Sukses

Parenting

Pahami Dosis Tepat dalam Membuat Oralit untuk Obat Diare Anak

Fimela.com, Jakarta Oralit merupakan salah satu obat alami yang dimanfaatkan untuk mengatasi pencernaan diare pada anak. Diare adalah suatu keadaan di mana tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui tinja (lembek atau cair). 

Karena oralit ini termasuk obat alami dan dapat dibuat sendiri, maka cara membuat oralit ini bisa dilakukan dengan mudah dan hanya menggunakan bahan-bahan yang terdapat di rumah masing-masing dan bisa dibeli dengan mudah di apotek. 

Dalam hal ini, larutan oralit sangat penting saat anak mengalami diare hingga muntah-muntah. Larutan oralit ini juga berfungsi bukan untuk menghentikan diare, tetapi membantu mengembalikan cairan tubuh anak yang hilang saat mengalami diare.

Pengetahuan mengenai cara membuat oralit secara umum dibutuhkan oleh setiap orang, terutama orangtua. Hal ini akan berguna jika anak mengalami diare, dan butuh penanganan yang cepat, praktis, dan benar. Cairan oralit ini juga berfungsi untuk mencegah komplikasi akibat diare dehidrasi pada anak, yang bisa mengakibatkan terjadinya kejang, kelainan otak, bahkan hingga kematian.

Dikutip dari Liputan6.com, terdapat dua cara dalam membuat oralit untuk anak, yakni dengan bahan sendiri dan bahan praktis sachet yang bisa dibeli di apotek. 

Perlu diperhatikan dalam pembuatan oralit, diperlukan dosis yang tepat agar bisa efektif dalam menangani diare anak. Bagaimana cara tersebut? Simak penjelasan di bawah ini.

Cara membuat oralit dengan bahan sendiri

Dalam memulai membuat larutan oralit untuk anak, pastikan kamu sudah mencuci tangan dengan bersih, dan pastikan semua alat dan bahan yang akan digunakan juga sudah steril. Cuci tanganmu minimal 20 detik dengan sabun sehingga kuman, virus, ataupun bakteri yang terdapat di telapak tangan bisa hilang, dan larutan oralit bisa terhindar dari kontaminasi zat berbahaya. 

Cara membuat oralit untuk anak juga harus menggunakan air yang benar-benar matang, dan siapkan bahan-bahan berikut:

  • Air 200 ml
  • Garam ¼ sdm
  • Gula 1 sdm

Setelah menyiapkan bahan-bahan tersebut, campurkan semua bahan ke dalam air, lalu aduk hingga semua tercampur rata, sehingga oralit siap disajikan.

Cara membuat oralit dengan bahan sachet

Selain menggunakan bahan-bahan alami, sekarang larutan oralit bisa dilakukan dengan lebih praktis karena sudah tersedia kemasan yang sachet. Oralit kemasan sachet ini dapat dibeli di apotek terdekat dan sudah dijual bebas di pasaran dengan bentuk bubuk.

Sama halnya dengan cara membuat oralit dengan bahan-bahan rumahan, cara membuat oralit sachet juga membutuhkan 200 ml air putih matang untuk melarutkan bubuk oralitnya. 

Aduk rata hingga benar-benar menjadi larut dan siap dikonsumsi, lalu oralit siap disajikan.

Dosis penyajian oralit

Orangtua perlu memperhatikan dosis yang tepat untuk menyajikan oralit pada anak. Hal ini bertujuan agar oralit dapat memberikan manfaat secara optimal. Sama halnya dengan obat-obatan lain, oralit juga memiliki takaran dan dosis yang berbeda-beda sesuai dengan umur penderita diare. 

Dilansir dari Merdeka.com, berikut dosis tepat oralit sesuai dengan umur anak:

  1. Di bawah 4 bulan (berat di bawah 5 kg): 200-400 ml
  2. Usia 4-11 bulan (berat 5-7,9 kg): 400-600 ml
  3. Usia 12-23 bulan (berat 8-10,9 kg): 600-800ml
  4. Usia 2-4 tahun (berat 11-15,9 kg): 800-1200 ml
  5. Usia 5-14 tahun (berat 16-29,9 kg): 1200-200 ml
  6. Usia 15 tahun ke atas (berat 30 kg atau lebih): 2200-4000 ml

Cara lain dalam mengatasi penyakit diare pada anak

Selain menggunakan oralit, orangtua juga bisa mencari jenis makanan untuk mengganti nutrisi dan cairan tubuh yang hilang akibat diare pada anak. Salah satu makanan yang biasa direkomendasikan adalah makanan BRAT, yakni Banana (pisang), Rice (nasi), Apple sauce (saus apel), dan Toast (roti panggang). 

Lalu, kamu juga bisa mencari makanan yang memiliki kandungan potasium dan nutrisi yang tinggi. Dalam hal ini konsumsi probiotik untuk menggantikan bakteri jahat dalam saluran pencernaan juga penting. 

Semakin banyak kadar probiotik dalam sistem pencernaan, semakin cepat pula kemungkinan untuk sembuh dari diare. 

 

*Penulis: Chrisstella Efivania.

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading