Sukses

Parenting

Ketahui Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Baby Walker

Fimela.com, Jakarta Banyak cara ditempuh orangtua supaya sang anak yang masih berusia balita bisa berjalan. Salah satunya, dengan menggunakan baby walker.

Dengan menaruh si Kecil ke dalam, dia bisa berjalan sesuka hati ke setiap sudut rumah tanpa perlu berpegangan. Tampilan baby walker juga sangat menarik. Penuh mainan di atasnya yang bisa menghibur sang balita.

Meskipun terlihat sangat membantu anak untuk belajar jalan ternyata banyak orangtua yang tidak tahu kalau menggunakan baby walker ini tidak dianjurkan. Namun, bagi orangtua yang memilih baby walker sebagai salah satu fasilitas untuk bayinya, sebaiknya tahu waktu yang tepat untuk menggunakannya.

Fimela.com kali ini akan mengulas waktu yang tepat untuk menggunakan baby walker. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Seputar Baby Walker yang Perlu Diketahui Orangtua

Baby walker memiliki bentuk persegi yang dilengkapi dengan kain di tengah yang digunakan sebagai tempat duduk serta roda di setiap sisinya.

Tak ketinggalan, di setiap baby walker pasti akan dilengkapi dengan sabuk pengaman untuk bisa menjaga bayi tetap pada tempatnya.

Ada juga banyak mainan di atasnya. Terdapat juga meja atau tatakan yang digunakan untuk menaruh gelas serta piring bayi.

Baby walker cenderung dirancang sedemikian rupa agar terlihat meriah dan penuh warna. Dengan memiliki desain yang meriah dan penuh warna, itu akan mampu untuk menarik perhatian si kecil.

Apalagi ditambah dengan adanya beberapa mainan yang memang sudah terpasang di baby walker. Si kecil akan semakin betah berlama-lama di dalam baby walker.

Orangtua juga terbantu dengan adanya baby walker. Saat sibuk melakukan sesuatu bisa menaruh anak di baby walker.

Penggunaan Baby Walker yang Tepat

Sederhananya, baby walker adalah alat yang dapat digunakan oleh bayi yang belum bisa berjalan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Umumnya baby walker dibuat dengan bahan plastik keras yang berdiri di atas roda dan memiliki 2 lubang untuk tempat memasukkan kaki. Alat ini digunakan untuk bayi berusia 4 - 16 bulan.

Banyak orangtua yang percaya bahwa baby walker dapat membantu anak berjalan lebih cepat. Namun berdasarkan beberapa penelitian menyimpulkan bahwa hal ini tidak benar. Penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics menyimpulkan bahwa penggunaan baby walker dapat menyebabkan kecelakaan (jatuh dari tangga, cedera kepala).

Bahaya Penggunaan Baby Walker yang Perlu Diwaspadai

Baby walker menurut penelitian, sebenarnya tidak merangsang anak untuk berjalan dengan benar. Para ahli kesehatan anak justru tak menyarankan penggunaanya.

Pasalnya, baby walker cenderung membuat si kecil berjalan dengan menyeret dan tidak bagus untuk perkembangan motoriknya. Bisa juga si kecil berlari dengan tak terkendali dan terjungkal saat menggunakan baby walker.

Alat tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk membantu balita meregangkan kaki mungil mereka tanpa mengeluarkan terlalu banyak usaha. Sayangnya risikonya meluncur tanpa kendali juga sangat besar.

" Karena itu, kami mendukung posisi American Academy of Pediatric yang menyarankan kalau baby walker tidak boleh dijual atau digunakan. Sama sekali tidak ada alasan produk ini harus tetap ada di pasaran," kata dr Gary Smith, salah satu tim dalam penelitian tersebut, seperti dikutip dari Fatherly dalam Liputan6.com.

Faktanya, menggunakan baby walker malah memperlambat proses belajar berjalan pada anak. Pasalnya untuk belajar melangkah dibutuhkan kemampuan koordinasi kaki, mata dan keseimbangan. Ketiganya tak bisa dicapai anak ketika menggunakan baby walker. Jadi, sebaiknya para orangtua perlu mempertimbangkan lagi keputusan untuk menggunakan baby walker. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading