Sukses

Parenting

4 Jenis Pil Kontrasepsi Oral

Vemale.com - Di Indonesia sendiri, para pasutri menggunakan beragam teknik pencegah kehamilan seperti dengan kondom, alat kontrasepsi dalam rahim (implan), suntikan, tubektomi, vasektomi, hingga pemakaian pil KB atau yang lebih dikenal dengan pil kontrasepsi oral. Kali ini kami mengajak Anda untuk berkenalan lebih dekat dengan jenis-jenis pil KB itu yang digunakan pada umumnya. Mari kita simak bersama. 1. Tipe Kombinasi Jenis ini terdiri dari sekitar 20 pil yang masing-masing berisi derivat estrogen dan progestin dosis mini. Umumnya tipe kombinasi ini dipakai untuk satu siklus saja. Cara penggunaannya adalah dengan mengonsumsinya pada hari pertama menstruasi, dilanjutkan 1 pil tiap hari hingga 20 hari mendatang sampai pil habis. Biasanya beberapa hari setelah pil terakhir dikonsumsi, ibu akan mengalami pendarahan mirip haid, namun sebenarnya itu hanyalah pendarahan akibat putus obat saja. Metode yang sama bisa diulangi untuk siklus selanjutnya. 2. Tipe Sekuensial Tipe ini berisi 14-15 pil yang berisi derivat estrogen, plus 7 pil lain yang merupakan kombinasi dari estrogen dan progestin. Metode pemakaian sama seperti tipe kombinasi. Hanya saja untuk tipe sekuensial ini, tingkat efektifnya lebih rendah dan acapkali menimbulkan berbagai dampak yang tak diinginkan. 3. Tipe Pil Mini Hanya terdiri dari derivat progestin, norgestrel atau noretindron dalam dosis mini yang tertuang dalam 21-22 butir pil konsumsi. Penggunaannya juga tak jauh beda dengan tipe kombinasi. 4. Tipe Morning After Pill Terdiri dari pil dietilstilbestrol kadar 25 mg yang wajib diminum 2 kali sehari, dalam waktu kurang dari 72 jam pascasanggama, selama 5 hari ke depan non-stop. Pil kontrasepsi oral yang dijual di pasaran biasanya terdiri dari 28 butir pil, dengan 7 di antaranya berisi zat netral (plasebo). Selain mencegah terjadinya kehamilan, pil kontrasepsi oral juga bisa untuk melancarkan dan membuat haid jadi lebih teratur. Namun penting untuk diketahui bahwa beberapa pil kontrasepsi ada yang menimbulkan efek samping seperti mendongkrak naiknya berat badan, membuat tulang keropos, hingga berpengaruh pada kehalusan kulit. Untuk itu, ada baiknya Anda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum memilih alat kontrasepsi yang pas. (vem/meg)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading