Sukses

Parenting

Cara Mengedukasi Anak Tentang Virus Corona

Fimela.com, Jakarta Sangat penting bagi orang tua untuk berbicara dengan anak-anak tentang wabah COVID-19. Berdiskusi tentang wabah virus corona dengan ketenangan, membuatnya merasa terlindungi. Ketika wabah corona berlangsung, orang tua mengahdapai pertanyaan dari anak-anak yang mungkin telah mendapatkan potongan informasi dari internet, TV, guru dan bahkan teman sekelasnya.

Ketika mendengar virus corona mungkin akan terdengar seperti sesuatu yang menakutkan untuk diatasi anak-anak, karena ada banyak ketakutan dan ketidakpastian seputar penyakit ini. Tetapi seperti halnya dalam situasu seperti ini, penting untuk menampilkan diri sebagai sosok yang mendukung dan dapat melindungi di tengah-tengah kebingungan anak. Berikut ini beberapa cara untuk memberi tahu anak tentanag virus corona yang membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Tenangkan Diri

Sebelum berbicara dengan anak tentang wabah virus corona, perhatikan perasaan cemas dari diri Mom sendiri. Jika merasa panik, ikuti langkah apapun yang diperlukan untuk menenangkan diri. Anak-anak tidak memiliki kekuatan dan akses yang sama dengan informasi yang dimiliki orang tua. Jika orang tua terlihat stres dan ketakutan ini akan berpengaruh pada anak yang berpikir bahwa kejadian itu adalah hal yang sangat menakutkan bagi orang tua dan dirinya. Karena anak-anak kemungkinan telah mendengar tentang epidemi dari teman sebayanya dan berita, tidak perlu membuat diskusi besar dari masalah ini. Jadikan itu sebagai percakapan rutin dan rutinitas sehari-hari saat duduk di sofa atau meja makan bersama dengan anak.

Tanyakan Apa yang Mereka Ketahui

Mungkin orang tua dapat memulai obrolan dengan menanyakan apa yang diketahui anak tentang virus corona jika mereka telah mendengar. Kesalahan persepsi anak akan membantu membimbingnya di mana harus berbicara dan mengoreksi apa yang mungkin perlu di lakukan oleh orang tua. Mengajukan pertanyaan terbuka dapat membantu orang tua mengukur pengetahuan anak, serta keadaan emosional mereka. Dorongan anak untuk mengekspresikan perasaannya.

Mengedukasi Sesuai Usianya

Orang tua harus mendekati, berbicara dengan anak tentang virus corona dengan menyesuaikan usia dan tingkat perkembangan mereka. Aturan praktisnya adalah hanya menggunakan kata-kata yang sudah dipahami anak. Mulailah dengan apa yang mereka ketahui tentang berita ini atau penyakit ini. Tujuan dari percakapan ini adalah untuk memberi mereka informasi yang sesuai dengan usia untuk membantu mereka tetap aman dan mengurangi kekhawatiran.

Anak Usia di Bawah 6 Tahun

Anak-anak usia di bawah 6 tahun, tidak perlu banyak detail seperti nama virus atau ancaman penyakit global karena mungkin mereka masih terlalu dini untuk memroses informasi tersebut. Berhati-hatilah dengan percakapan yang dilakukan dengan pasangan atau anak yang lebih tua di depan anak-anak, cobalah untuk mematikan TV atau media sosial yang mungkin dapat memengaruhi si kecil.

Alih-alih, bicarakan tentang kuman, bagaiaman orang sakit dan hal-hal yang dapat dilakukan agar tetap sehat seperti mencuci tangan. Jika mereka datang kepada Mom dengan pertanyaan tentang wabah secara spesifik atau sesuatu yang telah mereka lihat, beri tahu jaminan bahwa keluarga kita aman dan sehat.

Usia Sekolah

Untuk anak usia sekolah, Mom dapat memberikan informasi tentang wabah corona dengan memberika tahu apa itu virus corona, bagimana penyebarannya dan cara untuk mencegahnya. Tetapi, hindari pembicaraan tentang pasien yang terjangkit virus corona yang mungkin lebih parah. Tekankan bahwa orang dewasa dalam hidup mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk membuat mereka tetap aman dan terlindungi. Orang tua harus menekankan kebiasaan sehat seperti mencuci tangan yang baik dan dilakukan setiap hari.

Seperti biasa, orang tua harus mengikuti petunjuk perkembangan anak ketika menentukan jumlah informasi yang tepat untuk dibagikan. Fokus untuk membuat mereka merasa aman dan batasi berita TV dan paparan media sosial yang mungkin dapat menciptakan lebih banyak kecemasan. Berikan anak-anak kerangka referensi berdasarkan pengalaman masa lalu mereka dengan penyakit untuk memahami bagaimana COVID-19 memanifestasikan bagi kebanyakan orang flu, pilek, sakit, kelelahan dan lain-lain. Orang tua dapat mengingatkan anak saat mereka sakit lalu menjadi lebih baik.

Praremaja dan Remaja

Sejak usia 10 tahun keatas, bersikap faktual dan jangan menyembunyikan hal-hal dari anak. Tetapi berpegang pada fakta-fakta seperti yang kita ketahui sekarang dan menghilangkan rumor yang mungkin pernah mereka dengar. Ingatlah bahwa mereka akan mengambil hal-hal di media sosial, jadi jangan berpikir mereka tidak mendengar tentang penyakit ini.

Ada banyak ketidak pastian dari virus ini yang dapat menimbulkan kecemasan. Jika praremaja atau anak remaja merasa cemas tentang virus corona, biarkan mereka membicaraknnya dan orang tua sebagai pendengarnya. Ingatkan mereka tentang pengalaman masa lalu dengan tantangan yang tidak pasti dan bagaimana mereka mengatasinya. Ini adalah latihan perkembangan yang bermanfaat bagi anak-anak untuk mengetahui bahwa ada bahaya di dunia dan belajar untuk mengatasi ketakutan dan hal-hal negatif lainnya.

Tekankan Bahwa Orang Tua Tetap Melindungi

Pada akhirnya anak-anak perlu tahu pada usia berapa pun bahwa orang tua mereka ada untuknya dan menanggapi kekhawatiran dan pertanyaan dengan belas kasih dan pengertian. Patikan tetap menjaga percakapan dengan terbuka. Beri tahu pada anak jika mereka memiliki pertanyaan atau ingin membicarakan tentan virus corona lagi, mereka boleh datang kepada Mom. Mungkin saat mereka membicarakan hal yang sama membuat orang tua merasa frustasi. Tetapi tidak hanya melakukan percakapan ini sebanyak yang diinginkan anak tetapi untuk membantu mereka membangun rasa aman, tetapi juga membantu menciptakan ketertarikan yang aman antara orang tua. 

Jujur dan Langsung

Ketika anak menemui orang tuanya dengan pertanyaan, jawab langsung untuk menghindari kebingungan dan kesalahpahaman. Kejujuran dan transparasi adalah hal yang penting dan kecemasan dapat berkembang ketika ada kurangnya transparansi.Carilah sumber yang terpercaya untuk mendapatkan jawaban pasti. Pastikan untuk memisahkan fakta dan fiksi dengan anak. Akui perasaan mereka dan bagikan hal-hal yang orang tua lakukan ketika Mom merasa khawatir mungkin seperti membaca, berolahraga atau main game.

Berikan Rasa Kontrol

Cara yang baik untuk memberdayakan anak-anak dalam situasi wabah seperti ini adalah menunjukkan kepada mereka apa yang dapat mereka lakukan untuk menjaga diri dari sakit dengan menerapkan kebiasaan sehat untuk seluruh anggota keluarga. Ini dapat mereka merasakan kontrol. Jangan berbicara tentang pencegahan sebagai cara untuk menakuti anak agar mencuci tangan. Sebaliknya, bicarakan langkah-langkah yang diambil oleh orang tua untuk mencegah semua penyakit, termasuk mencuci tangan secara teratur, tidak menyentuh wajah, mengonsumsi makanan sehat dan banyak beristirahat.

Anak-anak mungkin akan merasa senang berpartisipasi dalam tindakan pencegahan penyakit lainnya. Libatkan anak dalam menciptakan perangkat kesiapsiagaan kelaurga, termasuk solusi keluarga dalam hal penutupan sekolah. Ini akan mengajarkan tanggung jawab dan memungkinkan anak untuk tetap mengendalikan situasi.

#Changemaker

Loading
Artikel Selanjutnya
Mendidik Anak yang Memiliki Sifat Perfeksionis, Pahami 4 Hal Penting Ini
Artikel Selanjutnya
5 Alasan Punggung Sakit ketika Sedang Hamil