Sukses

Parenting

10 Cara Merawat Bayi Prematur agar Tumbuh Sehat dan Kuat

Fimela.com, Jakarta Bayi prematur merupakan kondisi bayi yang lahir sebelum minggu ke-37 dari kehamilan normal 40 minggu. Bayi yang lahir prematur membutuhkan perawatan khusus selama dua tahun pertama.

Terutama jika bayi lahir dengan berat kurang dari 1,3 kilogram. Namun jangan khawatir, berikut cara merawat bayi prematur yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka tumbuh sehat dan kuat saat membawanya pulang dari rumah sakit seperti melansir dari familydoctor.org. 

Pertama pastikan membuat janji pada dokter setelah meninggalkan rumah sakit. Dokter akan memeriksa bayi untuk memastikan berat badannya bertambah dan mendiskusikan bagaimana progress bayi di rumah.

 

Kedua, konsultasikan dengan dokter tentang memberi makan bayi. ASI memang makanan terbaik bagi bayi, namun jika kita mengalami kesulitan menyusui, dokter bisa merujuk ke konsultan laktasi.

Jika kita menambahkan susu formula, bisa juga dikonsultasikan jenisnya jika diperlukan. Dokter juga akan menyarankan pemberian vitamin dan zat besi ekstra pada bayi prematur untuk membantunya tumbuh sehat dan kuat.

Sebab bayi prematur tidak memiliki zat besi dalam tubuh mereka sebanyak bayi yang lahir cukup bulan. Bisa jadi dokter menyarankan bayi minum obat tetes zat besi selama satu tahun atau lebih.

Konsisten jadwal makan bayi

Ketiga, perhatikan pertumbuhan bayi dengan seksama, sebab bayi prematur biasanya berukuran lebih kecil. Untuk mencatat pertumbuhan bayi, dokter dapat menggunakan grafik pertumbuhan khusus untuk bayi prematur untuk melacak pencapaian bayi seperti tingkat aktivitas, duduk, dan merangkak.

Keempat, konsisten dengan jadwal makan bayi. Sebagian besar bayi prematur membutuhkan 8 hingga 10 kali makan sehari. 

Jangan menunggu lebih lama dari 4 jam antara menyusui atau bayi bisa mengalami dehidrasi. Enam hingga delapan popok basah setiap hari bisa menunjukkan bayi mendapat ASI atau susu formula yang cukup. 

Bayi prematur juga sering muntah setelah disusui dan ini normal. Namun, jika ingin memastikan bayi tetap bertambah beratnya, tetap konsultasikan pada dokter.

Kelima, persiapkan makanan padat pada 4 sampai 6 bulan setelah tanggal lahir bayi. Bayi prematur mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan kemampuan menelan.

 

Periksa Mata dan Telinganya secara Ekstra

Keenam, berikan waktu tidur bayi lebih lama dari bayi cukup bulan. Semua bayi harus tidur dalam posisi telentang bukan tengkurap, termasuk bayi prematur. Gunakan kasur yang kokoh dan tidak ada bantal 

Ketujuh, beberapa bayi prematur memiliki penyakit mata yang disebut retinopathy of prematurity (ROP). Di mana kondisi pembuluh darah kecil di mata tumbuh tidak normal. 

ROP biasanya terjadi pada bayi yang lahir pada usia kehamilan 32 minggu atau lebih awal. Jika ada kemungkinan bayi mengalaminya, dokter akan menyarankan untuk membawanya ke dokter mata untuk pemeriksaan rutin dan membantu mencegah kehilangan penglihatan. 

Kedelapan, periksa juga pendengaran bayi karena lebih memungkinkan mengalami masalah pendengaran dibanding bayi cukup bulan. Beri tahu dokter respons pendengaran yang kita berikan di belakang atau di samping bayi, jika bayi tidak menoleh atau bereaksi.

Kesembilan imuniasi bayi prematur sama dengan yang diberikan pada bayi cukup bulan. Bayi prematur mungkin lebih mudah sakit flu dibanding cukup bulan, kita bisa meminta dokter untuk memberikan vaksin flu pada seluruh anggora keluarga untuk membantu bayi tidak tertular. 

Kesepuluh, lindungi bayi saat bepergian dengan mobil menggunakan car seat untuk keselamatannya. Pastikan kepala dan tubuh bayi tidak merosot saat berada di dalamnya dan harus terpasang di kursi belakang.

 

 

 

Simak Video Pilihan Berikut

#Elevate Women 

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Berbahaya bagi Bayi, Ini 3 Alasan Utama Mengapa Penggunaan Baby Walker Tidak Dianjurkan
Artikel Selanjutnya
5 Rahasia Membesarkan Bayi Cerdas Menurut Penelitian dengan Cara Menyenangkan