Sukses

Lifestyle

Ciri Orang yang Suka Menyimpan Barang Pemberian Orang Lain Meski Sederhana

Fimela.com, Jakarta - Mungkin kamu termasuk orang yang sulit membuang barang pemberian orang lain, meskipun bentuknya sederhana seperti surat kecil, gantungan kunci, atau foto. Ciri orang yang suka menyimpan barang pemberian orang lain sering kali berkaitan dengan cara mereka memaknai kenangan dan menghargai hubungan personal.

Bagi mereka, sebuah hadiah tidak harus mahal atau memiliki fungsi khusus untuk dianggap berharga. Ada perasaan dan cerita di balik pemberian tersebut yang membuatnya terasa istimewa.

Dalam psikologi, keterikatan emosional terhadap benda dikenal sebagai object attachment. Kondisi ini menggambarkan hubungan emosional seseorang dengan benda yang dianggap memiliki makna pribadi. Berikut beberapa ciri orang yang suka menyimpan barang pemberian orang lain walaupun itu adalah barang sederhana.

1. Menghargai Hal-Hal Kecil dari Orang Lain

Salah satu karakteristik orang yang gemar menyimpan barang pemberian orang lain, meskipun sederhana, adalah mampu menghargai perhatian sekecil apa pun. Mereka tidak menjadikan harga atau kemewahan hadiah sebagai ukuran, melainkan lebih menghargai ketulusan dan usaha orang yang memberikannya.

Sebagai contoh, seseorang mungkin menerima gantungan kunci sederhana sebagai kenang-kenangan. Meski benda tersebut terlihat biasa saja, penerimanya bisa memiliki alasan tersendiri untuk menyimpannya karena menganggap hadiah itu sebagai bentuk perhatian yang berarti.

Kebiasaan ini juga mencerminkan sikap tidak mudah menyepelekan hal-hal kecil dalam sebuah hubungan. Mereka menyadari bahwa kasih sayang dan kepedulian tidak harus selalu ditunjukkan melalui hadiah mahal atau barang mewah.

Bagi mereka, benda sederhana tersebut dapat menjadi pengingat bahwa pernah ada seseorang yang meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membuat mereka merasa diperhatikan.

2. Memiliki Ikatan Emosional yang Kuat dengan Kenangan

Orang yang gemar menyimpan barang pemberian biasanya memiliki hubungan emosional dengan kenangan di balik benda tersebut. Mereka mungkin merasa bahwa membuang barang itu sama seperti melepaskan sebagian pengalaman yang pernah membuat mereka bahagia.

Hal ini sejalan dengan penelitian berjudul Possessions and Memories yang terbit dalam jurnal Current Opinion in Psychology pada 2021. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa benda yang dimiliki seseorang dapat membantu menjaga, menghadirkan, dan mengingat kembali kenangan pribadi.

Dalam artikel tersebut, para peneliti menyebutkan bahwa keterikatan terhadap benda berkaitan dengan kemampuan benda itu untuk mengingatkan seseorang pada pengalaman bermakna. Dengan kata lain, nilai sebuah barang tidak selalu terletak pada bentuk fisiknya, tetapi juga pada cerita yang menyertainya.

Contohnya, seseorang mungkin masih menyimpan tiket konser, kartu ucapan, atau foto kecil dari teman lama. Saat melihatnya kembali, benda tersebut dapat membangkitkan ingatan tentang momen tertentu yang sulit dilupakan.

3. Mengutamakan Makna daripada Harga Barang

Karakteristik lainnya adalah lebih mengutamakan nilai sentimental daripada harga sebuah barang. Mereka tidak membutuhkan hadiah mahal untuk merasa dihargai karena benda sederhana pun bisa menyimpan makna yang dalam.

Hal ini berkaitan dengan penelitian Julian Givi dan Jeff Galak yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Psychology pada 2017. Penelitian tersebut membahas nilai sentimental dalam pemberian hadiah, yaitu nilai yang terbentuk dari hubungan emosional suatu benda dengan orang terdekat, peristiwa istimewa, atau pengalaman tertentu.

Nilai sentimental tidak hanya ditentukan bentuk dan kualitas fisik barang, tetapi juga oleh cerita serta perasaan yang melekat padanya. Inilah yang membuat sebuah hadiah sederhana terkadang terasa lebih berharga daripada barang mahal.

Contohnya, seseorang mungkin lebih memilih menyimpan surat tulisan tangan daripada hadiah mewah yang tidak memiliki kenangan khusus. Menurut mereka, ketulusan dan cerita di balik pemberian tersebut jauh lebih berarti daripada harga barangnya.

4. Menghargai Hubungan dan Orang yang Memberikan Hadiah

Kebiasaan menyimpan hadiah juga bisa menunjukkan kalau seseorang menghargai hubungannya dengan orang lain. Barang pemberian tersebut jadi pengingat akan sosok yang pernah hadir atau memiliki peran penting dalam kehidupannya. Sebagai contoh, seseorang masih menyimpan hadiah kecil dari sahabat masa sekolah meskipun sudah lama tidak bertemu.

Penelitian tentang keterikatan terhadap benda yang diterbitkan dalam Journal of Behavioral Addictions pada tahun 2022 menjelaskan bahwa benda dapat memiliki hubungan emosional dengan identitas dan rasa aman seseorang. Penelitian itu menyebutkan bahwa keterikatan terhadap benda merupakan hubungan psikologis atau emosional antara seseorang dan barang yang dimilikinya.

Walau begitu, menyimpan hadiah bukan berarti seseorang tidak bisa melupakan masa lalu. Dalam banyak situasi, barang tersebut hanya menjadi kenang-kenangan yang membuat hubungan dan pengalaman tertentu tetap terasa dekat.

5. Senang Mengingat Kembali Momen yang Pernah Dilalui

Orang yang gemar menyimpan barang pemberian orang lain biasanya juga memiliki ketertarikan untuk mengingat kembali masa lalu. Mereka terkadang melihat foto lama atau membaca ulang kartu ucapan yang pernah diterima.

Aktivitas sederhana tersebut dapat membantu mereka mengingat suasana dan perasaan saat menerima hadiah. Bahkan, benda kecil seperti pembatas buku atau gantungan tas bisa membawa ingatan pada percakapan dan peristiwa yang terjadi bertahun-tahun silam.

Hal ini sejalan dengan tinjauan penelitian tentang keterikatan terhadap benda yang menjelaskan bahwa barang pribadi dapat berfungsi sebagai pengingat pengalaman autobiografis. Dengan kata lain, benda yang disimpan bisa membantu seseorang mengingat kembali momen penting dalam perjalanan hidupnya.

Itulah sebabnya mereka mungkin tidak terburu-buru membuang barang pemberian orang lain. Sebelum melepaskannya, mereka cenderung memikirkan kenangan dan pengalaman yang masih melekat pada benda tersebut.

6. Memiliki Sisi Emosional yang Hangat dan Personal

Kebiasaan menyimpan hadiah sederhana juga dapat mencerminkan sisi emosional seseorang yang menghargai pengalaman personal. Mereka mungkin tidak selalu mengungkapkan rasa sayang atau terima kasih melalui kata-kata, tetapi menunjukkannya dengan menjaga barang pemberian orang lain.

Misalnya, seseorang tetap menyimpan hadiah buatan tangan dari anggota keluarga karena menganggap proses pembuatannya sebagai bentuk perhatian. Bukan hanya bendanya yang dihargai, tetapi juga waktu dan usaha yang diberikan oleh orang tersebut.

Penelitian tentang keterikatan terhadap benda membedakan keterikatan yang aman dan tidak aman. Dalam penelitian Jonathan David dan Melissa M. Norberg pada 2022, keterikatan yang aman dijelaskan sebagai hubungan emosional yang dapat memberikan rasa nyaman dan aman, sedangkan keterikatan yang tidak aman dapat membuat seseorang merasa kehilangan benda akan mengancam rasa dirinya.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa menyukai barang kenangan tidak selalu berarti memiliki masalah dalam melepaskan sesuatu. Selama kebiasaan tersebut tidak mengganggu aktivitas, memenuhi ruang, atau menimbulkan tekanan emosional, menyimpan hadiah sederhana merupakan hal wajar.

7. Tidak Mudah Mengukur Segala Sesuatu dari Nilai Materi

Selain itu, biasanya mereka juga memahami bahwa tidak semua hal berharga bisa dinilai dengan uang. Bagi mereka, perhatian, pengalaman, dan hubungan dengan orang lain memiliki makna tersendiri yang tidak selalu tercermin dari harga sebuah barang.

Mereka mungkin lebih menyukai hadiah yang memiliki cerita personal dibandingkan barang mahal yang diberikan tanpa mempertimbangkan kedekatan hubungan.

Sebuah penelitian yang melibatkan 365 partisipan dan diterbitkan dalam Journal of Behavioral Addictions pada 2022 turut mengkaji hubungan antara keterikatan emosional dan perilaku menyimpan barang.

Hasilnya menunjukkan bahwa kebiasaan menyimpan barang karena kenangan tidak serta merta dapat dimiripkan dengan perilaku menimbun. Seseorang tetap bisa menghargai hadiah dan mempertahankan beberapa benda yang bermakna tanpa harus menyimpan semua barang yang pernah diterimanya.

Pertanyaan Seputar Kebiasaan Menyimpan Barang Pemberian Orang Lain

1. Apakah menyimpan barang pemberian orang lain berarti sulit melupakan masa lalu?

Tidak selalu. Seseorang bisa menyimpan barang pemberian sebagai bentuk penghargaan atas kenangan tanpa harus terus terikat masa lalu. Benda tersebut mungkin hanya jadi pengingat pengalaman atau hubungan yang pernah berkesan positif dalam hidupnya.

2. Mengapa seseorang merasa bersalah saat ingin membuang barang pemberian orang lain?

Perasaan bersalah bisa muncul karena seseorang khawatir tindakannya dianggap tidak menghargai orang yang memberikan hadiah. Mereka mungkin juga merasa kalau membuang barang tersebut sama saja mengabaikan perhatian dan usaha yang pernah diberikan.

3. Apakah kebiasaan menyimpan hadiah sederhana bisa menunjukkan kalau seseorang memiliki empati tinggi?

Belum tentu. Kebiasaan menyimpan hadiah sederhana bisa mencerminkan sikap menghargai perhatian orang lain, tetapi tidak cukup untuk membuktikan kalau seseorang memiliki empati tinggi.

Menurut American Psychological Association (APA), empati berkaitan dengan kemampuan memahami seseorang dari sudut pandangnya serta merasakan perasaan dan pikirannya. Jadi, empati lebih tepat dinilai dari cara seseorang dalam memahami perasaan orang lain dan merespons kebutuhannya, bukan hanya dari kebiasaan menyimpan barang atau hadiah pemberian.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading