Sukses

Parenting

Awas, 3 Penyakit Ini Meningkatkan Risiko Susah Hamil Bagi Perempuan

Fimela.com, Jakarta Setiap pasangan suami istri yang telah menikah tentu berharap bahwa keduanya segera mendapat momongan atau buah hati. Tidak sedikit pasangan yang menanti-nantikan kehadiran anak dari hubungan keduanya.

Ada beberapa pasangan yang dalam waktu cepat langsung dikasih momongan oleh Tuhan. Tapi, tidak sedikit yang harus menunggu dalam waktu cukup lama agar bisa mendapatkan buah hati. Melansir dari laman parents.com, ada beberapa hal yang membuat seorang perempuan susah hamil dan susah punya anak. Salah satu halnya adalah menderita penyakit tertentu. Berikut sedikitnya 3 penyakit yang bisa membuat perempuan susah hamil.

Penyebab Susah Hamil

Endomentriosis

Endomentriosis merupakan kondisi di mana jaringan dari lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim. Ketika jaringan endometrium tumbuh menutup tuba fallopi, ini bisa meningkatkan risiko terhalangnya sel telur bertemu sperma. Jika sudah begitu, kehamilan akan sangat sulit didapatkan.

Tumor Rahim atau Fibroid Rahim

Pada dasarnya, tidak semua tumor akan membuat perempuan kesulitan hamil. Namun, jika tumor adalah tumor rahim atau fibroid rahim, Sahabat Fimela harus waspada. Pasalnya, tumor ini bisa menurunkan kesempatan hamil.

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Para ahli menyebutkan jika perempuan dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) akan lebih sulit hamil. Sindrom ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Ketika hormon tidak seimbang, besar kemungkinan perempuan akan kesulitan hamil.

Itulah sedikitnya tiga penyakit yang meningkatkan risiko susah hamil. Selain penyakit di atas, penyakit lain yang juga meningkatkan risiko susah hamil antara lain adalah kelainan serviks, risiko penyakit radang panggul dan tersumbatnya tuba fallopi yang menghalangi bertemunya sel telur dengan sperma.

Semoga informasi ini bermanfaat. Jika menemukan kesulitan hamil di usia pernikahan yang mencapai 1 tahun, jangan ragu untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan di bidan atau dokter ahlinya.

Simak Juga Video Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Menstruasi Tidak Teratur, Apakah Memengaruhi Kesuburan?
Artikel Selanjutnya
5 Makanan yang Bisa Meningkatkan Kesuburan Perempuan