Sukses

Parenting

Ini 5 Manfaat Zat Besi untuk Bayi dan Anak, Bisa Mengurangi Risiko Kematian

Fimela.com, Jakarta Zat besi sangat penting untuk fungsi tubuh, terutama bagi bayi dan anak-anak yang membutuhkan banyak gizi untuk tubuh. Zat besi juga merupakan zat penting untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang mereka agar menjadi anak yang sehat dan berkembang dengan sangat baik.

Bayi dan anak-anak yang tidak mendapatkan zat besi yang cukup atau mengalami kekurangan zat besi berkemungkinan besar akan kurang aktif secara fisik dan mengalami perkembangan yang lebih lambat. Mereka mungkin juga menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:

- Berat badan sulit naik

- Kulit pucat

- Napsu makan kurang

- Mudah marah (rewel)

Kekurangan zat besi juga dapat memengaruhi kinerja anak yang lebih besar di luar rumah, seperti ketika berada di sekolah. Kadar zat besi yang rendah dapat membuat anak sulit berkonsentrasi dan menyebabkan fisik mereka merasa lebih cepat lelah dan lemah.

Bayi dan anak-anak membutuhkan zat besi agar otak mereka berkembang secara normal. Zat besi penting untuk perkembangan otak dan membuat sel darah merah baru untuk mencegah rendahnya jumlah sel darah merah (anemia). Tapi selain itu, zat besi juga memiliki manfaat lain yang tak kalah pentingnya.

Berikut ini adalah manfaat zat besi untuk bayi dan anak-anak:

1. Kecerdasan dan Kemampuan Motorik Meningkat

Zat besi dapat meningkatkan kecerdasan dan kemampuan motorik anak. Jika anak mengalami kekurangan asupan gizi seperti zat besi, maka anak akan mengalami penyimpangan dari pertumbuhan normal. Pertumbuhan mendatar, berat, dan tinggi badan yang terlambat ini berkaitan dengan perkembangan motorik.

2. Mengurangi Risiko Gangguan Kognitif dan Fisik

Kekurangan zat besi di usia dini dapat menjadi penyebab gangguan kognitif dan fisik, yang bahkan hingga bisa meningkatkan risiko kematian. Sebab, zat besi bertugas untuk mengedarkan oksigen ke semua jaringan tubuh. Apabila jatingan tulang kekurangan oksigen, tulang akan sulit tumbuh dengan maksimal. Hal ini mengakibatkan risiko gangguan pertumbuhan menjadi lebih tinggi.

3. Tangkal Risiko Stunting

Disadur dari Tanoto Foundation, stunting adalah keadaan ketika anak gagal mencapai pertumbuhan yang tepat untuk usianya. Stunting adalah salah satu bentuk malnutrisi, tetapi lebih tepat disebut sebagai kurang gizi. Stunting ditandai dengan kekurangan tinggi dan panjang badan relatif sesuai usianya. Apabila gizi anak terpenuhi hingga dia tidak mengalami kekurangan gizi, maka kondisi ini tidak akan terjadi. Dan, zat besi adalah salah satu gizi yang harus dipenuhi tersebut.

4. Metabolisme Tubuh Optimal

Zat besi mampu membantu pembentukan enzim, yang mana hal ini secara tidak langsung dapat mengoptimalkan metabolisme tubuh. Metabolisme ini berkaitan dengan proses pengelolaan zat gizi dari makanan yang diserap tubuh yang kemudian akan diubah menjadi energy. Dari energy inilah segala fungsi tubuh ditunjang. Di antaranya seperti berpikir, bernapas, bertumbuh, sampai pergerakan dalam beraktivitas.

5. Tingkatkan Kualitas Tidur

Gejala kekurangan darah atau anemia dapat menyebabkan kesulitan tidur sehingga kualitas tidur pun menurun. Apabila anak mengalami penurunan kualitas tidur, maka hal ini bisa diindikasi sebagai kekurangan zat besi. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan memenuhi kebutuhan zat besi, kualitas tidur pun dapat teratasi.

Setelah mengetahui manfaat zat besi, para orangtua tentu harus semakin memerhatikan apakah kebutuhan zat besi anak sudah terpenuh atau malah belum demi mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

*Penulis: Vania Ramadhani Salsabillah Wardhani.

 

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
5 Penyebab Speech Delay pada Anak yang Patut Diperhatikan Orangtua
Artikel Selanjutnya
9 Tanda Gangguan Kesehatan Pada Anak yang Sering Terjadi