Sukses

Parenting

5 Hal yang Membuat Suatu Aktivitas Dikategorikan Montessori

Fimela.com, Jakarta Di rumah, kita bisa membantu tumbuh kembang anak dengan memperkenalkan dan melibatkannya dalam aktivitas Montessori. Perlu diketahui bahwa kebutuhan balita terdiri atas: menggunakan tangan mereka dengan berbagai macam cara; melatih gerakan motorik kasar; mengekspresikan diri; dan berkomunikasi. Aktivitas Montessori sendiri dihadirkan berdasar pada perkembangan menyeluruh anak.

Bagi yang ingin mulai membuat aktivitas untuk pendidikan Montessori anak, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Mengutip buku The Montessori Toddler, aktivitas Montessori biasanya menargetkan suatu keterampilan. Selain itu, suatu aktivitas dikategorikan Montessori bila memiliki hal-hal ini.

1. Menggunakan Bahan Alami

Balita mengeksplorasi dengan semua indera mereka. Bahan alami seperti kayu menyenangkan untuk disentuh dan umumnya aman dimasukkan ke mulit, dan beratnya sering kali bergantung pada ukurannya. Kita juga bisa menyiapkan kotak yang terbuat dari bahan alami seperti keranjang anyaman untuk menyimpan benda-benda yang digunakan dalam aktivitas.

2. Terdiri dari Awal, Tengah, dan Akhir

Banyak aktivitas Montessori yang terdiri dari bagian awal, tengah, dan akhir. Dengan adanya rangkaian seperti itu, anak akan merasakan kedamaian saat mempraktikan aktivitasnya dan merasakan kepuasan begitu mereka bisa menyelesaikannya. Dalam sebuah aktivitas Montessori, anak bisa mulai dengan melakukan bagian kecil dari rangkaian aktivitasnya, dan begitu mereka berkembang, mereka akan mampu menyelesaiakn siklus kerjanya secara penuh.

 

3. Aktivitas yang Komplet

Misalnya, dalam aktivitas merangkai puzzle, penting untuk memastikan semua bagian ada dan komplet. Jika ada satu bagian puzzle yang hilang, maka bisa membuat anak merasa frustrasi yang kemudian malah menyingkirkan semua aktivitas itu. Jadi, penting bagi kita untuk menyediakan aktivitas yang komplet di mana anak bisa menyelesaikan suatu aktivitas supaya mereka bisa merasa menguasai aktivitas tersebut.

4. Aktivitas Diatur dalam Nampan dan Keranjang Tersendiri

Setiap aktivitas dihadirkan dalam nampan atau keranjang teresendiri. Misalnya, bila dalam sebuah aktivitas menggunakan air, maka perlu menyertakan spons atau sarung tangan untuk membersihkan tumpannya dalam nampan aktivitas itu. Dalam setiap nampan atau keranjang, perlu disedikan semua hal yang diperlukan anak untuk menyelesaikan tugasnya sendiri.

5. Aktivitas Sesuai dengan Level Anak

Aktivitas yang diberikan ada baiknya cukup menantang sehingga tidak terlalu mudah, tetapi juga tidak terlalu sulit sehingga membuat anak mudah menyerah. Dengan kata lain, aktivitasnya perlu disesuaikan dengan level anak. Selain itu, perlu diketahui bahwa anak-anak menguasai suatu aktivitas melalui pengulangan. Izinkan anak untuk mengulang bagian yang sedang berusaha mereka kuasai.

Memang perlu dedikasi waktu dan perhatian khusus dalam menciptakan aktivitas yang memenuhi prinsip-prinsip Montessori untuk anak. Semoga info di atas bisa jadi referensi yang bermanfaat, ya.

 

#ChangeMaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
5 Tips Mendidik Anak Perempuan agar Percaya Diri dan Mandiri
Artikel Selanjutnya
Hari Mencuci Tangan Sedunia, Alasan Anak Penting Cuci Tangan Setelah Beraktivitas