Sukses

Parenting

Kisah Ibu dengan Tiga Anak Autisme, Merasa Patah Hati Tidak Pernah Diundang Ke Pesta Ulangtahun

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu bernama Katherine Peereboom memiliki tiga anak dengan autisme. Namun ia sangat patah hati dan sedih ketika anak-anaknya tidak pernah diundang menghadiri pesta ulang tahun teman-temannya. 

Ketiga putranya tersebut bernama Oliver yang berusia tujuh tahun, lalu Joshua berusia enam tahun, dan Tyler, berusia empat tahun. Tentu ibu mana yang tidak sedih jika anak-anak tidak bisa bermain seusai dengan usianya, bahkan mendapat hinaan dari orang lain.

“Hal tersulit dalam hidup saya melihat bagaimana anak-anak lain memperlakukan anak saya. Anak saya sering dikecualikan dari undangan pesta ulang tahun," ujar Katherine kepada dailystar.co.uk.

Katherine mengatakan lebih buruk lagi, anak-anak autisme yang mengundang teman sekolah ke pesta mereka seringkali tidak pernah ada yang datang.  "Sebagai orangtua, hal ini sangat menyakitkan untuk disaksikan. Anak-anak sering kali tidak memahami anak berkebutuhan khusus dan menjadi hal aneh bagi mereka.  Itu menghancurkan jiwa," tambahnya.

 

Di cap sebagai anak yang aneh

Katherine menjelaskan, orang autis bisa dicap aneh karena orang tidak memahami kondisi tersebut. Apalagi ia harus menghadapi tanggapan dari tetangga lain karena anak-anaknya memiliki penyakit penyerta dan gangguan pemrosesan sensorik. 

Sang ibu menjelaskan bagaimana putra bungsunya mengalami kesulitan saat memotong rambut di salon baru-baru ini.

"Mereka merasa sulit jika rambut mereka disentuh. Ini membuat mencuci rambut mereka menjadi misi besar - dan dapat menyebabkan lebih banyak kesulitan saat pergi ke tukang cukur," tuturnya.

Ia berharap dengan berbagi pengalamannya akan mendorong masyarakat untuk lebih pengertian kepada penyandang autisme.

"Diskriminasi ada di sekitar anak laki-laki saya.  Itu ada di setiap aspek kehidupan mereka.  Penolakan dari sekolah, kegiatan olahraga, pesta, tampang kejam, komentar-komentar yang mengerikan, orang-orang tertawa dan menunjuk-nunjuk, dan itu membuatku sedih," tuturnya.

#changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
5 Pertimbangan Mengapa Orangtua Perlu Membuat Batasan Penggunaan Ponsel untuk Anak Remaja
Artikel Selanjutnya
Faktanya, Banyak Orangtua Mengatakan Pandemi Mengubah Cara Pengasuhan Mereka Terhadap Anak