Sukses

Parenting

Punya Keluarga Dengan Gangguan Kejiwaan? Jangan Jauhi, Bantu!

Ladies, apa yang terlintas dalam pikiran kamu ketika kami menyajikan kata 'orang gila'? Besar kemungkinan bayanganmu adalah sosok tak terawat, terlantar di jalan, dan kerap dicemooh. Lalu bagaimana jika salah satu anggota keluargamu mengalaminya? Memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan seringkali dianggap aib, padahal mereka butuh bantuanmu untuk sembuh.

Mulai sekarang, jangan sampai kamu jadi salah satu dari pihak yang mencibir dan menelantarkan orang-orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Mengapa? Karena ODGJ masih memiliki kecerdasan emosional, sehingga cibirab dan cacian hanya akan membuat mereka makin depresi sehingga bisa membahayakan nyawanya sendiri.

FAKTA: 1 dari 4 orang dewasa alami masalah kesehatan jiwa

Menurut data dari World Federation on Mental Health, 2016-2017, satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah kesehatan jiwa pada satu waktu dalam hidupnya. Setiap 40 detik di suatu tempat di dunia ada seseorang yang meninggal karena bunuh diri.

Di sinilah peran keluarga dibutuhkan. Di mana mereka garda terdepan berperan dalam menjaga kesehatan jiwa anggota keluarganya.

"Keluarga juga menjadi pihak yang memberikan pertolongan pertama psikologis apabila tampak gejala-gejala yang mengarah pada masalah kesehatan jiwa," kata dr. Fidiansyah, SpKJ, MPH selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza ketika berbincang dalam 'Temu Media Hari Kesehatan Jiwa Sedunia' di Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Ulurkan tanganmu, bantu mereka!

Salah satu contoh gangguan jiwa berat adalah Skizofrenia. Skizofrenia merupakan penyakit kronis di mana penderita memiliki kesulitan memroses pikirannya sehingga dapat berhalusinasi, delusi, pikiran yang tidak jelas dan tingkah laku atau bicara yang tidak wajar.

Foto: copyright Zika Zakiya

Bagus Utomo, Ketua Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) melihat pemberdayaan keluarga ini sebagai cara yang efektif untuk menutup gap terhadap stigma negatif bagi ODGJ dan keluarganya. Ia tahu betul hal ini karena kakak kandungnya adalah penderita Skizofrenia.

"Andaikan ditarik ke belakang, saya menyesal tidak melakukan beberapa hal yang seharusnya saya lakukan pada kakak saya," ujar Bagus yang juga menceritakan bagaimana sang kakak sampai kehilangan pekerjaan karena penyakitnya.

Untuk menegaskan pentingnya peran keluarga bagi ODGJ, Kemenkes merayakan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada Senin, 10 Oktober 2016. Kemenkes menghelat acara ini bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (IPDSKJI), Assosiasi Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Indonesia (ARSAWAKOI), Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), dan Johnson & Johnson Indonesia.

Puncak acaranya berupa jalan sehat di acara ‘Walk The Talk’ pada Minggu, 9 Oktober 2016, yang dimulai di Patung Kuda, Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

"Kesehatan tubuh dimulai dari kesehatan jiwa. Inilah yang kami pegang teguh. Kami akan terus mendukung dan terbuka untuk kolaborasi yang lebih panjang terkait permasalahan kesehatan jiwa ini," kata Vishnu Kalra, President Director Johnson & Johnson Indonesia.

Nah, jika kamu mencurigai anggota keluargamu mengalami gangguan kejiwaan, segera bantu dia dengan membawanya ke psikiater.

(vem/zzu/yel)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading