal yang bisa dibicarakan bersama teman dan hal yang ingin disimpan untuk diri sendiri. Bagi mereka, tidak semua pengalaman perlu diketahui orang lain, termasuk oleh orang yang sudah lama dikenal.
Kebiasaan ini juga terlihat ketika seseorang hanya menceritakan bagian tertentu dari persoalannya. Mereka bisa membahas kejadian yang dialami tanpa menjelaskan semua perasaan atau latar belakang yang menyertainya.
Kalau kamu memiliki kebiasaan seperti ini, bukan berarti kamu menutup diri dari lingkungan. Kamu tetap bisa membangun hubungan dengan orang lain sambil menentukan cerita mana yang ingin dibagikan dan kepada siapa.
Advertisement
3. Sulit Memercayai Orang Lain untuk Bercerita
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4703853/original/067778600_1704110070-Ilustrasi_introvert__diam__kesepian__diri_sendiri__merenung.jpg)
Pengalaman masa lalu bisa memengaruhi cara seseorang membagikan masalah. Orang yang pernah merasa dikhianati, dihakimi, atau mendapati ceritanya tersebar mungkin menjadi lebih berhati-hati saat ingin terbuka. Mereka mempertimbangkan siapa yang bisa dipercaya sebelum menceritakan persoalan pribadi.
Akibatnya, mereka mungkin terlihat biasa saja ketika teman bertanya tentang keadaan mereka. Jawaban singkat seperti “aku enggak apa-apa” bisa menjadi cara untuk mengakhiri percakapan yang belum ingin mereka lanjutkan.
Namun, pengalaman dengan satu orang tidak selalu berarti semua orang akan memberikan tanggapan yang sama. Kamu bisa membangun kepercayaan secara bertahap dengan memilih orang yang menghargai privasi dan mau mendengarkan tanpa menghakimi.
4. Membutuhkan Waktu untuk Memahami Perasaan
Ada orang yang tidak langsung bercerita ketika menghadapi masalah karena belum memahami apa yang sedang dirasakan. Mereka membutuhkan waktu untuk mengingat kejadian, memikirkan penyebabnya, dan menentukan langkah yang ingin diambil. Dalam situasi seperti ini, diam bisa menjadi bagian dari proses memahami diri sendiri.
Mereka mungkin baru membicarakan masalah setelah pikiran terasa lebih terarah. Sebelum itu, mereka memilih menulis, berjalan sendiri, atau melakukan kegiatan yang membantu mereka memproses pengalaman.
Memberi waktu kepada diri sendiri bisa membantu, tetapi kamu juga perlu memperhatikan berapa lama kebiasaan tersebut berlangsung. Jika masalah terus dipikirkan tanpa menemukan jalan keluar, berbicara dengan orang yang dipercaya bisa menjadi pilihan.
Advertisement
5. Khawatir Menjadi Beban bagi Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3286163/original/076986000_1604452984-christian-ferrer-4JpyAldl-KI-unsplash.jpg)
Sebagian orang jarang bercerita karena tidak ingin membuat orang lain ikut memikirkan masalah mereka. Mereka tahu teman atau keluarga juga memiliki urusan masing-masing, sehingga memilih menyimpan persoalan daripada meminta waktu untuk bercerita.
Pola ini bisa membuat seseorang terus mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, meski sebenarnya membutuhkan teman bicara. Mereka mungkin lebih mudah mendengarkan cerita orang lain daripada menjelaskan apa yang sedang terjadi dalam hidupnya.
Padahal, berbagi masalah tidak selalu berarti membebani orang lain. Kamu bisa meminta izin sebelum bercerita dan memberi kesempatan kepada teman untuk menyampaikan apakah mereka punya waktu untuk mendengarkan.
6. Terbiasa Menyembunyikan Perasaan
Ada orang yang sejak lama terbiasa menyimpan perasaan karena lingkungan keluarga atau pergaulannya tidak memberi banyak ruang untuk membicarakan emosi. Mereka belajar menyelesaikan persoalan tanpa menjelaskan apa yang dirasakan, sehingga kebiasaan tersebut terbawa hingga dewasa.
Dalam kehidupan sehari-hari, mereka mungkin tetap menjalankan rutinitas dan memenuhi tanggung jawab tanpa membicarakan tekanan yang sedang dialami. Orang di sekitarnya pun belum tentu mengetahui bahwa mereka sedang menghadapi masalah.
Jika kamu mengenali pola ini dalam diri sendiri, cobalah mulai menyampaikan perasaan lewat percakapan sederhana. Kamu tidak harus menceritakan semuanya sekaligus. Mengungkapkan satu hal yang sedang mengganggu pikiran bisa menjadi cara untuk mulai membuka diri.
Advertisement
7. Memilih Menenangkan Diri Sebelum Mencari Bantuan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5092527/original/015673200_1736774465-Screenshot_2025-01-13_173212.jpg)
Sebagian orang memilih mengambil jarak dari percakapan saat menghadapi persoalan. Mereka ingin menenangkan diri terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah masalah tersebut perlu dibicarakan. Cara ini bisa membantu mereka menghindari keputusan yang dibuat saat sedang terbawa emosi.
Namun, mengambil waktu untuk diri sendiri berbeda dengan terus menghindari persoalan. Jika seseorang selalu menunda pembicaraan, masalah yang membutuhkan penyelesaian bersama bisa semakin sulit ditangani.
Kamu boleh menentukan waktu untuk menenangkan diri, tetapi jangan ragu mencari bantuan ketika beban pikiran mulai mengganggu tidur, pekerjaan, atau hubungan dengan orang lain. Meminta dukungan juga menjadi bagian dari cara menghadapi masalah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kepribadian Orang yang Jarang Membagikan Masalah Kepada Orang Lain
1. Apa penyebab seseorang jarang menceritakan masalahnya kepada orang lain?
Penyebabnya bisa berupa keinginan menjaga privasi, pengalaman masa lalu, kebiasaan mandiri, atau kekhawatiran terhadap tanggapan orang lain.
2. Apakah orang yang suka memendam masalah berarti tertutup?
Belum tentu. Sebagian orang hanya membutuhkan waktu untuk memahami masalah sebelum membagikannya, sedangkan yang lain memang memilih menjaga urusan pribadi.
3. Apa dampak terlalu sering memendam masalah sendiri?
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini bisa membuat seseorang merasa terbebani dan kesulitan mencari dukungan saat menghadapi persoalan.
4. Bagaimana cara menghadapi orang yang tidak mau bercerita?
Berikan ruang tanpa memaksa, dengarkan ketika mereka mulai terbuka, dan tunjukkan bahwa mereka bisa meminta bantuan tanpa takut dihakimi.
5. Kapan seseorang perlu mencari bantuan saat memendam masalah?
Pertimbangkan bantuan dari orang terpercaya atau tenaga profesional jika masalah mulai mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan, atau kegiatan sehari-hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1702985/original/068245200_1504773772-pexels-photo-374703.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385398/original/087958600_1793256811-33a3401f-3bdc-49be-8e0d-dcdf3076feb2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3474735/original/040574900_1623030439-priscilla-du-preez-gYdjZzXNWlg-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380128/original/035935300_1792658707-pexels-andy-lee-1453672476-28435726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4868718/original/058340900_1718851608-IMG-20240620-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384102/original/020803000_1793157559-1751.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562886/original/096890400_1776842271-little-boy-playing-with-toys.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384908/original/092174700_1793192022-finale.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673798/original/057009200_1782714868-IMG_1232.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379363/original/097715300_1792594745-people-meeting-barter-event-exchange-goods.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4847216/original/065253100_1717033085-pexels-liza-summer-6347538.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385915/original/075393800_1793280225-IMG_0682.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385893/original/039717800_1793277580-254265.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385874/original/009652400_1793275898-Screenshot_20261029_183025_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385748/original/055039700_1793267298-IMG_20261029_141944_495.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373849/original/019671800_1791990193-131602.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385663/original/016003200_1793263483-1001804561.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385958/original/088968600_1793285866-WhatsApp_Image_2026-10-29_at_18.34.03__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385948/original/059280800_1793283685-confident-ethnic-businesswoman-speaking-phone-office.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385880/original/084223000_1793276649-WhatsApp_Image_2026-10-29_at_14.53.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385629/original/040999100_1793262463-pexels-anastasia-shuraeva-4944312.jpg)