Sukses

Parenting

Samakah Night Terror dengan Mimpi Buruk?

Pernahkah Bunda mendengar anak Anda menangis atau terdengar ketakutan saat ia tidur? Kalau iya, bisa jadi anak Anda mengalami night terror. Apa itu night terror? Samakah night terror dengan mimpi buruk?

Mengalami night terror itu beda dengan bermimpi buruk. Night terror juga tidak bisa diartikan sebagai teror tengah malam sebelum tidur gara-gara anak takut kalau ada hantu atau maling. Night terror itu dialami saat anak sedang tertidur.

Seperti yang dijelaskan webmd.com, tidur itu dikategorikan menjadi 2: rapid eye movement (REM) dan nonrapid eye movement (non-REM). Non-REM sendiri mempunyai 4 tahap. Kalau mimpi buruk terjadi saat kondisi tidur ada di REM.

Sedangkan night terror ini terjadi pada masa transisi dari tahap 3 ke 4, yang biasanya dialami sekitar 90 menit setelah anak tertidur. Jika anak mengalami night terror, ia bisa berkali-kali menangis dan ketakutan saat tidur.

Lalu, ia bisa tiba-tiba duduk terbangun dan menjerit. Dia kelihatan sudah terbangun tapi seperti masih bingung, linglung, dan tidak peka terhadap lingkungan sekitar. Kadang anak juga tidak sadar kalau orang tuanya sudah ada di dekatnya dan diam saja.

Tidak seperti mimpi buruk, kebanyakan anak yang mengalami night terror tidak akan ingat mimpi apa yang dialaminya setelah ia terbangun bahkan sampai keesokan harinya.

Gangguan tidur ini biasanya dialami anak berumur 3-12 tahun. Dan puncaknya biasanya dialami oleh anak berumur 3,5 tahun. Sekitar 1-6% anak pernah mengalaminya baik anak laki-laki maupun perempuan.

Tapi semakin dewasa, gangguan tidur ini akan jarang dan tidak akan dialami lagi kok Bun.

Agit Diyanita

(vem/ova)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading