Sukses

Parenting

Alasan Mengapa Kepala Bayi Tidak Rata atau Peyang

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela pernakah memerhatikan kepala bayi ketika lahir? Apakah terlihat sedikit miring dan tidak rata? Keadaan tersebut sebenarnya bukanlah hal yang anh, karena masing-masing tulang tengkorak bayi yang baru lahir belum menyatu, tekanan dari posisi istirahat yang sama.

Namun bagi ibu baru kondisi ini tentu mengkhawatirkan. Tapi tenang, bentuk kepala bayi yang tidak rata merupakan kondisi yang tidak berbahaya dan tidak memengaruhi kesehatan. Bentuk kepala tidak rata akan berubah menjadi normal dengan sendirinya seiring pertumbuhan bayi.

Melansir dari berbagai sumber, kepala tidak rata pada si kecil sering terjadi akibat proses persalinan normal ketika bayi harus melalui jalan lahir yang sempit, sementara tulang tengkoraknya masih lunak. Tulang tengkorak bayi umumnya baru akan mulai mengeras setelah bayi berusia 1 tahun.

Melansir healthychildren.org, untuk membantu menentukan apa yang menyebabkan bentuk kepala bayi tidak rata, dokter anak akan berbicara dengan orangtua untuk mengumpulkan riwayat perkembangan dan keluarga.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan yang cermat, melihat kepala dan wajah bayi dari beberapa sudut yang berbeda saat mereka mencari area yang terangkat atau rata dan mencatat adanya asimetri. Ini mungkin lebih mudah ketika rambut bayi basah.

Pengamatan dan informasi ini akan membantu membedakan plagiocephaly posisional (disebabkan oleh tekanan sederhana di satu area) atau craniosynostosis di mana kondisi cacat lahir ketika ubun-ubun menutup lebih cepat. Akibatnya, kepala bayi berkembang dengan tidak normal dan menyebabkan bentuk kepala bayi tampak tidak sempurna.

 

Penyebab lainnya

Salah satu tanda bentuk kepala bayi yang tidak rata disebabkan oleh posisinya saja adalah bentuk jajar genjang klasik. Satu sisi kepala mungkin tampak terdorong ke depan, dengan bagian belakang kepala diratakan, telinga bergerak sedikit ke depan, dan dahi sedikit terdorong ke depan pada sisi yang sama dibandingkan dengan sisi yang berlawanan.

Dokter mungkin dengan lembut menempatkan jari di setiap telinga dan mencatat posisi jari-jari mereka relatif satu sama lain seperti yang diamati dari atas kepala bayi. Dalam kasus plagiocephaly posisional, kedua jari tidak akan sejajar satu sama lain. Plagiocephaly lebih sering terjadi di sisi kanan, dan juga lebih sering muncul pada bayi laki-laki.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang juga dapat memengaruhi bentuk kepala bayi baru lahir dan menyebabkan kepala bayi tidak rata, yaitu, tekanan pada rahim saat bayi berada di dalam kandungan karena air ketuban sedikit, proses melahirkan bayi yang dibantu dengan forceps atau vakum.

Lalu tekanan di bagian belakang kepala bayi yang sering dibaringkan dalam posisi telentang, kemudian otot leher bayi yang tegang, sehingga bayi sering tertidur dalam satu posisi, bayi lahir prematur, dan bayi kembar.

Mencegah dan Mengatasi Kondisi Kepala Bayi Tidak Rata

Melansir Alodokter, beberapa cara mencegah dan membantu memperbaiki bentuk kepala bayi yang tidak rata, di antaranya:

1. Variasikan posisi tidur bayi dengan mengubah posisinya menyamping ke kiri dan kanan secara berkala, sehingga bayi tidak terlalu lama berada dalam satu posisi tidur tertentu.

2. Hindari terlalu lama meletakkan Si Kecil di atas kursi duduk, ayunan, atau tempat di mana kepalanya cenderung berada dalam posisi yang sama, terutama jika sandaran kepalanya berbentuk datar.

3. Coba berbagai cara menidurkan Si Kecil. Misalnya, saat waktunya tidur siang, tidurkan Si Kecil sambil menggendongnya dengan selendang kain. Letakkan bayi di depan dada dan pastikan bibir dan kepalanya bisa bersentuhan. Posisi ini dinilai lebih aman.

4. Lakukan tummy time pada siang hari saat Si Kecil bermain.

 

#elevate women

Ultah Ke-25, Hoshi SEVENTEEN Donasi Rp 1,27 Miliar ke Kampung Halaman
Loading