Sukses

Parenting

5 Tips Penggunaan Gula dan Garam pada MPASI

Fimela.com, Jakarta Saat anak sudah diberi makanan pendamping ASI (MPASI), tugas kita sebagai orangtua untuk memastikan kebutuhan gizi dan nutrisinya tercukupi. Pemilihan menu dan bahan untuk MPASI perlu diperhatikan dengan baik. Selain itu, penggunaan gula dan garam dalam MPASI juga perlu diperhatikan.

Mengutip buku 567 Fakta tentang MPASI, untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi dan anak, bahan makanan untuk MPASI haruslah memiliki bioavaibilitas yang tinggi (tinggi penyerapannya), cukup sumber hewaninya, dan rendah anti-nutrisi. Bayi pada dasarnya sudah mengenali berbagai rasa sejak dalam kandungan dan pada saat periode ASI. Sehingga secara alamiah bayi lebih menyukai rasa manis, asin, dan gurih. Ketika akan menambahkan gula dan garam pada MPASI, ada sejumlah hal yang perlu diketahui, antara lain:

1. Gula Dapat Ditambahkan pada MPASI

Gula boleh saja ditambahkan pada MPASI untuk mendukung perkembangan khazanah rasa pada bayi. Hanya saja jangan sampai terlalu banyak atau berlebihan. Penambahan gula yang terlalu tinggi pada MPASI yang dikonsumsi bayi bisa meningkatkan risiko karies gigi. Penambahan gula tambahan dibatasi maksimal 10% dari total kalori untuk anak berusia di bawah dua tahun.

 

 

2. Batas Asupan Gula Sekitar 5,7-7,4 Gram

Bayi berusia 6-9 bulan dengan berat badan 7-9 kg memiliki batasan asupan gula pada MPASI sekitar 5,7-7,4 gram. Perlu diketahui bahwa 1 sendok teh gula pasir sudah setara dengan 5 gram gula.

 

 

3. Garam Bisa Ditambahkan Secukupnya

Perlu diketahui bahwa kebutuhan garam pada bayi berusia 0-12 bulan adalah kurang dari 1 gram per hari. Sedangkan pada anak berusia 1-3 tahun adalah kurang dari 2 gram per hari. Secara umum, garam yang dapat diberikan pada MPASI bayi adalah sekitar 1/10 sendok teh per harinya.

 

 

4. Garam Beryodium Bisa Digunakan

Pada tahun 1994, WHO dan UNICEF merekomendasikan penambahan yodium pada garam sebagai strategi yang aman, murah, dan mudah untuk memastikan asupan yodium yang cukup. Garam dapur yang sudah beryodium bisa ditambahkan pada MPASI anak. Yodium adalah mineral yang berperan penting terhadap pertumbuhan serta perkembangan bayi dan anak.

 

 

5. Hindari Makanan Kalengan Berkadar Garam/Gula Tinggi

Sebelum memberikan makanan kalengan untuk MPASI si kecil, perhatikan kandungan garam dan gulanya. Makanan dengan kandungan garam dan gula yang terlalu tinggi tidak cocok untuk bayi. Asupan garam yang terlalu tinggi bisa meningkatkan risiko kenaikan tekanan darah saat anak menjadi dewasa kelak.

Penambahan gula dan garam secukupnya pada MPASI bisa mendukung perkembangan khazanah rasa bayi. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading