Sukses

Parenting

Anak Bayi Susah Buang Air Besar? Berikut 8 Cara Mengatasinya

Fimela.com, Jakarta Bayi yang susah buang air besar (BAB) merupakan salah satu kondisi yang normal terjadi pada si kecil. Saat sedang sembelit, bayi bisa mengalami rasa sakit ketika mencoba buang air besar.

Menurut Jenifer Shu, seorang dokter anak berbasis di Atlanta, mengungkapkan bahwa umumnya perubahan pola makan dari ASI menjadi susu formula berperan besar terhadap penyebab bayi susah buang air besar

“Susu formula dapat mengencangkan kotoran lebih dari ASI. Jika bayi Anda memiliki alergi atau intoleransi protein susu, dia juga bisa mengalami sembelit.” ujar dr. Shu, dilansir Parents.

Profesor klinis pediatri di Stanford University School of Medicine, Jane Morton, MD, menuturkan perubahan pola makan dari ASI ekslusif menjadi MPASI juga bisa menyebabkan bayi susah BAB.

"Saat Anda mulai memperkenalkan makanan yang ada di meja, ini mungkin akan lebih sulit untuk menentukan penyebab sulit BAB yang dialaminya." kata Morton.

Tanda bayi susah BAB

Penting untuk dicatat bahwa frekuensi buang air besar tidak selalu merupakan indikasi sembelit yang akurat. Namun ibu bisa memperhatikan tanda-tanda berikut ini yang mengindikasikan si kecil mengalami sembelit berikut ini:

• Jarang buang air besar, dan konsistensi fesesnya tidak lunak.

• Konsistensi feses seperti tanah liat hingga keras.

• Mengejan atau menangis dalam waktu lama saat mencoba buang air besar.

• Ada bercak darah merah.

• Kurang nafsu makan.

• Perut yang keras.

 

Cara mengatasi bayi susah buang air besar

Jika kamu melihat tanda-tanda sembelit pada si kecil, berikut beberapa strategi untuk meredakan gejala sembelit pada bayi, seperti yang dikutip dari Healthline dan Medical News Today.

1. Perhatikan pola makan

Bayi susah BAB juga bisa disebabkan oleh ASI yang dia konsumsi. Beberapa bayi mungkin sensitif terhadap sesuatu yang ibu makan, yang dapat menyebabkan sembelit, meskipun hal ini jarang terjadi.

Untuk mengatasinya cobalah ubah pola makan ibu, konsumsi makanan yang kaya akan serat seperti buah dan sayur.

2. Buat makanan dalam bentuk bubur

Jika bayi berusia lebih dari enam bulan dan belum beralih ke makanan padat, cobalah beberapa makanan yang tercantum di atas dalam bentuk bubur.

Perlu diingat, bahwa buah dan sayuran memiliki banyak serat alami yang akan membantu merangsang buang air besar lebih cepat.

3. Menghidrasi

Hidrasi yang tepat sangat penting untu mendorong buang air besar secara teratur. Untuk bayi muda, biasanya tidak membutuhkan cairan tambahan karena mereka mendapatkan hidrasi dari ASI atau susu formula.

Namun, bila si kecil mengalami sembelit di usia lebih dari 6 bulan, Anda bisa menambahkan sedikit air atau jus buah ke makanan bayi.

4. Minum jus buah

Dokter anak bersertifikat Jay L. Hoecker, M.D. mengungkapkan untuk bayi di atas 6 bulan, sesekali jus pir, jus apel, atau jus prune dapat membantu mempercepat kontraksi usus besar, yang dapat membantu bayi buang air besar lebih cepat.

Jus ini mengandung sorbitol, pemanis yang bertindak seperti pencahar. "Mulailah dengan memberikan sekitar 60-120 mililiter, untuk menentukan apakah bayi Anda membutuhkan lebih atau kurang jus tersebut," jelas Jay.

 

5. Beri makanan yang kaya serat

Beberapa makanan padat bisa menyebabkan sembelit, tetapi makanan kaya serat akan membantu memperlancar proses BAB. Jika bayi Anda sudah bisa makan makanan padat, coba tambahkan beberapa makanan berserat tinggi, seperti brokoli, buah pir, plum, persik, dan apel tanpa kulit.

Alih-alih sereal olahan, tawarkan biji-bijian yang sudah dimasak, seperti barley, oat, atau quinoa. Roti gandum utuh, dan biskuit juga dapat membantu menghilangkan sembelit. "Berikan makanan seperti gandum utuh, gandum atau sereal multigrain, yang mengandung lebih banyak serat daripada sereal beras biasa." lanjut Jay.

6. Menekuk kaki bayi

Seperti halnya orang dewasa, olahraga dan gerakan cenderung merangsang buang air besar bayi. Namun, karena bayi mungkin belum bisa berjalan atau bahkan merangkak, Anda bisa membantu mereka berolahraga untuk meredakan sembelit

Cobalah untuk menekuk lutut bayi ke arah dada, seperti mengendarai sepeda. Ini membantunya untuk membantu fungsi usus dan lebih mudah BAB dalam posisi jongkok daripada berbaring telentang.

7. Mandi air hangat

Mandi air hangat dapat membantu otot perut bayi menjadi rileks dan membantunya berhenti mengejan. Cara ini juga bisa meredakan ketidaknyamanan yang berkaitan dengan susah BAB.

 

8. Pijat

Pijat perut dan perut bagian bawah yang lembut dapat merangsang usus untuk buang air besar. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan di rumah:

• Menggunakan ujung jari untuk membuat gerakan melingkar pada perut dengan pola searah jarum jam.

• Pegang kedua lutut dan kaki bayi dan dorong perlahan kaki ke arah perut, lalu buat kaki seolah olah sedang bersepeda.

• Mengelus dari tulang rusuk hingga perut bagian bawah melewati pusar dengan ujung jari.

 

Kapan harus ke dokter?

Sembelit pada anak-anak biasanya tidak serius. Namun, sembelit kronis dapat menyebabkan komplikasi atau menandakan kondisi yang mendasarinya. Bawa anak Anda ke dokter jika sembelit berlangsung lebih dari dua minggu atau disertai dengan:

• Demam

• Tidak mau makan

• Darah di popok

• Pembengkakan perut

• Penurunan berat badan

• Nyeri saat buang air besar

• Bagian usus yang keluar dari anus (rektal prolaps)

Penulis: Hilda Irach

PLAYLIST VIDEO 30 JULI 2021
Loading
Artikel Selanjutnya
Kenali Pentingnya Tummy Time untuk Bayi
Artikel Selanjutnya
5 Jenis Alergi Kulit pada Bayi Beserta Cara Mengatasinya, Wajib Diketahui Orangtua