Sukses

Entertainment

Suede Jadi Penampil Favorit di Soundrenaline 2019

Fimela.com, Jakarta Ajang musik yang diklaim terbesar se-Asia Tenggara, Soundrenaline kembali akan digelar. Dan memasuki penyelenggaraab ke-17, Soundrenaline bakal membawa tagline dengan penuh semangat yaitu The Spirit of All Time.

Ajang ini akan membawa puluhan musisi bersama kolaborator ternama di berbagai bidang. Mereka akan mewarnai Soundrenaline yang rencananya akan digelar pada tanggal 7-8 September 2019 di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali.

"Kami konsisten dalam menghadirkan pengalaman festival yang berkesan. Kami bikin festival yang timeless. Ga terbatas waktu. Makanya kami mengusung tagline The Spirit of All Time," ujar Andhika Adiputra dari Level 7 selaku penyelenggara di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (31/07/2019).

Mengenai line up penampil, Soundrennaline 2019 bakal menyuguhkan mereka yang memiliki kualitas seperti Seringai, Barasuara, RAN, Maliq & D'Essentials, Kunto Aji, Tulus, Kelompok Penerbang Roket, Ardhito Pramono, The SIGIT, Feast, dan lainnya.

Dan sebagai penampil luar negeri yang difavoritkan adalah Suede, band asal Inggris yang populer dengan lagu Beautiful Ones, Animal Nitrate, The Drowners dan She's In Fashion. Selainnya juga ada GYM & GYM (Tahiland) dan Jambinai (Taiwan).

"Suede. Itu salah satu yang akan tampil di Soundrenaline 2019. Juga yang akan spesial perform ada Mocca dan Ardhito Pramono. Kita serahkan para penampil untuk eksplor," lanjut Widi Puradiredja selaku music director Soundrenaline 2019.

4 Elemen Seni

Sebagai salah satu festival yang sudah dikenal hingga ke luar negeri, pada gelaran ke 17 tetap konsisten untuk menghadirkan berbagai kolaborasi unik dan progresif. Menurut Saleh Husein sebagai art director, tahun ini akan ada 4 elemen seni yang akan mewarnai area GWK yaitu kontemporer, media baru, pop, dan street art.

"Sementara itu elemen musik mulai dari populer, nostalgic, hingga rock 'n roll dapat ditemui di panggung Soundrenaline yang sarat akan unsur seni selain sajian musik," sambung Widi.

Kenapa GWK Bali?

Sebagaimana diketahui, event ini awalnya diselenggarakan di Jakarta. Namun pada perkembangannya GWK Bali lah yang kemudian menjadi tempat langganan perhelatan musik dan seni tersebut.

"Kenapa Bali lagi? Sudah lama kita pikirkan. Sampai sekarang tetapin venue di GWK yang ikonik banget, juga dikenal di dunia internasional. Pengen dikenal luas lagi makanya undang artis internasional juga," tandas Andhika.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading