Sukses

Parenting

Popok Kain dan Popok Sekali Pakai, Mana yang Lebih Baik?

Fimela.com, Jakarta Saat ini popok bayi menjadi salah stau kebutuhan pokok setiap orangtua yang memiliki buah hati bayi. Dengan kehadiran popok, ini akan membuat setiap orangtua merawat buah hati dengan lebih baik, nyaman dan tenang.

Saat memilih popok bayi, setiap orangtua tentu ingin yang terbaik buat buah hatinya. Orangtua tak bisa memilih sembarang popok karena ini bersentuhan langsung dengan kulit bayi yang masih sangat sensitif. Melansir dari laman parents.com, ketika orangtua salah memilih popok untuk bayi, ini bisa meningkatkan risiko kulit bayi lecet, iritasi dan mengalami masalah lain.

Bagaimana Memilih Popok untuk Bayi?

Memilih popok bisa saja menjadi persoalan yang rumit bagi orangtua. Meski begitu, dirimu tak perlu begitu khawatir Sahabat Fimela. Ada banyak jenis popok yang bisa dipilih dengan keunggulan masing-masing.

Mom bisa memilih popok bayi kain yang bisa digunakan berulang kali dan bisa memilih popok sekali pakai. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk popok kain, para ahli mengungkapkan bahwa ini bisa saja lebih sehat jika dibandingkan dengan popok sekali pakai karena popok ini tidak mengandung bahan kimia di dalamnya. Asal, popok kain diganti secara rutin dan dicuci serta dikeringkan hingga benar-benar bersih sebelum digunakan kembali.

Untuk popok sekali pakai, ini memiliki banyak keunggulan seperti harganya lebih murah, tidak mudah bocor, tidak harus dicuci setelah dipakai dan bisa ditemukan dengan mudah di pasaran. Sayangnya, popok kain mengandung bahan kimia yang bisa berbahaya buat si kecil. Pemilihan popok yang tidak benar bisa menyebabkan kulit si kecil mengalami iritasi.

Popok kain dan popok sekali pakai sebenarnya sama-sama baik untuk bayi. Dengan catatan, Mom memakaikan popok tersebut dengan lebih bijak. Semoga informasi ini bermanfaat.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
4 Cara Memilih Popok Bayi bagi Orangtua Baru
Artikel Selanjutnya
Daur Ulang Popok Bayi Bekas Menjadi Pupuk dan Media Tanam