Sukses

Parenting

6 Peran Orangtua dalam Mendidik Anak

Fimela.com, Jakarta Peran orangtua dalam mendidik anak, menjadi contoh pertama yang akan diikuti oleh anak-anaknya. Maka bukan hal yang mengheran lagi jika orang tua menjadi orang pertama yang akan mendampingi si kecil hingga sukses.

Apalagi di masa pandemi Covid-19  seperti saat ini, anak-anak disarankan untuk sekolah daring di rumah. Di sinilah peran orangtua sangat dibutuhkan, agar anak lebih mengerti pelajaran yang diberikan. 

Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa peran orangtua dalam mendidik anak.

1. Orangtua sebagai pelatih

Orangtua bisa melatih potensial anak, dengan memberikan sarana pada si kecil untuk mencapai tujuan. Misalnya saja dapat menemani ia berlatih dengan memberikan pertanyaan. 

Pada peran ini, orangtua memaksimalkan potensi yang ada dalam diri anak untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk bisa memaksimalkan potensi diri anak, tentu orangtua harus mengetahui dan bisa menggali potensi yang dimiliki anaknya.

2. Menciptakan suasana belajar yang nyaman

Saat belajar di rumah, ciptakan suasana belajar yang nyaman. Dengan membuatkan mereka ruangan atau tempat khusus belajar, seperti cahaya, jangan berisik, hingga koneksi internet. Ini membuat anak lebih berkonsentrasi.

3. Bangun hubungan dengan guru

Melansir Kemdikbud, informasi tentang anak-anak dalam hubungannya dengan guru. Informasi tersebut bisa melalui buku penghubung mingguan, misalnya yang berisi rangkaian aktivitas belajar-mengajar di sekolah yang harus diketahui para orangtua.

Dalam buku penghubung itu juga dituliskan laporan kemajuan anak. Kemajuan itu menyangkut upaya, disiplin, keaktifan di kelas selama pembelajaran, pergaulan, minat, kreativitas, sikap-sikap sosial, dan sebagainya.

4. Mendesain program belajar

Lalu diharapkan orangtua bisa mendesain program belajar untuk anak di rumah. Program belajar itu merupakan tindak lanjut dari laporan yang diberikan guru tersebut. Sehingga bentuk program belajar yang disusun orangtua memerhatikan aspek-aspek perkembangan anaknya yang berbeda dengan anak lain. 

5. Mengelola emosi

Peningkatan kapasitas emosi orangtua dalam konteks mengelola hubungan dengan anak, guru, dan komunitas sekolah lainnya (self-awareness). Pentingnya mengelola emosi bagi orangtua sangat berkaitan dengan pola kepengasuhan yang akan diterima anak-anak mereka.

6. Diskusi dengan anak

Program yang berkaitan dengan kemampuan memecahkan masalah (problem solving) yang terjadi di sekitar anak-anak mereka, seperti permasalahan belajar, dampak internet, dan sebagainya. Dalam hal ini orangtua bisa membuka ruang diskusi dengan anak sehingga orangtua dapat menghindari sikap tertutup anak, di samping itu juga bisa mengembangkan pemikiran yang kritis dan rasional sejak dini.

 

 

;
Loading
Artikel Selanjutnya
4 Jenis Bullying yang dapat Memengaruhi Kesehatan Mental dan Fisik Anak
Artikel Selanjutnya
5 Tips Membangun Konsentrasi Anak tanpa Membuatnya Tertekan