Sukses

Parenting

Indikasi Penyakit Sesak Nafas pada Bayi Bunda

Penyakit sesak nafas dapat dialami oleh siapa saja baik orang dewasa maupun anak Bunda yang masih balita. Penyakit sesak nafas pada balita harus ditangani dengan lebih spesial dari penyakit sesak nafas yang diderita orang dewasa. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh Bayi bunda masih rentan.

Dilansir dari drugs.com, jika bayi Bunda telah dapat bicara atau berkomunikasi dengan Bunda, dia akan memberitahukan kepada Bunda kalau tubuhnya sedang merasa sakit pada gejala awal. Namun kalau bayi Bunda masih bayi dan belum bisa bicara bagaimana? Bunda harus memberikan perhatian yang lebih kepada bayi Bunda.

Penyakit sesak nafas pada bayi Bunda akan nampak ketika bayi Bunda seperti tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigen dalam paru-parunya atau mengalami kesulitan dalam bernafas. Jika hal seperti bayi Bunda bernafas lebih cepat dari biasanya, dan mengalami masalah makan, sebaiknya Bunda meminta pertolongan dokter secepat mungkin.

Gejala lain yang harus Bunda perhatikan antara lain ketika bayi Bunda bernafas mengeluarkan suara seperti siulan, mendengkur saat bayi Bunda menghembuskan udara, bibir, mulut dan ujung jari bayi Bunda berwarna biru, bayi Bunda tidak bergerak dengan normal, bayi Bunda mengeluarkan air liur lebih banyak daripada biasanyam dan bayi Bunda lebih sering mengantuk daripada biasanya.

Penyakit sesak nafas pada bayi dapat menandakan penyakit serius lain yang menyebabkan sesak nafas tersebut. Penyakit sesak nafas sebenarnya di sebabkan oleh penyakit lain dalam tubuh bayi Bunda. Pada umumnya penyakit sesak nafas tersebut diakibatkan oleh gangguan pada saluran pernafasan seperti bronkitis, dipteri, asma dan batuk yang disertai sesak nafas.

Oleh : Yuan Sabastian F

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading