Sukses

Parenting

Hamil Kosong, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Menghindarinya?

Fimela.com, Jakarta Pernah dengar istilah blighted ovum? Blighted ovum atau hamil kosong merupakan suatu kondisi saat sel telur yang telah dibuahi dan telah menempel di dalam rahim tidak mau berkembang menjadi janin. Ketika seorang perempuan mengalami hamil kosong, besar kemungkinan ia akan mengalami keguguran di awal kehamilannya.

Dikutip dari buku 9 Bulan Menjalani Kehamilan dan Persalinan yang Sehat, hamil kosong merupakan 80% penyebab dari keguguran di awal kehamilan. Umumnya keguguran yang disebabkan oleh hamil kosong terjadi di usia kehamilan yang kurang dari 10 minggu. Perlu diketahui bahwa di kehamilan normal, janin semestinya sudah terbentuk di usia kehamilan 7 hingga 8 minggu. Pada kasus hamil kosong, yang terbentuk hanyalah kantong kehamilan.

Kelainan di Tingkat Struktur Kromosom

Dalam pemeriksaan USG, kondisi hamil kosong ini akan ditandai dengan tampaknya kantong kehamilan tanpa adanya pertumbuhan janin. Keguguran yang terjadi pada kasus 80% kaena hamil kosong ini disebabkan oleh kelainan di tingkat struktur kromosom. Kondisi kelainan ini terjadi karena ada kemungkinan hasil kehamilan yang terjadi berasal dari kualitas sperma atau sel telur atau bahkan kedua-duanya yang tidak bagus.

Bila kondisi sperma dan sel telur tidak baik, hasil pembuahan akan mengalami kelainan. Kondisi hamil kosong dapat terjadi pada kehamilan yang berikutnya jika kualitas sperma dan sel telur tidak baik.

 

 

Memperbaiki Kualitas Sperma dan Sel Telur

Bila penyebab hamil kosong adalah kualitas sperman dan sel telur yang tidak baik, maka untuk mencegah terjadinya hamil kosong adalah memperbaiki kualitasnya. Bagaimana caranya? Pada calon ayah, perlu menjaga kualitas sperma dengan mengonsumsi makanan sehat, hindari rokok, obat-obatan, dan minuman beralkohol. Pada calon ibu, sangat disarankan dalam kurun waktu tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan mulai mengonsumsi asam folat dengan lebih baik.

Selalu komunikasikan dan diskusikan masalah ini dengan suami. Mempersiapkan kehamilan juga butuh persiapan yang matang bersama calon ayah. Rutinlah memeriksakan diri dan berkonsultasi ke dokter. Memperbaiki kualitas sperma dan sel telur perlu dilakukan bersama untuk mendapatkan kehamilan yang diinginkan.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Kekebalan Tubuh Ibu Selama Kehamilan Pengaruhi Kecerdasan Anak
Artikel Selanjutnya
5 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil Agar Janin Sehat