Sukses

Parenting

Kenali blighted ovum, penyebab utama janin tidak berkembang

Fimela.com, Jakarta Ada banyak hal yang perlu diketahui ibu hamil tentang perkembangan dan kesehatan bayi di dalam kandungan, salah satunya adalah kondisi janin yang tidak berkembang di dalam rahim. Tentunya hal ini menimbulkan kekhawatiran, ini yang perlu dipahami ibu hamil.

Blighted ovum adalah kondisi di mana sel telur yang ada di dalam rahim berhasil dibuahi oleh sperma, tetapi ia tidak berkembang menjadi embrio, sehingga pada usia tertentu, kehamilan berhenti. Hal ini seringkali menyebabkan keguguran dan pendarahan hebat.

Dilansir dari WebMD, kehamilan ini juga sering disebut dengan kehamilan kosong atau kehamilan anembrionik (tanpa embrio) dan merupakan penyebab utama kegagalan kehamilan dini atau keguguran. Blighted ovum adalah penyebab utama sekitar 1 dari 2 keguguran di trimester pertama kehamilan, dan keguguran terjadi di 20 minggu pertama masa kehamilan.

Penyebab blighted ovum

Penyebab utama BO adalah adanya masalah atau kelainan pada kromosom yang dibawa oleh gen. Kejadian ini dipengaruhi oleh kualitas sperma atau telur yang buruk, atau adanya pembentukan sel yang abnormal. Mengetahui hal ini, secara otomatis tubuh menghentikan proses kehamilan dan menyebabkan janin tidak berkembang.

Hal ini sangat dipengaruhi oleh kualitas sperma dan sel telur pasangan suami istri. Kondisi kesehatan serta asupan nutrisi adalah faktor utama. Ketika tubuh mengalami stres atau asupan nutrisi kurang, maka kualitas sperma dan sel telur bisa menurun.

Penting sekali memahami bahwa keguguran karena hamil kosong bisa terjadi pada siapa saja dan jarang bisa dicegah, Moms. Jadi jangan menyalahkan diri sendiri dan hadapi dengan kuat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading