Sukses

Parenting

Langkah Mudah Penuhi Nutrisi si Kecil yang Mengalami Alergi Makanan

Fimela.com, Jakarta Alergi makanan dapat terjadi pada siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun alergi makanan sering kali dialami oleh sebagian besar bayi dan balita. Kondisi ini memang membuat khawatir, untuk memenuhi nutrisi si kecil. Jangan khawatir dahulu, hal ini dapat diatasi jika mengetahui gejala dari alergi pada si kecil.

Tubuh anak membutuhkan nutrisi untuk menunjang tumbuh kembanganya. Jika khawatir dengan kondisi ini, mungkin dapat menghindarkan si kecil dari makanan yang memicu alergi dalam kurun waktu tertentu. Pilih makanan pengganti untuk memberikan nutrisi kepada si kecil. Berikut ini beberapa jenis makanan yang dapat konsumsi anak yang mengalami alergi, guna memenuhi nutrisinya.

Alergi Susu

Alergi susu memang kondisi paling umum dialami oleh balita yang sudah mampu mengonsumsi susu formula. Mengalami alergi susu sapi bukan berarti Mom tidak memberikan si kecil asupan susu ya. Mom memiliki alternatif lain untuk memenuhi kalsium si kecil. Kandungan kalsium dapat ditemui dibeberapa jenis makanan, seperti kedelai, kacang almond, dan jenis biji-bijian lainnya. Mengganti susu sapi dengan susu soya mungkin dapat Mom coba untuk memenuhi nutrisi si kecil.

Alergi Telur

Telur yang dipercaya mengandung tinggi protein dapat membantu memenuhi kebutuhan si kecil. Namun apa jadinya jika si kecil mengalami alergi protein telur? Kandungan protein yang ada pada telur apat diganti dengan jenis makanan lainnya, misalnya seperti daging, ikan, dan kacang-kacangan. Namun pastikan terlebih dahulu apakah si kecil dapat mengonsumsi makanan tersebut. Alangkah baiknya untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Alergi Ikan

Selain telur, protein juga dapat ditemui pada ikan. Jika si kecil memiliki alergi untuk mengonsumsi ikan, ada baiknya Mom memberikan protein pengganti selain ikan. Protein pengganti ikan yaitu daging, biji-bijian dan kacang-kacangan Mom.

Alergi Kedelai

Alergi protein dapat dialami oleh sebagian besar balita, protein kedelai ternyata dapat menyebabkan alergi bagi sebagian anak. Untuk mengatasi masalah ini Mom dapat memberikan asupan protein lain seperti buah, sayuran, dan kacang-kacangan.

Alergi pada anak memang umum terjadi, namun ada baiknya untuk melakukan pencegahan dengan memberikan asupan nutrisi yang aman untuknya sampai si kecil berusia lebih dari 3 tahun. Diusianya yang masih kecil ini, sistem imun masih belum terlalu kuat. Tetap jaga kesehatan si kecil ya Mom, konsultasikan kesehatan anak pada dokter.

#GrowFearless With FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Kenali Gejala Alergi Air yang Harus Kamu Tahu
Artikel Selanjutnya
Tips Efektif Mencegah Alergi Dingin