Sukses

News & Entertainment

Filosofi Lima Jari di Karya Terbaru Danilla Riyadi

Fimela.com, Jakarta Penyanyi sekaligus songwriter Danilla Riyadi baru saja memperkenalkan karya terbaru. Sebuah Extended Play (EP) dengan isi lima lagu diberi judul Fingers. Dengan bangga, Danilla pun menjelaskan tentang karya terbarunya tersebut.

"Ini EP judulnya Fingers. Ini merupakan album yang mana kaya Project Masa bodonya gua lah karena gue bikin sendiri dan gue nggak peduli orang bilang apa, ini pure untuk mengekspresikan sesuatu aja," ungkap Danilla Riyadi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019).

Sebelumnya Danilla memang cukup sibuk wara-wiri di layar lebar. Ia juga kerap mengisi soundtrack film seperti Dilan, The Returning hingga Pretty Boys yang disutradarai Tompi.

Setiap Jari Punya Makna

Seolah sudah dikonsep sejak awal, EP berjudul Fingers berisikan lima lagu yang menggambarkan lima jari yang dimiliki manusia. Ia pun menjelaskan filosofi dari masing-masing lagu yang ada di dalamnya.

"Analogi sih, masuklah. Jadi, sebenarnya Thumb dan Pinky itu dua lagu yang durasinya lebih pendek, tiga lagu (lainnya) tuh inti. Yang Pinky itu seperti biasanya kan kelingking itu melambangkan janji ya, jadi di dalam lagu ini ada hubunganya dengan sebuah janji, sebuah tutur. Kalau yang judulnya Indeks itu telunjuk. Kan biasanya telunjuk itu melambangkan kekuasaan, yang berbau power. Kalau jari tengah itu kalian tau sendiri ya, jari tengah itu cenderung bodo amat lah, dengan apa sih, menurutku di sini secara tidak langsung mengambil intinya kita sudah diperkosa dengan diri sendiri, jadi jari tengan ini menceritakan hidup dan mati. Kalau jadi manis, itu isu yang marak di indonesia yang dimana perempuan di bawah 30 tahun itu harus menikah dan semacamnya, tapi di sini saya menegaskan bahwa ada kalanya kita menunggu dulu untuk menikah gitu loh. Menikah bukan karena menikah, tapi karena isu itu ada," paparnya.

Tentang Fingers

"Kenapa Fingers, karena tanpa lima jari ini kau tidak bisa mengerjakan semua karya aku dari A sampai Z," tambahnya kemudian.

Meski disebut project 'masa bodo' nyatanya tema yang diangkat Danilla dalam album tersebut cukup relevan dengan kondisi sosial saat ini. Danilla mengakui tema-tema yang diangkat dalam lima lagu tersebut cukup relate dengan kondisi yang terjadi belakangan ini.

"Mungkin dari segi tema sih tidak jauh dari sosial dan masyarakat dan isu-isu yang marak di Indonesia. Tentang mengapa kebetulan pas banget ada di orang-orang atas sana dan kebetulan memang ada lagu-lagu yang membicarakan tentang hal tersebut jadi kayak serba apa saja lah," pungkasnya.

Proses Singkat

Tak hanya tentang filosofi yang terdapat dalam karya terbarunya, Danilla juga menjelaakan tentang proses kreatif di EP Fingers. Sedianya, album Fingers sudah siap dirilis di awal 2019 ini, namun lantaran kesibukannya dalam beberapa project film baru sekarang perilisan Fingers bisa terealisasi.

"Sebenarnya prosesnya udah dari tahun lalu, sekitar Desember kalau nggak salah. Cuma memang aku masaknya tuh bulan Januari-Maret, dan Maret udah selesai. Jadi, bulan Maret udah selesai. Sebetulnya pun, kita udah siap rillis di dua bulan setelahnya tadinya. Tapi yaudahlah, kebanyakan main di gampang kali ya," pungkas Danilla Riyadi.

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

;
Loading